
Rafa masih berusaha menjatuhkan Thomas. Namun karna sudah lama tidak melatih tubuhnya, Rafa menjadi kualahan dan otot kakinya menjadi kebas semua.
Akhirnya pertarungan itu dimenangkan oleh Thomas.
Bruukkk
Rafa terjatuh dengan keras. Nafasnya masih terengah-engah, dalam hati ia menyadari kemampuannya tidaklah seberapa.
" Kau baik-baik saja?" tanya Thomas sambil mengulurkan tangannya berniat untuk membantu Rafa berdiri.
" Ck tentu saja. Ini bukanlah apa-apa." kata Rafa menghilangkan rasa malunya karna kalah.
" Ya sudah kalau begitu. Kamu harus datang kemari setiap hari." pinta Thomas.
" Oke." Rafa kemudian melangkah pergi untuk pulang ke apartemen karna tubuhnya encok semua.
Namun di tengah perjalanan ia kembali di ikuti oleh orang yang tidak dikenal. Rafa merasa malas sekali menghadapi mereka.
Karna ia hanya sendirian jadi mau tidak mau ia harus menghadapi mereka sendiri.
Jalanan malam itu terlihat agak sepi, tapi tetap saja Rafa mau membawa mereka ke tempat sepi.
Tapi sepertinya mereka tidak sabaran untuk segera menghabisi Rafa. Jadi walau ada kendaraan lain disekitar mereka. Mobil dan juga motor yang mengikuti Rafa langsung menyerang.
Sedikit ada tikungan di depan dan Rafa merasa kesulitan mengerem mobil nya yang sudah terlanjur melaju cepat.
" Ck mobil sialan. Apa remnya blong ? tidak mungkin karna setiap pagi selalu di cek sama pak Suman." gerutu Rafa merasa ada yang janggal.
Kemudian matanya melirik ke arah motor yang ditumpangi dua orang yang sendari tadi mengikuti nya dari jarak yang dekat.
Sekarang Rafa tau kenapa rem nya bisa blong. Semua itu karna orang yang berada diatas motor itu mengendalikannya.
Kakinya kemudian menginjak pedal gas dan melaju kencang melewati beberapa mobil didepannya.
" Sial. Cepat ikuti mobil itu jangan sampai kehilangan nya." kata orang yang membonceng dibelakang.
Yang mengemudi pun menambah laju motornya. Namun sepertinya usaha mereka sia-sia saja karena Rafa sudah melaju agak jauh dan berhasil menggunakan Remnya kembali.
Di sebuah tikungan tajam yang kebetulan menjadi jalan yang dilewati Rafa. Disana Rafa langsung membelokkan mobilnya dengan kaki yang masih menginjak Rem dan..
" Dor dor..." Rafa menembak dua ban motor yang sendari tadi mengikuti nya.
Tapi naas walau Rafa berhasil membasmi kedua orang diatas motor itu, tapi jarak mereka cukup dekat jadi Rafa kehilangan kendali lagi atas remnya dan mobilnya yang tadi dibelokkan langsung menerobos rimbunnya pepohonan di pinggir jalan.
Nasib kali ini tidak berpihak padanya, karna ternyata di balik pepohonan itu adalah jurang. Rafa mengumpat kesal karena kini mobil nya berada di antara mau jatuh dan tidak.
Dan mobil yang masih baik-baik saja tadi melakukan aksinya. Mobil itu menabrak mobil yang di kendarai Rafa yang kemudian langsung masuk ke jurang.
Setelah memastikan bahwa mobil yang dibawa Rafa sudah meledak dan sepertinya yang mengemudi alis Rafa sudah tidak mungkin selamat.
Mereka langsung memberi laporan kepada bos yang menyuruh mereka bahwa misi yang mereka lakukan sukses.
" Tuan mobilnya sudah meledak dan tidak mungkin tikus tengil itu selamat." kata seseorang itu dengan senang karena berhasil membasmi tikus itu dengan baik.
" *B*agus. Aku akan langsung mentransfer uang nya kepada mu." kata orang diseberang sana.
" Terima kasih, Tuan." kata seseorang itu lagi dan meninggalkan mobil Rafa yang sudah terbakar.
-to be continued-