
_Jauh di mata namun dekat di hati_
.
.
Malam itu Leon berencana untuk menerobos masuk lagi kedalam pertahanan yang Rafa buat.
Dengan susah payah Leon menerobos masuk, walau agak kesulitan tapi Leon berhasil melakukannya.
Leon tercengang tidak percaya melihat keuangan perusahaan yang tiba-tiba anjlok.
Para pemegang saham hampir sebagian menarik saham yang mereka tanamkan diperusahaan itu.
" Apa yang terjadi?" gumamnya pelan.
Leon juga melihat bagian keuangan yang telah menggelapkan dana perusahaan untuk kepentingannya sendiri.
Leon kemudian meretas cctv yang ada dirumah orang yang memegang kendali atas keuangan perusahaan Rafa.
Nama Petra. Punya istri dan satu anak yang sudah besar, usia yang cukup untuk bisa menikah.
Leon kemudian meretas lagi kelakuan Petra selama satu bulan belakangan ini.
Ternyata pria ini punya wanita simpanan yang cukup matre jadi orang ini pasti kekurangan uang.
Dalam hati Leon berdecak kesal melihat kelakuan menjijikkan orang dewasa yang tidak tau malu ini.
Sudah punya istri cantik dirumah masih saja mencari daun muda.
Leon kemudian menyelidiki lebih dalam lagi.
Firasat Leon mulai tidak enak saat menyadari kalau Rafa tidak tau sama sekali tentang masalah ini.
Apa telah terjadi persengkokolan ?
Jika tidak dilihat secara terperinci, kecurangan pria ini tidak akan terlihat dan semua data yang ia tanggung jawabkan sudah banyak yang dipalsukan.
Leon kemudian mencari keberadaan Rafa melalui satelit dan cctv di jalanan yang diretasnya.
Dalam Laptopnya terpampang banyak sekali gambar termasuk gambar Rafa yang baru saja dari organisasi Red Blood.
Setelah keluar dari sana Leon langsung mengikuti kemana perginya Rafa. Namun Leon kehilangan jejaknya.
Karna merasa khawatir Leon mengambil sepeda onthelnya. Sebenarnya Leon bisa menggunakan mobil milik mommynya tapi suara mobil bisa membangunkan mommynya jadi Leon memilih untuk memakai sepeda kayuhnya saja.
Leon mengayuh sepeda onthelnya selama satu jam lebih karna jarak yang jauh dari kediaman Zila.
Leon berputar mencari keberadaan Rafa dimana titik terakhir Rafa hilang sebelum ngebut di jalan.
Leon menghentikan langkahnya ketika ia sampai di tikungan dimana ada bekas darah dan beberapa serpihan motor yang modelnya sama dengan motor yang mengikuti mobil Rafa.
Leon kemudian mencari disekitar motor itu dan pandangannya melihat kearah beberapa pohon yang kelihatan rusak.
Leon melihat jurang yang agak curam dengan mobil yang terlihat hanya tinggal dilahap api kecil.
Leon menjadi gemetar melihatnya, kemudian ia terjun dari atas secara hati-hati menuju mobil itu.
Dan hatinya menjadi sangat gelisah berharap firasatnya salah.
Dugaannya ternyata adalah benar. Di sebelah mobil yang sudah rusak parah itu terlihat ada seorang pria yang tidak berdaya dengan luka cukup banyak ditubuhnya.
Leon kemudian mendekati pria itu dan memastikan kalau pria itu baik-baik saja. Untung saja pria ini masih bernafas.
Leon kemudian memanggil nomor darurat dan tidak lama setelah itu terdengar suara ambulan dan sirine polisi juga beberapa mobil derek dan mobil pemadam.
Leon hanya mengawasi kejadian itu dari kejauhan. Ia masih melihat orang yang ia anggap sebagai ayah kandungnya itu terlihat tergeletak lemah.
Leon bisa bernafas lega karna darah yang masih mengalir tadi sudah ia tutup dengan sobekan dari baju yang di pakainya.
-to be continued-