GIVE ME YOUR LOVE

GIVE ME YOUR LOVE
Episode 53



“Ugh, aku sangat lelah!!” Ucap Laura dengan membawa beberapa paper bag di tangannya.


“Ya, aku juga. Lebih baik kita makan dulu sebelum kembali berbelanja.” Saran Aqila kepada Laura dan Vina yang berada di sampingnya.


“Ugh!! Ya itu ide bagus. Aku juga sangat lapar dan haus.” Ucap Vina menyetujui saran dari Aqila. Sedang kan Laura hanya menganggukkan kepalanya saja. Dia sudah terlalu malas dan lelah hanya untuk berbicara saja.


Sekarang Aqila, Vina dan Laura sedang berada di mall. Sebenarnya hanya ingin membeli beberapa sayur dan buah di supermarket yang ada di mall. Tapi tiba tiba saja Vina dan Laura ingin ikut. Jadi, Aqila menyetujuinya saja, lagi pula dia juga ada teman untuk mengobrol dan menemaninya nanti.


Seharusnya mereka ke sana hanya untuk membeli sayur dan buah saja. Tapi Vina dan Laura yang tidak tahan setelah melihat baju dan tas yang ada di etalase toko.


Jadi, sekarang mereka atau lebih tepatnya Vina dan Laura sedang shopping dan Aqila hanya menemani mereka memilih barang ini dan itu selama berjam jam. Seharusnya Vina dan Laura yang menemani Aqila, sekarang justru terbalik Aqila yang menemani Vina dan Laura.


Dan sekarang mereka bertiga sedang duduk di restoran Indonesia yang berada di sana. Hal itu karena rekomendasi Aqila, selain itu Aqila rindu memakan makanan dari Indonesia.


Tak lama waiters membawa makanan yang telah mereka pesan. Pelayan di restoran itu benar benar sangat cepat. Selain itu dekorasinya juga sangat mencerminkan negara Indonesia yang membuatnya unik di Korea Selatan.


Aqila memesan makanan nasi goreng dan bakso serta minumannya jus mangga. Vina memesan makanan soto ayam dan minumannya jus alpukat. Sedangkan Laura memesan makanan rendang dan minumannya sama dengan Aqila, yaitu jus mangga.


Aqila dengan tidak sabar menyendok kan nasi ke dalam mulutnya. Dia menutup matanya, menikmati rasa dari makanan yang berada di mulutnya.


"Emm, ini enak sekali!!" ucap Aqila sambil membuka matanya. Dia terlihat terburu buru memakan makanannya.


Sedangkan Vina dan Laura hanya tercengang melihat Aqila yang makannya terkesan terburu buru, seperti orang yang ketakutan jika akan ada yang meminta makanannya.


Hah!! Benar benar membuat malu saja!


Untung saja semua orang yang berada di sana sibuk dengan urusan mereka masing masing. Sehingga tidak ada yang melihat dan memperdulikan cara makan Aqila.


Tapi memang masakan di restoran ini sangat enak. Sungguh seperti masakan yang ada di negara Indonesia. Mungkin karena pemilik restoran ini adalah orang Indonesia. Jadi, rasa masakannya bisa semirip itu.


Sehingga membuat Vina dan Laura memakannya dengan lahap, tapi masih memperhatikan tata krama makan mereka. Tidak seperti Aqila yang... Ah, sudahlah! Lupakan saja hal itu!!! Mungkin dia benar benar merindukan masakan Indonesia sehingga seperti itu. Positif thinking aja dulu!!


Sekarang di meja Aqila banyak piring dan gelas kosong. Mereka bertiga tidak menyia nyiakan sedikit pun makanan yang berada di piring masing masing. Sehingga piring piring itu terlihat bersih tanpa perlu di cuci.


Aqila, Vina dan Laura menyandang tubuh mereka ke sandaran kursi. Mereka bertiga terlihat kekenyangan dengan perut yang sedikit membuncit.


"Ergh!"


Laura dan Aqila menatap ke arah Vina terkejut, karena Vina yang tiba tiba saja cegukan. Itu membuat Aqila dan Laura tertawa apalagi Vina langsung menutup mulutnya malu usai menyadari apa yang dia lakukan.


Argh, benar benar tidak sopan. Bodohnya!! Di mana tata krama mu menghilang Vina!!! Suara hati Vina yang menjerit karena tingkahnya sendiri. Dia benar benar malu, apa lagi saat melihat Aqila dan Laura yang menertawakannya.


"Berhentilah tertawa!! Memangnya ada yang lucu?!" ucap Vina menatap ke arah Laura dan Aqila yang terus saja tertawa. Hal itu membuatnya sangat kesal.


"Huh, iya iya!!"


Akhirnya Aqila dan Laura menghentikan tawa mereka. Ke duanya sama sama tersenyum ke arah Vina, senyum itu membuat Vina semakin jengkel dengan ke duanya. Yah, ke dua orang itu masih saja mengejeknya yang sangat terlihat dari senyuman ke duanya.


"Argh, kalian berhentilah tersenyum seperti itu!!! Itu sungguh menjijikan!!" ucap Vina menatap tajam ke arah Laura dan Aqila.


"Hahaha.... Baiklah baiklah. kamu akan berhenti!!"


Setelah itu tidak ada keributan lagi di meja itu. Ke tiganya tetap duduk di sana sampai perut mereka merasa sedikit kosong dan dapat berjalan kembali.


Tiba tiba saja Laura berkata, "Kenapa ya selalu saja ada masalah dalam hidup ini?!"


Aqila dan Vina menatap Laura heran.


