Hot Mother and Ceo

Hot Mother and Ceo
43. Rencana Rafa



Sejak kecelakaan, Roy lah yang mengurus perusahaan dan Rafa hanya membantu di belakang layar.


Kini perusahaan Rafa menjadi sangat aman berkat Leon. Rafa jarang sekali ke perusahaan karna ia sekarang sedang fokus melatih kemampuan bela diri nya.


Rafa juga mengangkat para gelandangan yang ia temui di jalanan. Yang muda ia jadikan anak buah dan yang tua cuma dikasih uang yang cukup untuk membuka usaha keinginan mereka.


Awalnya mereka mau di buatkan tempat khusus buat tuna wisma tapi mereka menolaknya dan lebih memilih dikasih uang saja buat cari uang.


Dua bulan berlalu...


Setelah berlatih dengan temannya, Thomas. Kini Rafa sudah punya markas sendiri yang masih beranggotakan 61 orang.


Jumlah mereka memang sedikit tapi jangan remehkan kemampuan mereka.


Mereka adalah gelandangan dengan latar belakang masing-masing. Sebagian ada yang dulunya orang kaya tapi di curangi oleh orang yang jahat hingga Rafa mendidik mereka menjadi orang yang berdarah dingin.


Kebaikan hati Rafa membuat mereka akan melakukan apa saja untuk majikannya.


Mereka bersumpah akan memastikan Tuannya baik-baik saja.


๐ŸŒท๐ŸŒท๐ŸŒท๐ŸŒท


" Langitnya biru.." gumam Leon.


" Cuacanya panas.. " gumam Leo.


Mereka sejenak saling pandang lalu kemudian menghela nafas secara bersamaan.


Mereka berdua sekarang sedang berada di ruang tengah, membuka jendela dan mengamati apa saja yang dilihatnya.


Duk... Duk... Duk....


Terdengar suara ketukan sepatu dari lantai atas, rupanya ayah mereka sudah turun.


" Hey boys, kenapa kalian tidak bersemangat sekali." tanya Rafa saat sudah berada di lantai terakhir.


Mereka menoleh kearah ayah mereka secara bersamaan dan itu terlihat sangatlah lucu di mata Rafa.


" Dad, kami bosan dirumah." tutur Leo buka suara.


Ini adalah libur semester, sudah satu minggu mereka hanya bermain di rumah.


" Baiklah. Apa yang kalian inginkan ?" tanya Rafa sambil berjalan mendekat kearah mereka.


" Kami mau keliling dunia dad." pinta Leo.


" Wahhhh yang bener dad." kali ini Leon yang antusias.


" Tentu saja, kalian suka ?" tanya Rafa.


" Iya dad. Kami juga mau miniatur pesawat satu saja buat kami berdua." ucap Leo.


" Beneran ngga rebutan ? daddy masih bisa beliin dua loh." goda Rafa pada mereka.


" Ngga dad. Satu saja, ngga seru kalau bermain sendirian. Kalau berduakan asik. Nanti Leona beliin kesukaannya juga ya dad." pinta Leo.


" Leona mah gampang. Hadiah ulang tahunnya isinya daddy pun ia bakal lebih senang." ucap Rafa dengan tertawa, pasalnya anak perempuannya itu paling lengket sama dia.


Kedua putranya mendengus kesal karena pamor mereka dikalahkan oleh sang ayah.


" Oh ya, dimana Mommy." tanya ayah mereka.


" Lagi manja in Leona. Kami sampai dilupakan." kata Leo.


" Boy, ayah punya rencana." kata Rafa dengan wajah tengilnya.


" Rencana apa, dad ?" tanya Leo.


" Kemari, daddy bisikin."


Kedua kembar itu tersenyum puas mendengar rencana ayah mereka. Dan mereka sepakat untuk melakukannya.


Di tempat lain.


" Kamu kemana saja sih, sayang." gerutu wanita muda yang cantik.


" Kau tahu bukan kalau aku ini sibuk sekali." ucap si pria.


" Tuan Kenan, kau harus segera bertindak sebelum Rafa berhasil memperkuat pertahanan nya."


" Lula, kamu itu cemas sekali. Santai saja rencana kita pasti berhasil." kata Kenan.


" Kau selalu saja menggampangkan segalanya." kata Lula.


Lula menatap tunangannya penuh selidik, apa pria paruh baya ini menyembunyikan sesuatu?


-to be continued-