Hot Mother and Ceo

Hot Mother and Ceo
30. Mimpi



*Di sebuah taman yang sangat indah, terdapat banyak sekali bunga berwarna warni yang memenuhi taman itu.


Beberapa pohon tampak rindang membuat suasana asri terasa sangat melekat di tempat itu.


Rafa merasa sangat asing dengan tempat ini.


Apa ini surga ?


Apa aku sudah mati ?


" Daddy."


Seorang anak kecil cantik berumur sekitar tujuh tahunan menghampiri Rafa.


Rafa melihat anak itu dengan seksama.


'*S*iapa anak ini?' batinnya.


" *D*addy."


kata anak itu lagi setelah ia sampai didepan Rafa.


" *H*ei girl, kenapa kau memanggil ku daddy." tanya Rafa sambil melihat anak itu lagi yang wajahnya sangatlah familiar dengan wajahnya.


" *K*arna memang kau adalah daddy ku. Ayo, dad kita temui saudaraku yang lainnya." ajak anak kecil itu.


Mereka berputar putar melewati beberapa akuarium yang terdapat banyak sekali ikan berbeda jenis dan berwarna warni.


" *K*enapa aku merasa seperti pernah melihat wajah mu." Rafa bermonolog pada dirinya sendiri namun bisa di dengar anak kecil itu.


" *K*addy gimana sih, wajah ku sangat mirip dengan mommy. Tentu saja daddy pernah melihatnya." ucap gadis kecil itu sedikit kesal.


Rafa mengingat lagi dimana ia melihat wajah ini dan tiba-tiba sekelebat bayangan Zila melintas di kepalannya.


Rafa Kemudian melihat kearah anak kecil itu lagi. Kenapa wajah nya mirip dengan Zila ?


Rafa menghentikan langkahnya dan melihat anak itu penuh selidik.


" *S*iapa nama mommy mu ?" tanya Rafa setelah anak itu juga menghentikan langkahnya.


" *M*ommy Zila." jawab anak perempuan itu dengan tatapan polos nya.


Apakah Zila adalah wanita yang selama ini ia cari ? Apakah Zila adalah wanita yang sama yang juga menjadi korban dari orang licik yang selama ini menjebaknya.


" Daddy.. dad." anak kecil itu memanggil agak keras melihat sang ayah diam saja.


" *Y*a.." jawab Rafa masih agak gagap.


" *A*yo kita temui saudara kembar ku." ajak anak itu.


" *K*au punya saudara?" tanya Rafa tidak percaya. Apa anaknya juga sudah meninggal sama seperti dirinya?


" *Y*a dad. Ayo." Anak kecil itu mengajak Rafa melintas beberapa bebatuan yang tertata rapi.


Tak lama berjalan Rafa bertemu dengan dua anak laki laki yang mirip sekali dengan nya. Mereka adalah jiplakan Rafa versi kecil.


" *D*addy.." kedua anak itu berlarian kearah nya.


" *O*h ya tuhan." Rafa tidak percaya sama sekali dengan apa yang dilihatnya.


" *D*addy kenapa lama sekali tidak menemui kami. Kami sudah rindu berat sama daddy." kata salah satu anak itu sambil menangis tersedu-sedu.


Sedangkan anak yang satunya hanya terdiam dengan tatapan sedih nya. Ia tidak menangis seperti salah satu anak yang merengek padanya.


" *S*iapa nama kalian, nak." tanya Rafa yang entah sudah kapan ia mengeluarkan air mata.


" *D*addy tidak tau namaku." Anak yang sejak tadi menangis kini tampak kecewa.


" *M*aaf kan daddy nak, daddy tidak tau kalau kalian ada." jujur Rafa. Ia merasa gagal menjadi ayah karna tidak mengetahui hal ini sama sekali.


" *K*akak, kakak jangan seperti itu. Orang dewasa itu memang punya banyak masalah termasuk daddy. Daddy pasti punya alasan sendiri kenapa tidak mengenal kita." kata Leona bijak.


" *D*addy, yang menangis itu Kak Leo. Yang dari tadi diam saja itu kak Leon. Dan aku Leona. Daddy harus mengingat kami, ya." kata Leona yang langsung disambut sebuah pelukan dari Rafa.


.


.


.


-to be continued*-