GIVE ME YOUR LOVE

GIVE ME YOUR LOVE
Episode 8



Nikolas akhirnya mengalihkan pandangannya pada putri bungsunya, Aqila. "Apakah yang di katakan Aulia benar?"tanyanya.


Melihat putrinya terdiam sambil menundukkan kepalanya, Nikolas berkata, "Qila tatap Daddy! Apakah yang di katakan Aulia benar?" ulang Nikolas. Aqila mendongakkan kepalanya menatap pada wajah tampan nan tegas Daddy-nya, lalu mengangguk.


"Oke kalian semua salah, jadi jangan saling menyalahkan. Lia seharusnya kamu minta maaf pada Qila dan Qila juga salah karena balas membasahi baju Lia. Jadi sekarang kalian harus saling minta maaf," putus Nikolas menatap dua putrinya bergantian.


Aqila segera berdiri dari duduknya dan berjalan menghampiri Aulia yang masih berada di pangkuan Kanaya.


"Lia, Qila minta maaf ya karena balas membasahi bajumu" ucap Aqila saat sudah berada di depan Kanaya dan Aulia. Mendengar itu membuat Aulia menatap saudaranya.


Turun dari pangkuan Kanaya dan berdiri berhadapan dengan saudaranya kembarnya itu. "Iya, maafin Lia juga ya karena membuat bajumu basah" Aqila menganggukkan kepalanya tanda bahwa dia memaafkan Aulia.


Setelahnya mereka segera berpelukan dengan air mata yang sudah mengalir di wajah mereka. Aqila memeluk saudaranya erat sambil menggumamkan kata maaf pada saudara dan Aulia hanya mengangguk, lalu balas memeluk kembarannya tak kalah erat.


Nikolas, Kanaya dan Aiden tampak tersenyum tipis melihatnya. Kanaya merasa bersalah karena sudah membentak dan menuduh putrinya. Tapi siapa yang tidak salah paham saat ke duanya bertengkar dan salah satunya tiba tiba jatuh, pasti semua orang akan berpikir orang itu mendorong orang yang lainnya, pikir Kanaya supaya mengurangi rasa bersalah pada putrinya.


Usai acara saling minta maaf itu, mereka saling bercanda dan tertawa bersama seperti sedia kala. Membuat mansion itu tampak hangat dengan tawa mereka.


"Baiklah, karena sudah larut malam kalian harus segera tidur" ucap Nikolas menatap ke tiga anaknya yang matanya mulai memberat, ingin tidur.


Berdiri lalu mencium pipi Nikolas dan Kanaya bergantian. Saat giliran Aqila untuk Kanaya, dia merasa canggung karena kejadian tadi, tapi ia tetap mencium pipi Mommy-nya itu. Kanaya yang melihat itu semakin merasa bersalah, tapi di sisi lain dia beranggapan dirinya benar.


"Ayo sayang" Kanaya segera bangkit dari duduknya untuk ke kamarnya dan Nikolas.


Nikolas melepas dua kancing kemejanya dan menggunakan lengan bajunya hingga siku. Melihat Kanaya yang sedang duduk di pinggir kasur, melamun membuat dia menghampirinya.


"Apa yang sedang kamu pikirkan, sayang?" tanya Nikolas setelah duduk di sampingnya. Perkataan Nikolas membuyarkan lamunannya, Kanaya menengok ke samping kanan yang langsung bertatap dengan wajah tampan Nikolas yang sudah duduk di sana dan memperhatikannya dari tadi.


Kanaya menggelengkan kepalanya, dia berkata "Tidak papa". Nikolas yang merasa Kanaya menyembunyikan sesuatu pun terdiam dengan terus menatap intens wajahnya.


"Aku merasa bersalah pada Qila karena sudah membentak dan menuduhnya" ungkap Kanaya pada akhirnya karena tidak tahan di tatap seperti itu oleh Nikolas.


Nikolas mengerutkan keningnya, bingung. "Kenapa kamu membentaknya, sayang?" tanya Nikolas tak mengerti.


Kanaya menundukkan kepalanya, dia berkata, "Aku membentaknya karena ku kira dia dengan sengaja menjatuhkan Lia ke dalam kolam. Aku sangat marah saat itu, sehingga aku membentaknya"


Nikolas terkejut dengan penjelasan Kanaya, karena Kanaya sangat tidak bisa membentak anak anak mereka. "Apa kamu tidak menanyakan apa yang terjadi pada mereka sehingga Lia terjatuh?" tanya Nikolas dengan tangan yang berada di dagu Kanaya dan di arah untuk melihatnya.


Kanaya terdiam sejenak dengan menatap mata Nikolas yang seakan akan menenangkannya, lalu berkata, "Dia memberitahukan pada ku apa yang terjadi, tapi aku mengira dia berbohong, aku tidak mempercayainya". Dia berhenti sejenak untuk melihat ekspresi Nikolas yang datar, tanpa ekspresi.


"Aku tau aku salah, tapi siapa orang yang tak akan salah paham saat ke duanya bertengkar dan salah satu dari mereka terjatuh, pasti semua orang akan menyalahkan orang yang bertengkar dengannya!" lanjut Kanaya membela diri.