
Rafa sedikit terganggu dengan ucapan Zila kemarin di perusahaan.
Jadi, mulai hari ini ia sengaja meluangkan waktunya untuk mengasah kemampuan bela dirinya.
Ya, Rafa memang tidak takut jika ada yang menentangnya, tapi ia sudah melibatkan Zila dalam kehidupan nya jadi ia harus bisa melindunginya juga.
Red Blood adalah organisasi yang dipilih Rafa untuk membantu mengasah kemampuan bela dirinya, mengingat pemimpin organisasi ini salah satu teman dekatnya, Thomas.
" Hei, lama tidak berjumpa." sapa Thomas saat melihat kawan lamanya datang ke daerah kekuasaannya.
" Hmm.." Rafa hanya menjawab seadanya. Thomas tidak merasa tersinggung sama sekali karna ia sudah tau betul tabiat temannya satu ini.
" Kau berubah pikiran, siapa yang sudah membuat mu sadar kalau dalam dunia bisnis juga butuh kekuatan." tanya Thomas sambil mengambil pistol keluaran terbaru yang baru saja dibeli Rafa secara khusus.
" Ck jangan banyak tanya. Cepat lakukan tugas mu." gertak Rafa tidak suka kalau privasinya ditanyain.
" Kamu itu memang selalu menyebalkan. Ini ambil." Thomas melempar pistol yang baru ditemukannya.
" Kau tidak ingin belajar menggunakan pisau atau pedang ? menghadapi musuh menggunakan pedang akan terlihat keren." saran Thomas yang ditolak mentah-mentah oleh Rafa.
" Aku tidak mau membuang waktu ku hanya untuk menghadapi mereka. Kalau dengan pistol saja langsung dead, buat apa pakai yang lainnya yang hanya mengulur waktu saja." tolak Rafa.
" Kau itu memang tidak bisa diajak bicanda sedikit saja."
Karna sudah kalah berdebat, Thomas sehera menantang Rafa untuk duel menembak agar bisa tepat sasaran.
" Dor dor dor." Thomas menargetkan tiga titik dan kena semua.
Rafa pun melakukan hal yang sama. Kali ini targetnya Rafa dibuat kemedan yang agak sulit ditembus dari asal Rafa menembak.
Dan " Dorr dor dor..." suara tembakan terdengar dan Tembakkan Rafa tepat sasaran.
Rafa yang mendengar itu merasa tidak terima.
" Uangku sudah banyak. Buat apa nambah uang lagi dengan cara haram sedangkan uang yang aku cari dengan cara halal saja aku kesulitan menghabiskannya." sombong Rafa.
" Ya, ya ya. Terserah padamu Tuan Rafa yang terhormat." ucap Thomas dengan memutar bola matanya malas.
" Ck menyebalkan." gerutu Rafa yang disambut oleh gelak tawa mereka berdua.
Begitu lah cara berteman mereka.
Setelah beberapa saat hanya bercanda kini mereka sedang dalam mode serius karna mereka sedang melakukan duel berdua.
Awalnya Thomas sudah memaksa untuk dilatih dulu tubuhnya karna sudah lama tidak digunakan tapi Rafa tetap ngotot minta bertarung.
Thomas juga tidak punya pilihan lain selain mengiyakan permintaan teman dekatnya itu.
Mereka pun saling menyerang dan saling menjatuhkan.
Awalnya Thomas nampak hanya menangkis dan menghindar agar Rafa tidak terluka.
Tapi Rafa terus saja menyerangnya dengan membabi buta dan akhirnya Thomas pun juga tidak terima kalau ia bakalan kalah dari pria yang mencoba untuk tidak mempercayai cinta itu.
Dan karna Thomas menggunakan seluruh tenaganya dan Rafa yang sudah lama tidak berlatih mereka menjadi saling menyerang dan menghindar.
Di akhir pertandingan ini dimenangkan...
-to be continued-