
"Siapa dia?" tanya Mila saat melihat seorang pemuda tampan yang berdiri di samping Aqila.
"Kita akan membahasnya di dalam!" ucap David menatap Justin sekilas, lalu berjalan mendahului seluruh anggota keluarganya.
Sekarang mereka berada di ruang tamu. Semua orang menatap pada Justin dengan tatapan tajam. Justin yang duduk di samping Aqila sangat gugup melihat tatapan keluarga Abraham.
"Apakah dia pacar kak Qila?" tanya Anna dengan tangan telunjuk yang berada bawah bibirnya.
"Tid-"
"Wah, pacar kakak sangat tampan!"
Sebelum sempat Aqila menyangkal, Anna sudah berbicara kembali. Hal itu membuat ekspresi wajah Aqila dingin.
"Tidak dia bukan pacarku!" Aqila berkata dengan nada datar.
"Tapi wajahnya seperti mirip dengan seseorang yang ku kenal! Siapa ya?" ucap Aulia dengan mengamati wajah Justin lekat, sembari memikirkan orang orang yang dia kenal.
"Dia seperti Justin anak dari Tante Evana dan paman Kevin" Aiden menjawab pertanyaan Aulia.
"Ah, iya. Dia benar benar sedikit mirip dengan Justin!" Aulia memandang Justin dengan mata berbinar.
"Iya, dia memang Justin!" ucap Nikolas membuat Aulia benar benar tak percaya.
"Iya dad, aku tau jika dia mirip Justin. Tapi Justin teman kami tidak mungkin setampan ini!" Senyum Justin membeku saat mendengar perkataan Aulia.
Iya, sih. Waktu kecil memang dia sedikit jelek. Hanya sedikit!!! Dia hanya sedikit gemuk dan kotor sedikit, karena sering bermain. Kulitnya dulu sangat gelap, sehingga tak jarang ada yang mengatakan dia menggunakan pemutih kulit.
Aqila menutup mulutnya, dia berusaha menahan tawanya yang akan keluar melihat reaksi Justin pada perkataan Aulia. Sebenarnya dia juga setuju dengan perkataan Aulia. Bagaimana tidak, saat dulu kulitnya sangat gelap, dan gemuk. Tapi sekarang, dia seperti orang yang berbeda dari yang dia kenal dulu.
Justin yang sekarang benar benar sangat tampan, badannya juga bagus dan kulitnya benar benar putih. Sekarang dia sama kerennya dengan Aiden.
"Apa maksudmu? Jelas jelas aku Justin!!!" balas Justin tak terima dengan perkataan Aulia.
"Eh?!! Iya kah? Tapi Justin kami sangat jelek saat kecil!" ucap Aulia menggoda Justin.
"Itu dulu! Semua orang bisa berubah!" Aulia mengangguk menyetujui perkataan Justin.
David hanya mampu menggelengkan kepalanya, dia berkata, "Bagaimana bisa kamu berada di Indonesia? Bukankah kalian seharusnya di LA?"
"Kami telah kembali ke Canada dua tahun setelah kalian pindah di Indonesia. Dan kenapa kita di sini? Itu karena nenek dan kakek ingin Daddy tinggal bersama mereka, dan berakhir kita di sini!"
Seluruh keluarga Abraham menyimak cerita Justin dengan seksama. Mereka dengan serempak menganggukkan kepalanya.
"Bagaimana kabar Evana dan Kevin?" tanya Kanaya yang penasaran dengan kabar dari dua sahabat mereka.
"Mommy dan Daddy baik baik saja, Tante tidak perlu khawatir." balas Justin dengan tersenyum sopan.
Semua orang yang berada di sana mengerutkan keningnya, tanda tak mengerti dengan perkataan Justin.
"Bukankah sudah lama kita tidak bertemu? Jadi kita harus berpelukan untuk merayakannya!" ucap Justin menjelaskan dengan mata berbinar menatap Aqila, Aulia, dan Aiden.
