Hot Mother and Ceo

Hot Mother and Ceo
60. Hilangnya Leon dan Leona



Info : bagi kalian para Mommy, saya punya tips kalau punya anak tidak mau belajar, coba perlakukan kayak Leona. Di episode" kalau tidak mau belajar nanti digigit buaya."


Takutin terus anak mommy sampai menangis, sampai kebawa mimpi, kayak adikku. Buktinya adikku yang sudah dua minggu lebih tidak dapat nilai membaca, sekarang sudah rajin. Dapat nilai terus.


Walau sudah aku bikin nangis seharian, tapi ngefek loh.


Kalau ada yang mau coba๐Ÿ˜‚


Pastikan anak anda percaya, kalau tidak mau belajar nanti digigit buaya beneran. Adikku masih 4 tahun, sekolah paud. ๐Ÿ™


.


.


.


.


.


< Back to story >


Setelah kepergian Thomas, kedua kembar itu kembali memasuki sekolah terbengkalai itu.


Mereka kembali menyisir tempat itu lebih teliti lagi.


" Leona, kau cari dari depan, aku akan mencari dari belakang." Perintah Leon yang langsung diiyakan Leona.


Leon pun kembali melihat keruang penyekapan pria yang mereka temukan tadi.


Lama Leon meneliti tempat itu, jangan sampai ada yang terlewatkan.


Tiba-tiba terdengar suara gaduh dari luar. Leon panik, ia langsung berlarian mencari saudaranya, Leona.


" Leona... Leona..." Teriak Leon.


Leon menghentikan aktivitasnya ketika melihat beberapa orang sedang berkumpul di aula. Salah satu dari mereka mengikat Leona.


Leon geram melihat pemandangan itu. Mereka berjumlah lebih dari 50 orang, mustahil kalau Leon bisa mengalahkan mereka semua.


" Kemarilah, aku tau kau ada disana." Ucap seorang pria bertopeng pada Leon yang sedang mengintip dibalik tembok.


Leon terkejut bukan main, bagaimana orang ini bisa tau padahal tidak melihat kearah Leon sama sekali.


" Olaf." Panggil pria bertopeng itu pada asistennya.


" Ya, Tuan." ucap wanita itu.


" Bawa mereka kemarkas." Pria itu memerintah sambil mematikan putung rokok yang dari tadi sudah disesapnya.


Leon hanya bisa memberontak walau ia tau ia bakal tetap kalah.


๐Ÿ‘๐Ÿ‘๐Ÿ‘๐Ÿ‘


Malam itu, Leo sengaja tidak tidur karna ia masih menunggu saudaranya kembali dari petualangan mereka.


Firasat Leo tidak baik saat melihat ayahnya hanya kembali seorang diri tanpa saudaranya.


" Daddy, dimana mommy?" tanya Leo khawatir, apa ayahnya ini tidak bertemu dengan saudaranya, juga tidak menemukan ibunya ?


" Hei, kau belum tidur? tenang saja, daddy akan segera menemukan mommy mu. Okay." Rafa menenangkan anaknya.


Leo terdiam mendengarkan.


" Dad." Kata Leo agak bimbang, apa ia harus menanyakan keberadaan saudaranya pada sang daddy.


" emm... Dad, daddy tidak bertemu Kak Leon Juga Leona ?" Tanya Leo sedikit takut.


" Itu dad... Tadi mereka menyusul daddy, dan aku yang jaga rumah." kata Leo cemas juga takut sama Daddynya.


Mau tidak mau Leo harus jujur dengan apa saja yang mereka sedang rencanakan.


Rafa sangat kaget mendengarnya, dan segera memanggil Roy juga Lucas untuk kembali kesekolah lama ayahnya.


" Kenapa kalian nekat sekali, huh?" Rafa memarahi Leo dari rumah hingga sampai kesekolah.


" Kalian itu masih kecil, daddy mengakui kalau kalian punya kemampuan. Tapi kalian semua masih kecil. Apa yang akan terjadi pada Mommy kalian, seandainya Mommy kalian tau apa yang terjadi." geram Rafa. Rafa tidak habis fikir dengan pola pikir para anaknya.


" Maafkan kami, dad." Leo menunduk, menyesali perbuatannya.


Pasukan Rafa menyelusuri tempat itu, namun nihil. Tidak ada apa-apa disana.


Mereka kembali kerumah dengan tangan kosong. Rafa masih terdiam. Dia tidak mau bicara dengan Leo.


Drrt.. Drrrttt....


" Aku akan membunuhmu kalau kau hanya membawa berita kecil." Sarkas Rafa pada orang yang menelponnya.


" Ini gawat kawan, aku kehilangan jejak anak kembar mu. Tadi mereka masih menghubungi ku, tapi setelah aku sampai di rumah sakit mereka tidak ada kabar sama sekali." kata orang diseberang sana, siapa lagi kalau bukan Thomas.


" Kau tau dimana mereka?" Tanya Rafa tidak percaya.


" mereka mendatangi ku dan meminta bantuan, jadi aku membantu mereka. Kami menyelamatkan seorang pria dalam keadaan memprihatinkan. Leon menyuruh ku membawanya kerumah sakit, dan dia bersikeras untuk menemukan ibunya sendiri. Aku sudah memaksa mereka ikut bersama ku tapi tidak ada yang mau. Karna kondisi pria yang kami temukan parah, jadi aku membawanya kerumah sakit dulu. Tapi saat aku kembali aku tidak menemukan mereka lagi. Menurutmu kemana mereka pergi ?" Thomas menjelaskan panjang lebar.


Rafa menghela nafas kasar mendengar itu. Apa mereka juga tertangkap ?


Seperti apa musuhnya ini ? Pintar sekali menyembunyikan diri.


" Pengecut." Rafa berteriak sambil membanting hp yang dibawanya.


Thomas kesal karna sambungannya terputus, padahal masih ada hal lain yang ingin ia sampaikan.


Thomas langsung menelpon Roy.


" Ada apa?" Tanya Roy sambil memijit pelipisnya. Ia merasa tidak berguna sama sekali disaat genting seperti ini.


" Kau sedang bersama Rafa?" Thomas balik nanya.


" Ya, Tuan seperti orang gila sekarang." Jawab Roy miris melihat tuannya menggila.


" Berikan ponsel mu padanya, ada berita penting yang harus ia ketahui." Kata Thomas lagi diseberang sana.


" Berita apa ?" Tanya Roy penasaran.


" Cepat berikan ponsel mu padanya." Thomas membentak Roy. Karna Lambat sekali.


Roy mendekati tuannya dengan perasaan kesal.


" Tuan." ucap Roy.


Rafa menatap sengit kearah tangan kanannya itu.


" Jangan menggangguku." Bentak Rafa tidak suka.


" Maaf Tuan. Ini Thomas." Ucap Roy.


Rafa langsung menerima ponsel itu dengan kesal.


" Kau jangan main-main dengan ku." gertak Rafa.


" Aku serius. Aku telah menyelidiki siapa yang kami selamatkan. Dan dia adalah ayahmu, Arief Sarfaraz." Kata Thomas menggebu.


-to be continued-