Hot Mother and Ceo

Hot Mother and Ceo
72. Bonus Part 1



.


" Kenap kau selalu melarang ku mencari keberadaan Leon juga Leona?" Tanya Rafa kesal dengan istrinya.


" Aku tau yang akan terjadi. Kau tidak akan pernah menemukan mereka, kecuali mereka akan kembali mendatang kita." Ungkap Zila.


Zila sebenarnya juga sedih kehilangan buah hatinya. Tapi mau bagaimana lagi ?


" Itu yang kau dapatkan dari mimpi mu ?" Tanya Rafa.


" Ya." Jawab Zila.


Sedangkan dibalik pintu, ada seorang anak kecil yang mengintip. Siapa lagi kalau bukan Leo.


Leo sangat sedih mendengarnya. Dengan siapa ia bermain kalau bukan bersama saudaranya.


" Kalian... Kenapa kalian tidak membawaku pergi bersama kalian ?" Air mata bening jatuh ke pipi Leo.


Ia pun meninggalkan kedua orang tuanya yang sudah selesai berdebat.


.


.


.


.


Di sekolah.


Fani saat itu sedang berangkat sekolah seperti biasanya.


Saat berada di halaman sekolah, Leo menghentikan langkahnya dan...


Byurrr..


Leo menumpahkan minuman fanta yang sengaja dibelinya.


" Leo. Kau benar-benar gila. Lihat, bajuku jadi basah semua." Bentak Fani.


Warna minuman fanta sangat merah. Dan terlihat sangat jelas dibajunya yang putih.


Leo hanya diam tidak merespon.


Leo melakukannya demi pelampiasan atas kebosanannya.


Jadi targetnya adalah Fani. Teman sekelasnya yang pernah membuat Leona menangis.


" Kenapa kau diam saja? Kau sudah bisu rupanya!" Sarkas Fani kesal. Walau ia sedikit takut sama Leo, tapi ia juga tidak mau dipermalukan seperti ini.


Mendengar hinaan itu, Leo jadi naik pitam dan menampar Fani dengan kerasnya. Leo tidak perduli kalau yang ia hadapi adalah perempuan.


Justru karena dia perempuan, seharusnya ia bisa menjaga bicaranya.


Bahkan mandi pun masih dimandikan ibunya, karena memang Fani belum bisa mandi sendiri.


Leo sangat puas melihat targetnya tidak berdaya.


" Jangan asal nuduh. Apalagi memperlakukan temanmu seperti Leona. Jangan sok berkuasa. Ingat, diatas langit masih ada langit." Kata Leo.


Fani hanya menangis mendengarkan. Para teman-teman nya mengerubungi tempat itu.


" Kau mendengarkan tidak?" Leo membentak dengan nada yang kasar.


Fani sangat takut digertak seperti itu, akhirnya ia menganggukkan kepalanya. Berharap Leo mengampuninya dan mau melepaskannya.


Anak-anak yang melihat Fani dimarahi sangat senang. Karna jujur saja, banyak dari mereka yang tidak menyukai sifat Fani yang sok berkuasa.


" Ku beri tau satu rahasia." Kata Leo kemudian mendekati Fani.


Fani gemetar melihat Leo berjalan kearahnya. Apa dia akan dipukul lagi ?


" Jangan!!!" Fani berteriak ketakutan.


Leo tertawa senang melihatnya ketakutan.


" Jangan ngompol di sekolah." Leo memperingati.


Fani yang mendengar itu menangis semakin kencang.


" Mama..." teriak Fani sambil menangis.


" Ck, kau ini cengeng sekali." gerutu Leo yang semakin membuat Fani menangis lebih kencang.


" Ingan perkataan ku baik-baik. Papamu bukanlah apa-apa dibandingkan Daddy ku. Daddy ku adalah Raja Bisnis. Dan Papa mu hanyalah semut kecil yang numpang nama diperusahaan milik kakek mu. Ingat itu." Kata Leo mengintimidasi Fani.


Fani ketakutan melihat tatapan itu. Dalam hati Fani bersumpah tidak mau berurusan lagi dengan keluarga Leo.


" Aku bersumpah tidak akan mengganggumu!" Teriak Fani.


" Ck.. Bukan hanya aku. Aku melakukan ini agar kau berhenti mengganggu anak-anak disekolah. Kau mengerti?" Tanya Leo.


Fani mengangguk, lebih baik ia patuh dari pada semakin dipermalukan.


Siswa lainya yang disana menertawakan kekalahan Fani.


" Aku tidak akan mengulanginya lagi." Kata Fani sambil menangis.


Misi Leo pun selesai dan meninggalkan Fani sendiri.


Fani disana mendapatkan banyak hinaan dari para temannya.


Fani malu, oleh karna itu ia langsung melarikan diri dari sana.


-to be continued-