Hot Mother and Ceo

Hot Mother and Ceo
25. Kalau tidak mau belajar nanti di gigit Buaya !



Siang itu bu Susi sengaja bertemu dengan teman sosialita nya di L's Cafe. Selain menunya yang menggugah selera, L's Cafe juga terletak strategis dengan desain yang nyaman tidak terlalu dekat jalan raya jadi suara bising kendaraan tidak terlalu terdengar dari sana.


Setelah berbincang lama dengan temannya, bu Susi meminta izin ke toilet namun pandangannya saat itu tidak sengaja melirik Leon.


Awalnya ia tidak sadar dan tangannya masih sibuk merogoh isi tas nya mencari benda yang dicarinya, yaitu lipstik.


Setelah beberapa detik akhirnya ia merasa sangat mengenal wajah itu.


Kemudian ia melihat Kearah anak tadi, Leon. Namun anak tadi sudah tidak kelihatan lagi.


Susi langsung mengabaikannya dan langsung menuju ke tempat tujuannya yaitu toilet wanita.


๐ŸŒท๐ŸŒท๐ŸŒท๐ŸŒท


Malam harinya, Zila tengah belajar bersama ketiga anaknya.


Leon memilih belajar sendiri karna memang ia sudah bisa sendiri. Beda dengan Leo dan Leona yang otaknya butuh bimbingan.


" Leona." geram Zila sedikit menaikkan nada bicaranya karna sejak tadi Leona tidak pernah fokus. Hanya Leo yang memperhatikan.


" Mommy." panggil Leona.


" Kenapa sayang, ada yang kau fikir kan ? kenapa wajah mu kusut sekali mirip keset bernyawa." ucap Zila sedikit tertawa agar anaknya tidak terlalu tegang saat belajar.


Leo yang mendengar itu tertawa terbahak dan dibalas Leona tatapan tidak sukanya karna telah diketawain sama Leo.


" Aku tidak mau belajar, Mommy." kata Leona sedikit merajuk sambil berjalan kearah kakaknya yang paling tua, Leon.


" Sayang, belajar itu penting." tutur Zila mencoba memberi pengertian, anak kecil memang minta di sabari.


" Tapi aku capek Mom, aku tidak mau belajar lagi." Leona kemudian ngumpet dibelakang Leon.


Zila menghela nafasnya pelan dan berfikir keras gimana caranya memberi pengertian pada anak seusianya Leona.


" Sayang, kamu mau digigit buaya." kata Zila.


" Ngga mau lah Mom, masa iya mau digigit binatang menakutkan itu." teriak Leona setelah membayangkan seramnya wajah buaya saat akan menyerangnya.


" Makannya belajar. Kamu harus tau kalau buaya yang galak itu suka sama anak yang ngga mau belajar. Nanti buaya itu akan gigit anak yang malas belajar." kata Zila menggebu.


Leona yang mendengar itu menangis dengan kencang kemudian memeluk Leon.


" Ayo belajar sama Mommy." ajak Zila lembut.


" Ya sudah kalau gitu. Leon kamu kemari nak. Ayo sini nanti kamu bisa kegigit juga kalau bareng Leona. Ayo sini." pinta Zila.


Leona yang merasa kakaknya mau meninggalkan nya sendiri segera meraih tangannya agar tidak jadi menjauh.


" Kakak jangan." kata Leona masih dibarengi tangisannya.


" Leon sini. Nanti kamu kegigit juga." pinta Zila.


" Tidak jangan. Mommy aku mau. Aku mau belajar. Aku tidak mau digigit buaya." kata Leona kemudian mendekati Zila.


Mereka pun melanjutkan belajar, namun baru sebentar Leona berulah lagi.


" Mommy, aku lelah." adu Leona. Dirinya benar-benar malas belajar.


" Baru juga beberapa menit sayang, ayo sedikit lagi." kata Zila.


" Tapi mom. Aku sudah capek." Leona mengeluh.


" Nanti Mommy pijitin." Kata Zila.


" Ngga mau mom. Leona tidak mau belajar." katanya tidak bisa di ganggu gugat.


" Ya sudah ngga apa-apa kalau kamu mau di gigit Buaya." kata Zila bohong tapi yang namanya anak kecil ya percaya saja.


" Tidak mau. Mommy........" Leona menangis lagi.


Akhirnya Zila mengakhiri acara belajar mereka karna ke rewelan Leona.


-to be continued-


.


.


.


Adegan ini muncul karna tadi siang adek ku juga ngga mau belajar terus nangis kayak Leona ๐Ÿคญ๐Ÿคญ๐Ÿคญ


Malah nangis ngga mau berhenti sampai ketiduran ๐Ÿ˜…


Mbak nya yang laknat ๐Ÿคญ