
Bukan hanya Zila yang sibuk karna pekerjaan Rafa yang terbengkalai. Roy juga sibuk mencari tau penyebab keuangan perusahaan bisa berantakan. Apa ini semua karna ulah hacker beberapa hari yang lalu yang membuat Rafa rugi besar?
Di tengah kesibukan Roy mencari tau apa yang terjadi, seorang anak buah Roy mengganggunya.
" Kau sedang mengantarkan nyawa mu padaku, ya. Berani sekali kau mengganggu ku." sarkas Roy tidak senang ada yang mengganggu aktivitas nya.
" Maaf Tuan. Di depan ada anak kecil yang sangat mirip dengan Tuan Muda Rafa. Anak itu memberontak ingin masuk menemui anda." kata anak buah itu sedikit takut melihat kemarahan Roy.
" Mirip Tuan Rafa ?" tanya Roy tidak percaya.
" Iya Tuan."
Mendengar itu Roy langsung keluar melihat kegaduhan yang baru disadarinya, mungkin karna terlalu fokus jadi tadi ia tidak mendengarnya.
" Hei, berhenti disana." teriak Roy tidak suka ada yang memporak porandakan markasnya, apalagi ulah anak kecil.
Leon menghentikan tangannya yang mau menghajar salah satu anak buah lainnya yang ingin menghentikan langkah Leon menemui Roy.
Leon melihat asal suara dengan tatapan dingin.
" Kau yang namanya Roy." ucap Leon masih dengan tatapan dinginnya.
Sejenak Roy tidak percaya kalau memang benar anak ini sangat mirip dengan Tuannya, Rafa.
Tapi Roy kembali naik pitam mendengar anak ini sama sekali tidak menghormatinya.
" Siapa kau ?" tanya Roy mengintimidasi lawannya.
" Kau tidak perlu tau siapa aku dan berhenti mencari ku." kata Leon sambil melempar berkas yang dibawanya.
" Kau adalah tangan kanan Tuan Rafa yang setia jadi aku memberikan data yang berhasil ku retas padamu." kata Leon lagi, berkas yang tadi dibawanya ia lemparkan ke arah Roy.
" Kau ini ternyata sangat bodoh, bagaimana bisa Tuan Rafa mengangkat mu sebagai tangan kanannya." sarkas Leon yang langsung menyulut api kemarahan yang ada dalam diri Roy.
Andai saja wajah anak ini tidak mirip sama tuan muda nya ia akan mengulitinya hidup-hidup.
" Jaga bicaramu anak kecil." ucap Roy tidak suka.
" Jangan panggil aku anak kecil paman. Asal paman tau, aku yang selama ini membuat Tuan Rafa rugi besar. Akulah hacker handal yang selama ini kau cari." jujur Leon tapi masih menunjukkan wajah tengilnya.
" Jadi kau..." Roy tidak percaya, bagaimana bisa ia kalah dengan anak kecil.
" Iya. Aku melakukannya karna kecewa padanya, dia punya uang banyak tapi ia tidak mencari kami sama sekali. Seharusnya ia bisa melakukan apa saja dengan uangnya. ck. Ternyata dia pria yang sangat lemah." ucap Leon masih saja menjelekkan Rafa.
Dalam lubuk hatinya ia mengkhawatirkan kondisi ayahnya tapi rasa kecewanya lebih besar jadi ia masih bersikap acuh.
" Kau.. jadi kau anaknya ?" Roy tidak percaya. Kalau dihitung tahun saat Tuannya tidak sengaja meniduri seorang gadis, usia anak ini pas dengan anak gadis yang ditiduri Tuannya.
" Ck. Tidak usah banyak tanya. Atasi semua masalah Tuan-Mu. Payah sekali. Katanya otaknya sangat jenius tapi ternyata ada penyusup di perusahaan nya saja tidak tau. Bahkan penyusup itu sangat dekat dengannya." kata Leon langsung meninggalkan Roy sendirian.
Roy yang mendengar itu tidak percaya dan mengecek semua data yang Leon berikan.
Roy geram melihat hasil penyelidikannya Leon. Merasa Zila dalam bahaya jika dibiarkan berdua sama si penyusup akhirnya Roy memutuskan untuk turun tangan dan membantunya.
-to be continued-
Siapakah penyusup nya ? Pasti mudah sekali ketebak ๐
Mohon maaf ya kalau kata katanya ada yang mirip dengan salah satu kartun anak-anak. Soalnya tiap hari tontonannya juga kartun anak anak ๐