Hot Mother and Ceo

Hot Mother and Ceo
50. Aku Milik Mu



.


.


.


" I'm Yours." Jawab Zila.


Rafa kegirangan mendengarnya.


Rafa mengendong Zila ala koala dan menidurkannya di ranjang.


" I Love you." ucap Rafa dilanjut dengan menc**m pucuk kepala sekolah.


" Love you too." ucap Zila.


" Benarkah? katakan lagi." pinta Rafa.


Pipi Zila merah merona malu.


" Aku mencintaimu, suamiku."


Rafa tidak bisa mengontrol kebahagiaannya lagi. Ia menerjang bibir merah milik istrinya dan melucuti pakaian istrinya.


Zila kaget bukan kepalang, ia tidak sadar kapan suaminya ini menel*****i nya.


Malam itu mereka menyelami lautan kenikmatan yang mampu membuat keduanya terasa terbang ke angkasa.


Mereka bermain lupa waktu sampai puas sepanjang malam.


🌷🌷🌷🌷


Pagi itu Rafa bangun lebih awal. Ia memandang sejenak istrinya yang semalam sudah menyerahkan diri kepadanya.


Tangan Rafa menyentuh bibir yang sudah menjadi candunya. Ia tidak akan pernah bosan memandang wajah cantik di hadapannya ini.


" Eugh." Zila bergeliat pelan dan membelakangi Rafa.


Namun Rafa tidak kehabisan akal, ia tetap bisa menikmati leher Zila dari belakang, ia menciuminya sampai sudah tidak ada lagi tempat untuk meninggalkan tanda merah disana.


Tangannya pun tidak mau kalah dan menggerayangi tubuhnya yang sexy itu.


" Sayang, bangun." kata Rafa pelan. Ia berpindah kepunggung mulus istrinya.


" Hmm..." Zila merasa berat untuk membuka matanya. Ia kekurangan tidur karna kegiatan panas bersama suaminya.


" Sayang, ayo bangun." pinta Rafa.


" Kau ini. Samua karna mu. Aku malas bangun." Zila menepis tangan suaminya yang menggerayanginya. Tidurnya jadi terganggu.


" Dasar, vampir. Sana pergi." gumam Zila jengkel karena tidurnya jadi terganggu.


Rafa kesal dan mencuri c**man di salah satu ***** di tubuh Zila yang masih polos dan menyesapnya.


Zila kaget mendapat serangan itu dan langsung terbangun.


" Akhirnya.." kata Rafa langsung melarikan diri ke kamar mandi.


Rafa menyiapkan air hangat dan kembali melihat Zila yang kembali terlelap.


Rafa menyibak selimut dan menggendong tubuh polosnya, berniat untuk memandikannya.


Zila memekik kaget saat mendapati ia dalam keadaan basah.


" Eugh, kau mengagetkan ku." ucap Zila.


Tangannya memukul lengan kekar suaminya. Jahil banget sih, dia.


" Habis kau tidur nya sudah mirip sama kebo." canda Rafa masih saja tertawa melihat bibir Zila yang manyun lucu dalam kondisi membengkak.


" Semua karna mu yang tidak mau berhenti. Padahal aku sudah kelelahan tapi kamu benar benar menghabisi ku semalaman." sungut Zila.


" Ya. Maafkan aku yang sudah keterlaluan." sesal Rafa. Tapi ia akan mengulanginya lagi bahkan dengan durasi yang lebih panjang.


" Memangnya kau tidak lelah, apa ?" ucap Zila masih saja pengen marah.


" Tidak ada kata lelah untuk hal itu, sayang. Bahkan kalau perlu kita honey moon tiga hari tiga malam di dalam kamar tanpa keluar pun aku sanggup." ucap Rafa yang langsung mendapatkan tinju kecil dari Zila.


" Sudahlah, aku mau tidur lagi. Jangan ganggu." ucap Zila langsung menjauh dari Rafa dan memenuhi tubuhnya dengan busa yang terasa harum di indra penciumannya.


Ia memejamkan matanya menikmati pijatan lembut suaminya di punggungnya. Suaminya ini romantis sekali padanya. Dan Zila suka.


" Kau suka ?" tanya Rafa.


" Hmm... lebih ke atas dikit." ucap Zila.


" Siap bu bos." ucap Rafa langsung dapat pukulan kecil dari Zila.


-to be continued-


# sudah direvisi


# sudah direvisi lagi.


Masih tidak lulus kah ?😭


Kata-katanya sudah aku perbaiki. Adegan 18+ nya ngga aku tambahπŸ‘