
" Ayolah. Percaya lah padaku. Aku kenal hacker jenius yang hebat. Kau pasti tidak akan menyesal bekerja sama dengan ku." ucap Zila meyakinkan Rafa.
" Sebenarnya apa yang kau inginkan ?" Rafa mulai melunak, ia ingin mencari tau ada apa gerangan wanita culun ini tiba-tiba ingin sekali belajar bela diri bersamanya.
" Kau tau bukan, kalau dalam dunia bisnis tidak semua pesaing mu bermain jujur. Ada juga orang tamak yang melakukan cara apa saja untuk menggulingkan mu. Kau mau bisnis yang kau perbesar ini akan direbut sama orang lain secara cuma cuma." jelas Zila.
" Hei apa maksudmu?" Rafa mulai faham, jadi disini Zila khawatir kalau ada orang yang menyerangnya dengan kekerasan.
" Kau belum mengerti juga ? hei, kemana perginya Tuan Rafa yang terkenal dengan kejeniusan nya." ucap Zila tidak percaya.
" Aku tau, aku faham. Kulihat kau adalah wanita baik baik, kau tidak mungkin memaksa ku untuk melakukan hal ini tanpa alasan bukan ? pasti telah terjadi sesuatu." tanya Rafa yakin.
Mendengar itu Zila menjadi kikuk, harus kah ia jujur tentang apa yang ia dengar saat bekerja di Cafenya.
" Begini Tuan. Saat saya melayani salah satu pengunjung VIP, disana Saya mendengar ada dua orang berbicara akan merencanakan penyerangan pada anda. Mereka bilang 'Rafa hanya pintar otak nya, tapi kekuatan nya sangat lemah.' itu yang aku dengar dari mereka. Mereka sempat menyebutkan nama tapi sayangnya saya lupa siapa mereka." tutur Zila panjang lebar.
Zila memilih jujur agar Rafa bisa mencegah segala sesuatu kemungkinan yang akan terjadi dari pada nanti akan terjadi hal yang fatal.
" Jadi karena itu kamu ngotot mau kerja disini, dan memaksaku agar mau mengasah kemampuan bela diriku." ujar Rafa tampak tidak senang karna ada yang mau melawannya.
" Iya Tuan." tutur Zila.
" Kau tidak perlu khawatir tentang hal ini, aku masih punya Mark yang cukup kuat dan juga Roy yang berada dibalik layar jayanya bisnis yang aku jalani. Mereka cukup kuat untuk memukul mundur musuh menyerang." ucap Rafa dengan percaya diri. Walaupun ia tidak terlalu bisa bela diri tapi orang dibelakangnya cukup kuat.
Rafa bukannya tidak mau belajar bela diri hanya saja ia pernah mengalami kejadian fatal saat sedang latihan.
Saat ia latihan memanah di tengah hutan, sekalian berburu binatang.
Saat ketika lelaki beda generasi itu berburu bersama, segerombolan serigala liar mendekat kearah mereka dan menyerang mereka.
Saat itu Rafa juga Kafa masih cukup kecil. Jadi Tuan Arief, Ayah si kembar kebingungan mau menyelamatkan yang mana.
Di tengah kebingungan nya saat itu Kafa langsung berteriak.
" Papaaaaa Tolonggg!!!!!" teriak Kafa.
Salah satu serigala menerkam Kafa dan karna gigitan yang terlalu dalam serta mengenai organ vitalnya jadi Kafa langsung meninggal saat itu juga.
Tuan Arief yang melihat itu menjadi murka dan membunuh semua serigala liar itu.
Walaupun Rafa mendapatkan beberapa luka yang cukup parah tapi ia berhasil selamat.
Dan bukan hanya itu, semenjak kejadian itu Rafa menjadi murung dan tidak mau belajar apapun yang memicu adrenalin, termasuk tidak mau belajar bela diri.
Walaupun Ayahnya sudah memaksa dan memintanya agar menjadi lebih kuat agar bisa melindungi keluarganya, Rafa tetap kekeuh pada pendiriannya.
Akhirnya Tuan Arief menyerah dan tidak memaksa Rafa lagi. Sampai sebuah berita pesawat jatuh yang mengkonfirmasi bahwa Tuan Arief dinyatakan menjadi salah satu korban yang hilang dalam kecelakaan pesawat itu.
"Tuan, Tuan Rafa." panggil Zila karena sendari tadi Rafa hanya melamun.
-To be continued-