
Mereka sampai di sebuah rumah kosong di tengah hutan.
" Benar ini tempatnya ?" tanya Rafa pada Roy.
" Ya Tuan. Saya akan menyuruh Lucas untuk mengintai lokasi lebih dulu sebelum anda." kata Roy.
" Tidak perlu. Aku akan kesana dengan Lucas." ucap Rafa.
" Dad. Aku ikut." Pinta Leon. Ia sudah tidak sabar ingin menemui ibunya dan membawanya kembali.
" Tidak boy. Kau di sini saja. Roy, kamu jaga Leon. Apapun yang terjadi jangan tinggalkan dia sendirian." ucap Rafa sebelum keluar dari mobil.
" Apa apaan dia. Dia fikir aku anak kecil. Menyebalkan sekali." gerutu Leon sambil melihat ayahnya yang sudah bersiap memasuki rumah.
" Tuan Muda." panggil Roy.
" Apa?" Leon melirik sinis orang yang memanggilnya.
" Mengertilah perasaan Tuan Rafa. Nyonya Zila pasti akan sedih kalau anda kenapa-napa." tutur Roy agar anak kecil di belakang nya ini menurut.
" Roy, kau berani sekali berkata seperti itu." ucap Leon tidak suka.
Lama Leon menunggu Rafa dan anak buahnya keluar tapi tidak ada tanda apapun dari mereka.
" Harus kah kita menyusul ke dalam Roy ?" tanya Leon.
" Tidak perlu, mereka pasti akan segera kembali." kata Roy karena sendari tadi memang mereka berbicara lewat alat di telinga masing-masing.
Leon tidak di kasih soalnya, makannya ia tidak tau apa yang terjadi di dalam.
Kemudian terlihat Rafa keluar bersama anak buah nya tanpa ibunya.
Leon langsung membuka pintu mobil dan menghampiri ayahnya.
" Dad, kenapa sendirian? mana Mommy ?" tanya Leon bertubi-tubi.
" Sepertinya kita telah di tipu. Mereka sengaja meninggalkan kalung milik mommy mu disini. Mereka pasti sudah tahu kalau aku memberi alat pelacak dalam kalung ini." geram Rafa..
" Jadi mereka mempermainkan mu dad ?" canda Leon yang langsung tidak di gubris sama Rafa.
Rafa sudah pusing mikirin gimana nasib istrinya sekarang.
Ketiga kembar itu terlihat murung. Semenjak kehilangan ibunya, mereka tidak bersemangat sama sekali.
Ayah mereka kemudian menghampiri mereka.
" Dad, kau belum menemukan mommy." tanya Leona sedikit terisak.
" Maaf kan daddy, daddy akan berusaha lebih keras lagi." dalam hati Rafa merasa bersalah.
Selama hidup bersama Zila anaknya selalu bahagia dan baik-baik saja.
Tapi semenjak bertemu dengannya mereka harus menghadapi kenyataan pahit yaitu kehilangan ibunya.
" Dad. Sehebat apa mereka? kenapa kita kesulitan mencari dimana mommy. Mommy sudah makan belum dad." ucap Leon. Kali ini ia menangis dan ini adalah pertama kalinya.
Siapa yang tahan ditinggal ibunya?
Apalagi mereka masih sangat kecil dan membutuhkan perhatian lebih.
" Itulah mengapa daddy juga belum bisa menangkap mereka sendari 8 tahun yang lalu." ucap Rafa.
" Dad. Apa tempat mereka berpindah-pindah?" tanya Leon.
" Daddy akan kembali ke perusahaan dan mengutus paman Roy untuk mencari keluar negri." ucap Rafa.
" Kau akan mengirim Roy kesana?" tanya Leon.
Rafa tertawa. Anaknya yang satu ini tidak mau menghormati Roy kecuali kalau di depan ibunya.
" Ya. Paman Lucas yang akan membantu daddy di perusahaan." ucap Rafa.
Lucas adalah salah satu anggota Rafa yang di pungut dari jalanan. Kemampuan nya di perusahaan sangat bagus mengingat dulunya ia juga pengusaha tapi di curangi sepupunya.
Bukan hanya itu, sepupu nya juga memasukannya ke dalam daftar hitam hingga ia kesulitan mendapatkan pekerjaan.
Rafa sudah menawarkan uang untuk memulai usahanya, namun Lucas menolaknya dan memilih membantu Rafa saja.
Rafa merasa sangat beruntung mendapatkan orang orang setia seperti mereka.
-to be continued-