GIVE ME YOUR LOVE

GIVE ME YOUR LOVE
Episode 17



Hari berganti hari dan bulan berganti bulan, sekarang tepat tiga bulan setelah pengangkatan Annabella menjadi putri angkat Nikolas. Hanya butuh tiga minggu untuk membuat seluruh keluarganya Abraham sangat menyayanginya tak terkecuali Aiden. Banyak yang berubah dalam tiga minggu ini.


"Kenapa kau cemberut seperti itu?" tanya Aiden kepada Anna. Anna hanya memalingkan mukanya tanpa mau menjawab pertanyaan Aiden.


"Kenapa? Kau marah padaku? Kalau kau tidak bicara bagaimana aku tau kesalahanku!." ucapan Aiden tetap tak membuat Anna berbicara. Yah, salah satu perubahan yang terjadi adalah Aiden yang sekarang banyak bicara dan gampang tersenyum dan itu hanya berlaku untuk Anna.


Sejak pengangkatan Anna menjadi putri Nikolas, dia selalu menempel bersama Aiden. Hal itu membuatnya muak bahkan dia telah menerima bentakan dari Aiden tidak hanya sekali tapi berkali kali. Dia akan menangis setelah menerima bentakan itu, tapi esok harinya, dia akan tetap menempel lagi dengan Aiden. Aiden pun kesal sehingga tidak menghiraukan keberadaannya, tidak menganggap ada.


Tapi entah bagaimana mereka berdua menjadi akrab selayaknya saudara, setelah pertengkaran yang terjadi antara Aiden dan Aqila sebulan setelah pengangkatan Annabella. Sekarang mereka berdua sangat dekat bahkan melebihi kedekatan Aiden dengan ke dua saudaranya kembarnya.


"Ada apa? Kenapa kalian menghalangi pintu?" ucap Aulia terlihat lelah setelah melakukan olahraga pagi atas ide Anna. Anna langsung menggandeng tangan Aulia untuk masuk ke dalam rumah. Aulia yang di bawa ke dalam bingung, tapi langsung tak memperdulikan itu lagi karena dia sangat lelah, dia sangat haus ingin meminum sesuatu untuk menghilangkan rasa lelahnya.


Di depan pintu hanya tersisa Aqila dan Aiden. Mereka saling memandang sejenak, Aqila membuka mulutnya ingin berbicara tapi Aiden telah memalingkan mukanya dan pergi dari sana. Aqila hanya bisa menundukkan kepalanya, setelah pertengkaran mereka Aiden menjadi sangat dingin padanya bahkan mereka jarang berbicara jika hanya berdua, seperti tadi.


Sebenarnya Aqila sangat sangat ingin memperbaiki hubungannya dengan Aiden. Bagaimana pun mereka saudara bahkan kembar, dia tidak suka jika harus bertengkar selama ini dengan Aiden, rasanya sangat tidak enak bertengkar dengan saudara selama dua bulan lebih apa lagi mereka masih tinggal di rumah yang sama.


Biasanya mereka hanya akan bertengkar paling lama dua hari. Saat Aqila ingin bicara, Aiden pasti langsung pergi meninggalkannya, dia tak memberikan kesempatan untuk Aqila mengatakan apapun. Itu sangat membuat hati Aqila terluka saat Aiden seperti tidak ingin melihat dan mendengarkannya.


Tapi dia harus bersabar karena ini juga karena kesalahannya yang merusak koleksi miniatur mobil Aiden sehingga mereka bertengkar seperti ini. Biasanya Aiden tidak akan semarah ini karena Aqila maupun Aulia tak jarang merusak koleksi miniaturnya paling tidak dia hanya akan mendiami mereka selama seminggu karena Aqila maupun Aulia akan meminta maaf pada akhirnya, mereka tidak tahan dengan Aiden yang mendiami mereka dan seakan akan menganggap mereka tidak ada.


Aqila sangat ingin meminta maaf pada kembarannya itu tapi Aiden tidak pernah memberinya kesempatan untuk dia berbicara. Jadi bagaimana dia bisa memperbaiki hubungan persaudaraan mereka jika Aiden saja sudah tak menginginkannya. Memikirkan itu membuat dadanya sesak, ingin menangis.


Aqila melihat semua saudaranya berada di ruang tamu dengan beberapa jus buah dan camilan yang berada di atas meja. Aqila melangkah menuju sofa tunggal yang kosong, karena ke tiga saudara dan Andra berada di sofa panjang dan tidak akan muat jika dia duduk di sana.


Melihat jus jambu yang masih utuh di meja depannya, dia pun mengambil dan meminum jus itu untuk melegalkan dahaganya. Aqila meminum jus itu hingga setengahnya dan menaruhnya kembali ke atas meja, dia menatap sekeliling ruangan itu yang terasa sepi dan menatap saudaranya sejenak. Dia menyandarkan punggungnya pada sandaran sofa kemudian menutup kedua matanya.


