Hot Mother and Ceo

Hot Mother and Ceo
33. Penyusup



Roy langsung menuju keperusahaan setelah kepergian Leon. Walaupun ia bersikap seolah tidak suka dengan kehadiran Leon.


Tapi ia bersyukur dalam hati karna berkat kejeniusan Leon yang menurun dari ayahnya, kebangkrutan perusahaan bisa di atasi.


Setelah sampai di perusahaan Roy langsung menemui Zila dan menunjukkan berkas yang didapatkan Leon.


Mereka kemudian mengambil tindakan bersama untuk menjebak si penyusup.


Mark si sekertaris juga sibuk karena perusahaan yang menjadi berantakan.


" Kau kenapa terlihat sedih sekali." tanya Zila pada Roy yang melakukan pekerjaannya tidak bersemangat sama sekali.


" Nyonya tidak mendengar kabar hari ini?" tanya Roy tidak percaya istri majikannya ini terlihat biasa saja.


" Kabar apa ?" tanya Zila yang memang tidak tau.


" Sekarang beredar di media sosial kalau Tuan Rafa meninggal dunia." kata Roy yang langsung mengagetkan Zila karna memang Zila belum mendapat kabar apa-apa dari ibu mertua nya.


Zila langsung menghubungi ibu mertuanya yang sekarang menjaga Rafa di rumah sakit.


" H**alo." suara di seberang sana.


"Mama, bagaimana keadaan Rafa, Ma ?" tanya Zila khawatir karna dalam hitungan hari ia bisa jadi janda. Zila tidak mau kalau sampai hal itu terjadi.


" K**amu tenang saja, sayang. Rafa baik baik saja." suara di seberang menenangkan perasaan Zila.


"Tapi, ma. Kenapa beredar berita kalau Rafa sudah tiada, ma." tanya Zila lagi dengan bergetar.


" I**tu palsu sayang. Mama juga tidak tau siapa yang berani menyebarkan berita hoax tentang suami kamu. Tapi kamu tenang saja. Rafa masih hidup walau keadaan nya masih kritis. Kita berdo'a saja ia akan segera sadar dari komanya." bu Susi menenangkan.


" Ma, tolong jagain Rafa ya, ma. Zila ngga mau Rafa kenapa-napa." pinta Zila cemas.


" I**ya sayang. Seharusnya mama yang berterima kasih padamu karna sudah mau menggantikan posisi Rafa diperusahaan. Kalau tidak pasti orang lain akan mudah melumpuhkannya."


Mendengar itu Zila jadi mengingat dua orang yang dicurigai nya. Yaitu orang yang berbicara di Cafenya tapi sayangnya ia lupa siapa nama mereka.


*kenapa pemerannya suka pada melamun, ya๐Ÿ˜†


" nyonya, nyonya. Panggil Roy pada majikannya." Zila kaget tapi mampu menormalkan dirinya kembali.


" Ekm ya Roy ada apa." tanya Zila.


" Kenapa Nyonya melamun." Roy balik nanya.


" Tak apa. Kurasa penyusup itu dibayar oleh seseorang. Tapi siapa ?" pikir Zila.


" Nyonya tenang saja. Saya akan menyelidiki masalah ini dengan baik." kata Roy meyakinkan.


" Oh ya Roy. Jangan panggil nyonya, kesannya kurang enak didengar." pinta Zila merasa tidak nyaman dengan panggilan itu karna Roy lebih tua darinya beberapa tahun.


" Lalu saya harus panggil apa. Nona ? panggilan nona tidak juga pantas di dengar oleh orang yang sudah memiliki anak tiga." kata Roy.


Zila hanya bisa terdiam dan membiarkan tangan kanan suaminya ini memanggilnya apa saja.


Justru karena sudah punya anak tiga, aku jadi semakin menggoda.. hihi...


๐ŸŒท๐ŸŒท๐ŸŒท๐ŸŒท


Mark saat itu berusaha untuk menghubungi Tuannya di tengah kesibukannya.


" Y**a. Ada kabar apa lagi ?" tanya orang di seberang sana.


" Bos, Roy ikut campur tangan urusan perusahaan jadi rencana untuk mencuri virus yang dibuat tikus kecil itu sangat sulit untuk diambil." kata Mark melaporkan.


Ya, penyusup itu adalah Mark. Posisinya yang sangat dekat dengan Rafa juga sudah menjadi kepercayaan Rafa membuat niatnya tidak terendus sama sekali.


-to be continued-