Hot Mother and Ceo

Hot Mother and Ceo
46. Kejutan



Krystal memilih dress elegan berwarna biru laut yang bertabur banyak sekali berlian.


" Ayo cepat kamu ganti pakai baju ini." kata Krystal.


" Aku tidak mau. Jangan suruh aku" Zila kesal sekali dengan wanita ini yang sudah membuatnya kelelahan.


" Ck kau tidak akan menyesal telah menuruti semua kemauan ku. Cepat lakukan saja. Jangan membantah!" Krystal memaksa Zila memakainya.


Bahkan Krystal ikut masuk ke ruang ganti sampai Zila malu bukan kepalang karena ia agak telanjang, cuma pakai daleman.


" Iya iya iya, aku pakai. Kamu keluar dulu." Usir Zila.


" Jangan membohongi ku. Cepat pakai dan kita keluar bersama." kata Krystal.


" Kau ini tidak punya malu sama sekali ya. Cepat keluar."


" Kita ini sesama perempuan, buat apa malu. Rafa pasti keenakan karena punya mu yang ukurannya jumbo itu. Tenang saja tidak akan aku bocorin pada lelaki lain tentang bentuknya, cuma suami mu yang tau." ucap Krystal fulgar.


" Kamu keluar saja." pinta Zila yang menjadi tambah malu mendengar ucapan itu.


" Cepatlah. Atau kita tidak akan pernah selesai karna berdebat." ucap Krystal.


Zila yang juga sudah pasrah pun mengganti bajunya dengan cepat.


" Sudah aku duga. Bajunya cantik sekali. Ayo."


Krystal langsung menarik tangan Zila untuk menuju ke tempat selanjutnya yaitu salon.


" Kau gila, ya. Bajunya belum aku lepas."


" Tenang saja. Kamu cocok pakai baju itu." kata Krystal sedikit tertawa.


Pasalnya dandanan Zila sangat lah culun tapi baju yang di pakainya hanya cocok untuk cewek cantik.


" Ngga lucu." Zila beranjak mau pergi tapi langsung dicegah sama Krystal


" Ayo." Krystal langsung menarik paksa tangan Zila.


Sepanjang perjalanan Zila menggerutu dalam diam. Ada apa dengan wanita ini. Bukankah ia adalah kekasih Rafa ?


Tapi mengapa seharian ini ia selalu mencoba untuk mengakrabkan diri dengan ku.


Setetes air bening meluncur dipipinya, ia merasa sangat terluka mengingat sudah dua bulan, tapi ia belum bisa berhasil mendapatkan hati suaminya.


" Hello Miss Reva." sapa Krystal pada teman lamanya.


" Oh.. Krystal. How are you?" tanya Reva.


" Oh. Apakah ini wanita yang kau ceritakan ?" tanya Reva dengan logat Inggris nya.


" Ya. Aku tidak menerima kesalahan. Kau harus membuat nya tampil secantik mungkin." ucap Krystal.


Zila hanya diam mencerna apa yang sebenarnya terjadi?


" Ayo nyonya." Reva menarik Zila untuk duduk.


" Saya masih muda." ucap Zila.


" Tapi sudah punya anak. Jadi saya panggil nyonya." ucap bule itu lagi.


Zila diam saja ketika rambutnya mulai di tata juga mulai di dandani. Apa maunya mereka ?


Setelah lama di salon, waktu menunjukkan pukul tujuh malam.


Di perjalanan Zila merasa aneh karena ia merasa sangat asing dengan jalan ini.


" Kita mau kemana ?" Zila takut kalau ia akan di jual di salah satu hotel seperti salah satu Novel yang di bacanya.


" Tentu saja pulang." kata Krystal asal.


" Tapi ini bukan jalan pulang kerumah." Kini Zila mulai panik.


" Berisik sekali. Lebih cepat, pak." kata Krystal pada si supir.


" Kita mau kemana, non ?" tanya pak supir.


Kemudian Krystal menyebutkan salah satu nama hotel bintang lima di Jakarta.


" Kau gila ?" pekik Zila.


" Pak turun... buka pintu nya."


Sepanjang perjalanan Zila hanya memberontak. Dan setelah sampai di hotel Krystal langsung keluar dari mobil meninggalkan Zila sendiri.


" Bye bye..." Krystal melambaikan tangannya.


Zila masih saja di dalam mobil dan pak supir melajukan mobilnya.


" Pak pulang ke rumah." pinta Zila.


Si supir hanya mengangguk, sepanjang jalan Zila melamunkan kejadian hari ini sampai ia tidak memperhatikan jalan yang diambil pak supir beda dengan biasanya.


-to be continued-