Aqila, Aulia dan Aiden terlihat saling bertatapan sejenak. Mereka seolah sedang berdiskusi untuk melakukan hal itu atau tidak.
Dengan perlahan Aulia dan Aiden menghampiri Justin. Aqila yang melihat itu memiringkan badannya untuk menatap Justin yang berada di sampingnya. Mereka berpelukan seperti yang Justin inginkan.
"Selamat datang kembali Justin! Kami sangat merindukanmu!"
Mata Justin tampak berkaca kaca. Dia juga sangat merindukan ketiga teman bermainnya waktu kecil. Senang rasanya dapat bertemu dengan mereka kembali.
"Ish, Anna juga ingin ikut berpelukan!" Anna menatap Aqila dan Aulia dengan cemberut. Dia tidak tau jika triplets mempunyai teman yang sangat tampan seperti ini. Ah, dia iri. Karena hanya Aqila dan Aulia yang dapat dekat dengan pemuda itu.
Justin melepaskan pelukan mereka. Dia menatap Anna dengan penuh tanda tanya. Siapa sebenarnya gadis ini? Kenapa dia sangat lancang?
"Siapa kamu? Kenapa kamu berkata seperti itu?" tanya Justin dengan nada tenang.
"Wajar jika kamu tidak mengenalnya Justin, perkenalkan dia adalah anak angkat dari Tante." Kanaya tersenyum lembut menatap Anna. Yah, Anna dan Justin belum pernah bertemu, karena Anna datang seminggu setelah keberangkatan keluarga Alexander ke LA.
"Anna, berdirilah! Kamu harus memperkenalkan dirimu!" ucap Emily.
Dengan perlahan Anna berdiri. Dia tersenyum malu malu ke arah Justin. "Hai, namaku Annabella Naura Abraham. Salam kenal Justin."
Justin hanya tersenyum sopan menanggapi perkataan Anna. Aqila yang melihat Anna malu malu seperti itu, membuatnya ingin muntah. Duh, dasar munafik!!!
"Salam kenal Anna. Aku Justin Kevano Alexander. Senang bertemu denganmu!" Anna tersipu dengan senyuman Justin. Dia benar benar merasa bahagia.
"I-iya" balas gugup Anna. Justin hanya tersenyum bangga, karena melihat Anna yang sangat senang saat dia tersenyum padanya.
"Kalau boleh tau, Justin kamu akan sekolah di mana?" tanya Anna menatap lekat lekat wajah Justin.
"Ah, mungkin aku akan sekolah di sekolah dekat mansion kakek dan nenek" Anna menurunkan pandangannya, kecewa. Dia berharap Justin dapat bersekolah di sekolahnya.
Kanaya hanya bisa menghela napas, melihat Anna yang seperti orang jatuh cinta. Anaknya ini bahkan merasa senang jika Justin tersenyum padanya.
"Kenapa tidak bersekolah di sekolah Aiden saja?" tanya Nikolas yang ingin membantu Anna. Dia tidak bisa melihat Anna yang kecewa dan sedih seperti ini.
"Entahlah, paman. Aku juga ingin, tapi Mommy ingin aku bersekolah di sekolah dekat mansion kakek dan nenek. Jadi, aku tidak dapat membantahnya!" Justin berkata dengan tersenyum.
"Yah, kalau memang begitu, mau bagaimana lagi!" Nikolas hanya bisa menghela napas. dia benar benar tidak bisa memenuhi keinginan Anna yang satu ini. Bagaimana Justin merupakan salah satu anak dari sahabat baiknya.
Mereka terus berbincang dengan keadaan Justin di LA ataupun di Canada. Mereka juga menanyakan kabar kakek dan nenek Justin. Dengan sesekali Justin menggoda Anna, hingga wajahnya tersipu, sangat merah. Mereka menghabiskan waktu itu untuk mendengarkan cerita Justin.