Saat dia membuka matanya lagi, dia sudah tidak melihat ke tiga saudaranya. Dia menatap sejenak para pelayan yang membersihkan minuman dan makanan mereka. "Kemana yang lainnya pergi?."


"Non Aqila, non Anna, dan tuan muda Aiden sedang berada di kamarnya masing masing, katanya mereka ingin mandi sehabis olahraga," ucap salah satu pelayan yang menjawab pertanyaan Aqila. Aqila hanya mengangguk lalu mengucapkan terima kasih kepada pelayan itu.


Aqila duduk sebentar sebelum turun dari sofa untuk kembali ke kamarnya. Dia menutup pintu di kamarnya serta menguncinya supaya tidak ada seorang pun yang dapat masuk tanpa seizin darinya. Aqila bersandar di pintu sejenak dengan menutup matanya, dia sangat lelah.


Tak lama Aqila seperti itu, dia membuka matanya dan langsung bergegas ke dalam kamar mandi untuk segera menemui saudara kembarnya maupun saudara angkatnya.


Aqila yang telah mandi tampak segar tanpa adanya kelelahan di wajahnya, membuatnya tampak cantik dan manis. Membuka pintu kamarnya Aqila mengetuk pintu samping kamarnya.


"Qila ada apa?" tanya Aulia dengan mengerutkan keningnya. Aqila segera mengembangkan senyumnya saat melihat Aulia muncul.


"Lia, mari main ke taman? Sudah lama kita tidak ke sana kan?." Aulia menolak ajakannya itu karena dia telah ada janji dengan Anna untuk bermain bersamanya. Aqila hanya bisa tersenyum terpaksa saat Aulia berkata begitu.


"Apakah aku bisa ikut?" tanya Aqila dengan senyum tipisnya. Semenjak adanya Anna hubungannya dengan kembarannya meregang. Dia mengajak semua kembarannya bermain bersama, tapi tidak sekalipun dia pernah mengajaknya seperti Anna mengajak mereka bermain. Itu membuatnya sangat kesepian.


Aulia terlihat berpikir sebentar sebelum dia masuk ke dalam kamarnya lagi. "Sebentar ya?!" Aqila hanya menganggukkan saja, dia bingung kenapa Aulia kembali ke kamarnya?


Tak lama Aulia menampakkan wajahnya lagi. "Maaf Qila tapi Anna hanya ingin bermain bersamaku saja"


"Baiklah tidak papa. Apakah Anna ada di dalam kamarmu?" tanya Aqila karena Aulia masuk ke dalam kamarnya lalu dia memberikan jawaban ini padanya pasti dia bertanya pada Anna terlebih dahulu


"Iya"


Aqila menundukkan kepalanya kecewa. Aulia yang melihat itu merasa tak enak padanya karena mereka telah jarang menghabiskan waktu berdua.


"Baiklah aku pergi dulu, Lia!" melihat kembarannya yang pergi seperti itu membuat Aulia merasa tak nyaman apalagi saat kembarannya menunjukkan wajah kekecewaan itu padanya.


"Lain kali kita akan main berdua lagi, ya?" ucap Aulia menahan tangan Aqila yang akan pergi dari sana. Mendengar perkataan Aulia membuat Aqila terdiam sejenak lalu tersenyum dan memeluk kembarannya ini sayang.


Aulia terlihat tersenyum sambil menatap kembarannya yang juga sedang tersenyum kepadanya. Aulia berpamitan kepada Aqila untuk masuk ke kamarnya dan Aqila hanya menganggukkan kepalanya saja.


Bukannya apa apa tapi Aulia selama tiga bulan ini selalu mengatakan hal itu pada dirinya, tapi dia tidak pernah menepati ucapannya ini. Biasanya saat Aqila mengajaknya bermain bersama keesokan harinya Aulia pasti sudah ada janji dengan Anna atau pun saat Aulia ingin bermain bersamanya saat itu pula Anna datang dan mengajak Aulia pergi darinya.


Walaupun tau begitu tapi dia tetap mengangguk mendengar ucapan Aulia, meski itu hanya akan menjadi perkataan saja tanpa kenyataan.


Itu sangat membuatnya sedih. Dia tak tau apa kesalahannya pada saudara angkatnya ini hingga Anna sangat tak menyukainya.


Yah, walaupun dia bisa bermain bersama Aiden maupun Andra tapi sekarang hubungannya dengan Aiden seperti ini, Aiden bahkan tidak ingin bertemu dengannya apalagi melihat wajahnya dia langsung pergi. Kalau bermain dengan Andra, dia tidak terlalu dekat dengan sepupunya itu karena Andra selalu menempel dengan Aiden sejak kecil membuat hubungan mereka agak canggung sebagai sepupu.


Karena tidak ada yang bisa diajak bermain akhirnya Aqila memutuskan untuk kembali ke kamarnya saja. Hah, aku sungguh kesepian jika seperti ini batin Aqila sambil membaringkan badannya di atas kasur, menatap langit langit kamar dan tanpa sadar tertidur.