Hot Mother and Ceo

Hot Mother and Ceo
66. Kekuatan Tersembunyi Zila ?



*Warning!


Karya ini hanya untuk hiburan semata. Jadi kalau tidak sesuai fakta.. Jangan diketawain ya 🤭


Apalagi nanti kisah Leona. Bakal banyak yang tidak sesuai nalar manusia. Tapi kisah Leona nanti genrenya komedi ya✌️


.


.


.


.


Kamar itu terlihat mewah, dekorasinya sangat megah dan memanjakan setiap mata yang melihatnya.


Namun wanita yang berada didalam itu sedih. Ia menangis.


" Leon.. Leona..."


Zila terisak dalam tangisnya.


Tidak ada yang tau apa kehebatan wanita yang terlihat tegar namun rapuh itu.


Semenjak kecil ternyata ada sebuah kekuatan besar yang dipendam oleh Zila.


Kekuatan apakah itu ? Mengapa Zila menyebutkan nama kedua anaknya yang tidak bernasib baik itu. Apakah ia mengetahuinya ? Tapi, kenapa ia bisa tau ?


" Ya Tuhan.. Bagaimana bisa takdir ku tak pernah baik, padahal dulu aku selalu hidup baik-baik saja. Apakah ini semua adalah karma karna aku telah memulai mimpiku untuk menjadi wanita mandiri tanpa izin dari kedua orang tua ku?" Zila menangis.


Zila memulai semua mimpinya tanpa memohon mendapatkan restu dari orang yang paling berjasa dalam hidupnya.


Ayah dan ibunya...


.


.


.


.


Awal mula...


Zila adalah gadis kecil dengan paras yang sangat cantik.


Zila kecil berteman baik dengan Lula dan Naya. Karna Zila yang paling cantik dari mereka, banyak dari teman mereka yang menggunjing kalau Zila tidak cocok berteman dengan Lula juga Naya, yang wajahnya tidak begitu cantik.


Tanpa Zila sadari, ternyata salah satu temannya punya dendam tersendiri padanya. Lula ternyata mulai iri dan tidak suka dengan kecantikannya.


Saat itu, Zila sedang bermain dengan kedua temannya, Lula dan Naya.


" Lula. Tolong ambilkan bola disana." Naya memerintah karna memang hanya Lula yang paling dekat letaknya dengan bola itu.


" Jangan, hal buruk akan terjadi kalau kau mengambilnya." Kata Zila.


Para temannya bingung, bola itu ada dipinggir jalan, lalu apa yang akan terjadi?


" Kau ini. Ada-ada saja." Kata Lula kemudian bergegas mengambil bola itu.


Zila terus memperhatikan langkah Lula, seakan ia tau apa yang akan terjadi.


Dan benar saja. Sebuah truk muatan besar melaju oleng dan hampir menabrak bus didepannya.


Untuk menghindari kecelakaan, Truk itu membanting setir kekiri jalan untuk menghindari kecelakaan.


Tapi naas, Truk itu menabrak Lula yang kala itu masih dipinggir jalan.


Zila dan Naya histeris melihatnya. Kabar baiknya Lula baik-baik saja. Walau ia harus operasi wajah karna wajahnya sudah rusak parah terkena pecahan kaca yang jatuh dari jendela mobil.


Karna setelah menabrak Lula truk itu juga menabrak tiang listrik yang tinggi.


Jadi bagian depan truk rusak parah. Si supir pun meninggal ditempat.


Zila...


Zila mempunyai kemampuan diluar nalar. Entah mengapa Tuhan memberikan kekuatan itu padanya.


Ternyata Zila bisa melihat masa depan. Apakah ia seorang cenayang ? Kurang lebih seperti itu.


Memang kalau dicerna dengan logika tidak mungkin. Tapi Zila memilikinya dan merasakannya.


Zila sudah tau kalau ia akan hidup mandiri di Jakarta. Tapi Zila tidak pernah mendapat firasat, ia akan ke Jakarta dengan izin orang tuanya atau tidak.


Zila hanya bermimpi ia akan berjuang di Jakarta.


Sebelum tragedi antara dia juga Rafa, Zila sudah mendapatkan mimpi kalau ia kala itu sedang menggendong tiga bayi.


Awalnya Zila berfikir kalau dia akan cepat menikah dan punya anak. Tapi ternyata malah menjadi korban pemerkosaan.


Zila pernah mencoba untuk melawan mimpinya. Saat itu Zila bermimpi kalau salah satu temannya akan bunuh diri.


Zila yang mendapat mimpi seperti itu melakukan banyak cara agar temannya itu tidak melakukan hal nekat seperti itu.


Rencana Zila berhasil. Zila telah menyelamatkan nyawa temannya, tapi Tuhan meminta nyawa neneknya sebagai pengganti kematian temannya.


Zila terpukul dengan kepergian neneknya.


Semenjak itu Zila tidak pernah melawan takdir. Apa yang ada di mimpinya dibiarkan terjadi. Baik itu mimpi yang indah atau mimpi yang buruk.


Itulah mengapa Zila tau kalau anaknya Leon sedang diculik, begitu juga Leona.


-to be continued-