"Tentu saja, Namanya juga manusia. Pastilah cobaan hidupnya sangat banyak!!" ucap Vina menyahuti.


"Kita selalu berdoa agar di permudah urusan di dunia dan akhirat. Tapi kenapa kita masih menghadapi masalah di dunia ini?!"


"Namanya juga manusia. Pasti akan selalu menghadapi cobaan cobaan dari Allah."


"Di dunia ini tidak mungkin ada seseorang yang tidak memiliki masalah. Entah itu masalah keluarga, sekolah, karir ataupun masalah percintaan."


"Kita sebagai manusia, pasti pernah mengalami masalah masalah itu semua. Tinggal kita saja bagaimana cara menyikapi masalah masalah yang datang itu!!"


"Ada yang terus ceria, ada juga yang terus tersenyum, ada juga orang yang tetap tertawa, ada juga orang yang pendiam. Tapi kita tidak tahu, masalah apa yang mereka sembunyikan dari sifat mereka itu. Bisa jadi masalah hidup mereka lebih berat dari pada kita."


"Jadi, saat kita mendapatkan masalah seperti itu. Jangan merasa Allah tidak menyayangi kita. Justru karena Allah sayang, makanya kita di uji dengan masalah masalah yang ada di dunia ini. Lagi pula Allah tidak akan memberikan masalah ke pada diri kita masing masing,jika kita tidak bisa menghadapinya."


Terang Aqila panjang lebar dengan menatap Laura. Vina dan Laura yang mendengar penjelasan Aqila tercengang.


"Wow, entah kenapa aku merasa kamu tiba tiba sangat bijaksana!!" ucap Vina mengacungkan ibu jarinya pada Aqila.


Aqila memukul pelan kepala Vina. Dia sudah serius seperti ini, justru Vina ingin mengajaknya bercanda dan mengejeknya.


"Awww!! Jangan memukul kepalaku!!" peringat Vina menatap Aqila tajam.


Dia mengusap kepalanya yang kena pukul Aqila. Walaupun Aqila sudah memukulnya dengan pelan, tapi tetap saja terasa masih sakit dan panas.


"Iya iya, maaf!!" ucap Aqila merasa bersalah saat melihat wajah kesakitan Vina.


Laura hanya termenung memikirkan penjelasan Aqila. Dia tersadar karena suara kesakitan Vina. Laura terkekeh pelan mengetahui apa yang baru saja terjadi, saat melihat interaksi antara Vina dan Aqila. Pasti Aqila lagi lagi memukul kepala Vina. Terlihat sekali dari tingkah Vina yang sedari tadi mengelus kepalanya.


"Tidak bisakah manusia hidup tanpa masalah di dunia ini?" ucap Laura menghentikan pertengkaran yang terjadi antara Vina dan Aqila.


Vina dan Laura segera memusatkan perhatiannya pada Aqila. Menunggu jawaban yang akan dia berikan dari pertanyaan itu.


"Bisa jika kamu menahan napas mu selama tiga puluh menit!!" ucap Aqila dengan serius.


Vina dan Laura mengerutkan keningnya mereka mendengar jawaban Aqila yang tak masuk akal. Bukan kah mereka akan mati jika menahan napas selama itu?


"Bukan kah kita akan meninggal jika melakukan hal itu?!" ucap Vina kepada Aqila.


"Yap, kamu tidak akan menghadapi masalah apa pun jika kamu meninggal bukan? Selama kamu menahan napas tiga puluh menit itu bukan kah hidupmu tanpa masalah apapun? Mungkin saja kamu tidak sampai tiga puluh menit kamu sudah meninggal!!" ucap Aqila dengan kejam.


"Siapa yang ingin melakukan hal itu?! Hanya orang bodoh yang akan melakukannya!!" ucap Laura dengan nada menghina.


"Tapi bukankah kamu ingin hidup tanpa masalah?! Kalau ingin hidup tanpa masalah ya, kamu harus meninggal dan masuk surga."


"Tapi pun jika kamu di masukkan ke dalam surga. Bagaimana jika kamu di masukkan ke dalam neraka? Bukan hanya masalah yang hilang tapi siksaan yang sedang menunggu!!"


"Njirlah!! Aqila!!!" teriak Laura. Ucapan Aqila benar benar sangat kejam.


"Makanya saat masih hidup kita perbanyak amal dan ibadah. Supaya saat meninggal nanti kita masuk surga dan terhindar dari masalah dan siksaan api neraka!!" ucap Aqila santai.


"Bener bener ya!!" ucap Laura kesal sembari menunjuk ke arah Aqila. Aqila hanya menatap santai dan tersenyum tipis ke arah Laura yang terlihat sangat kesal padanya.


"Hahaha..."


Vina tertawa melihat tingkah Aqila dan Laura. Apa lagi hari ini Aqila mengucapkan kata kata yang sangat kejam dan mengerikan seperti itu.


Jarang jarang Aqila akan mengatakan hal kejam seperti itu. Apa lagi saat melihat ekspresi wajah Laura yang tercengang mendengar perkataan Aqila. Hahaha... Itu benar benar sangat lucu!!!


Karena Laura hanya tahu Aqila orang yang pendiam, tidak banyak tingkah, dan selalu berhari hari dalam berbicara agar tidak melukai hati lawan bicaranya.


Itu kesan Laura pada Aqila sebelumnya. Tapi sekarang!!! Yah, Aqila ternyata bisa berkata sekejam itu. Makanya dia tadi sangat terkejut. Dia benar benar tak menyangka Aqila dapat mengatakan hal sekejam itu!!! Benar benar, tidak dapat melihat buku dari sampulnya saja!!