
๐
Di sebuah gudang yang gelap, pengap dan kotor. Di sana ada seorang pria paruh baya yang meringkuk dengan tangan terikat rantai juga kaki yang di pasung.
Tubuhnya kurus kering karna hanya diberi makan dua hari sekali.
Bajunya kumal rambutnya panjang tidak terawat udah mirip kayak gelandangan.
Setiap malam suara tikus selalu terdengar membuatnya kesulitan untuk tidur.
Pria itu hanya punya satu harapan semoga keluarga nya baik baik saja. itu yang selalu diharapkannya.
" Tikus tua ini sudah bangun ternyata." kata seseorang pria yang baru saja datang.
" Hentikan ini. Anakku tidak salah apapun." pria kumal itu memohon pada orang yang sudah menyekapnya selama bertahun-tahun disini.
" Aku sudah melangkah sampai sejauh ini. Aku tidak terima. Sendari kecil selalu saja kamu yang di utamakan karna otak pintar yang kamu miliki. Tapi akan ku pastikan ia akan menyesal telah lahir ke dunia." ucap pria itu lalu tertawa dengan kencang.
Tak lama setelah itu pintu kayu terbuka lagi.
" Sayang, ayo kembali ke kamar." kata seorang wanita cantik. Wanita itu hanyalah simpanan dari pria itu.
" Kau ini, mengganggu kesenangan ku saja." gerutu pria itu tapi kemudian langsung beranjak dari tempat nya.
Wanita itu bukannya takut dengan pria yang dipenuhi banyak tato di depannya. Tapi malah tertawa kecil, malahan ia tergoda dengan tubuh atletis pria dihadapannya ini.
Walaupun usianya tidak muda lagi, tapi pesonanya masih saja ada.
Sebelum benar benar pergi pria itu meludahi kaki tahanannya.
Wanita itu menyambut kedatangan kekasih gelapnya dengan senang hati dan langsung menciumnya dengan mesra.
Pria lusuh yang di sandera itu tidak tahan melihat adegan uwu di depannya.
Mendadak ia merindukan istri nya, melupakan rasa lapar yang merasuki tubuhnya.
Kedua orang tadi masih bermesraan didepan pintu, mereka lupa mengunci pintu lalu pergi begitu saja dari tempat itu.
Dengan gairah yang membara mereka melaju ke hotel terdekat untuk memenuhi nafsu yang sudah membelenggu keduanya.
Adegan panas yang masih di tengah jalan itu terganggu dengan suara deringan ponsel yang mengganggu konsentrasi mereka.
" Tunggu sebentar, nanggung." seru si pria yang kemudian mencium bibir wanita itu dengan ganas.
Tangannya masih bermain di daerah kesukaannya dengan tubuh yang masih bergerak lincah mengendalikan wanita yang berada di bawahnya.
" Ahhhh... lebih cepat sayang.." wanita itu mengiba.
Si pria sangat puas melihat wanita itu kualahan menenangkan nafsunya.
Setelah mencium bibirnya mesra, pria itu berpindah ke dua gunung kembar kesukaannya.
Apalagi ukuran nya yang sangat besar sampai tangan kekarnya kesulitan menggenggam keduanya.
Drrrttt... Dtttrrrt....
Deringan telvon itu masih saja bergetar.
" Ck mengganggu saja." kesal si pria. Ia langsung meraih telvon itu dengan aktivitas yang masih ia lanjutkan.
Pria itu menggeser tombol ke warna hijau.
" *H*alo, sayang." kata orang di seberang sana yang adalah tunangannya.
" Ya." jawab pria itu dengan nafas tertahan.
Antara ingin menjawab dan ingin mendesah atas kenikmatan yang diberikan wanita di bawah kendalinya.
" *G*awat. Sepertinya Mark telah di tangkap. Ia tidak ada di rumahnya, juga sudah tidak datang ke perusahaan. Sepertinya ia sudah ketahuan." lapor wanita disana.
" Kau urus saja dulu. Aku sedang sibuk." kata pria itu tertahan kemudian langsung mematikan panggilan.
" Ahhhhh....." desah mereka berdua setelah sampai pada puncaknya.
-to be continued-
Aku bisa bikin kayak gini juga ternyata ๐คฆ
kabur ๐๐๐๐