Hot Mother and Ceo

Hot Mother and Ceo
52. Kemana Zila ?



Bali in Love.


Rafa mengabulkan permintaan putranya untuk membeli sebuah pesawat pribadi dan mereka menuntut untuk pergi bermain.


Pulau Dewata ini adalah tujuan kawanan Rafa. Pantai Pandawa merupakan tujuan pertama mereka.


" Dad, ayo berenang. Ajak Leo bersemangat." ia ingin menghabiskan tenaganya sepuasnya di sini.


" Hei hati hati boy." ucap Rafa sambil membawa handuk.


" Okay dad. Kakak ayo." Leo menarik tangan Leon untuk segera meluncur ke laut yang bening dihadapannya.


" Mom aku juga mau." pinta Leona kepengen berenang juga bareng kembarannya.


" Kau sudah tidak mabuk perjalanan lagi." tanya Zila khawatir, pasalnya anak perempuan nya ini muntah terus di perjalanan.


" Aku baik mom. Kakak double L akan menjagaku di sana. Boleh ya, mom." rengek Leona menunjukkan puppy eyesnya.


" Okay baiklah. Jangan jauh-jauh dari kakak mu, ya." kata Zila.


" Tentu saja mom, mereka berdua adalah pengawal setia ku." girang Leona.


Ketiga anak kembar itu berenang di pinggir pantai yang indah terawat dengan baik. Warna airnya sangat jernih membuat mereka menjadi lebih fresh.


" Kau tidak ingin bergabung bersama mereka?" tanya Rafa pada Zila yang diam saja.


" Tidak. Aku lebih suka mengawasi mereka dari sini." jawab Zila sambil mencari tempat yang nyaman untuk duduk.


Zila memilih bebatuan tertata rapi di sana untuk duduk.


Rafa mengikutinya dan memeluknya dari belakang.


Ia mengendus harum rambut istrinya yang masih wangi.


Baju kebesaran Zila berterbangan terbawa angin laut yang hari itu sangat kencang.


" Kau menyukai nya ?" tanya Rafa sambil menata surai hitam istrinya.


" Hmm..." gumam Zila masih menikmati betapa segarnya angin laut yang menerpa wajahnya.


" Mom." Leona berteriak ketika Leo menggodanya dan mau menangkapnya.


" Aku akan menangkap mu sampai ke ujung dunia pun." Leo masih berusaha mengejar Leona di pinggir pantai.


Pukkk


Leona memekik kesal ketika badannya jadi kotor semua.


" Kakak.." pekik Leona berbalik mengejar Leo dan Leo dengan gesit menghindari Leona.


Leon sudah menyelesaikan kegiatan berenangnya dan memilih untuk menikmati segelas jus di pinggir pantai sambil melihat-lihat.


Leon tersenyum simpul saat pandangannya melihat sang ibu yang menunjukkan wajah bahagia nya.


" Mommy." gumamnya.


Leon kemudian melihat lagi ke arah dimana Leo dan Leona berada.


" Saatnya kau berbahagia, mom." bisik Leon pelan.


๐ŸŒท๐ŸŒท๐ŸŒท๐ŸŒท


" Boy kau tau dimana mommy mu." tanya Rafa pada Leon yang masih menikmati jusnya dengan mata terpejam.


Mata Leon langsung terbuka lebar mendengar suara ayahnya.


" Bukan kah tadi bersama mu dad ?" tanya Leon pada sang ayah.


" Iya. Tapi ia tadi pengen pizza jadi daddy pesan kan. Terus daddy tidak melihatnya saat daddy kembali." ucap Rafa.


" Bagaimana bisa? kalau terjadi sesuatu pada mommy maka aku tidak akan pernah memaafkan mu, dad." ucap Leon mengancam Rafa.


Rafa bukannya takut dengan ancaman itu, malah ia senang anaknya begitu menyayangi dan menjaga ibunya.


Setelah memastikan kalau Leo dan Leona sudah istirahat di hotel dengan penjagaan ketat, kedua manusia jenius beda generasi itu memulai pencarian orang yang mereka sayangi, Zila.


Leon meretas cctv dekat pantai dan juga beberapa mobil yang terparkir di pantai itu.


Namun, Leon tidak menemukan apapun.


" Bagaimana boy ?" tanya Rafa.


" Buruk dad." jawab Leon.


-to be continued-