Hot Mother and Ceo

Hot Mother and Ceo
58. Racun



Setelah memastikan para anaknya istirahat, barulah pasukan Rafa berangkat kesekolah yang dituju.


Sesampainya mereka disana, mereka tercengang melihat banyak sekali pengawal yang tergeletak tidak bernyawa.


Mereka melewati mayat mayat itu dan menyisir seluruh tempat untuk mencari keberadaan Zila.


Setelah memutari tempat itu, mereka harus menelan pil pahit bahwa mereka gagal lagi.


" Sial. Apakah mereka sedang bermain petak umpet. Liat. Kita cuma di suruh melihat mayat yang tergeletak tidak bernyawa di sini." umpat Rafa kesal. Ia mengkhawatirkan istrinya yang sudah lama tidak ia temukan.


" Tuan. Seluruh tempat kosong. Tidak ada apapun disini." kata Lucas setelah kembali dari dalam. Lucas udah memastikan seluruh tempat tergeledah tapi memang tidak ada.


Mereka pun kembali ke rumah dengan tangan kosong.


Sesaat setelah mereka pergi, Leon dan Leona keluar dari tempat persembunyiannya.


*Flashback


Leo menata seluruh kamar saudaranya, ia kasih guling agar terlihat seperti ada isinya. Dan memang itulah bagian dari rencana mereka.


" Leo. Kau jaga Rumah dan aku akan mendatangi mereka bersama Leona." ucap Leon yang kemudian berlangsung pergi.


" O**kay." ucap Leo kemudian berlalu ke kamarnya untuk pura-pura tidur.


Itulah mengapa Rafa tidak curiga pada mereka.


Leon sudah menelfon Thomas, teman Rafa untuk minta bantuan kalau saja terjadi sesuatu yang mendesak dan Thomas menyetujuinya.


Leon dan Leona mendatangi tempat itu duluan sebelum Rafa tiba. Mengapa mereka bisa tau dimana tempatnya ?


Semua itu karna kejeniusan Leon. Leon memeriksa data pribadi kakeknya, Arief dan menemukannya.


Mereka menyergap berdua saja dengan cara yang apik tanpa ada yang tau.


Leona membawa racun mematikan yang bisa membunuh orang yang meminumnya langsung tanpa basa basi.


Kedua kembar itu masuk ke dapur dan menyajikan minuman berisi racun dalam jumlah yang banyak karna mereka melihat banyak sekali penjaga diluar.


Kabar baiknya, salah seorang penjaga mulai membagikan apa yang ia dapatkan dari dapur tanpa curiga kalau isinya itu adalah racun.


Tak butuh waktu lama mereka pun meninggal dengan wajah yang mengerikan di penuhi busa yang keluar dari mulutnya.


Leon menyisir tempat itu bersama saudaranya, Leona. Tapi kosong. Tidak ada apapun disana.


Flash back End*.


Leon dan Leona melihat kepergian rombongan sang ayah dengan tatapan sedih.


Siapa sebenarnya musuh mereka. Kenapa mereka bersembunyi dengan sangat rapi tanpa terendus oleh mereka sama sekali.


Di mana mereka bersembunyi?


Leon dan Leona kemudian berniat pergi dari sana. Namun, saat berjalan tanpa sadar kaki Leona menyandung tangan salah satu pengawal yang sudah mati


Ddukk..


Leona terjatuh dan tubuhnya mengenai rak sepatu yang sudah usang. Karna ringan, rak sepatu itu tergeser dan Leona jadi jatuh kelantai.


Leon kaget mendapati kembarannya yang sudah mencium lantai dan membantunya berdiri.


Namun kegiatan mereka terhenti ketika melihat tembok dibelakang rak sepatu terbuka.


Mereka saling pandang kemudian menerka. Apa itu adalah ruang rahasia ?


Mereka memasuki ruangan itu bersama. Mereka hanya melihat ruangan kosong dengan satu pintu terbuat dari kayu.


Leon pun membuka pintu itu dengan hati hati di ikuti Leona di belakangnya.


Kedua kembar itu kaget melihat seorang pria tua lusuh di rantai dan di pasung.


Mereka pun memastikan kalau semua aman dan menolong pria itu.


-to be continued-