GIVE ME YOUR LOVE

GIVE ME YOUR LOVE
Episode 12



Benar saja dugaan mereka, di ruang makan Kanaya dan Nikolas terlihat sedang duduk di kursi meja makan menunggu mereka untuk makan bersama.


"Pagi Mom, Dad" sapa mereka sambil duduk di kursi masing masing.


"Pagi sayang" ucap Kanaya sedangkan Nikolas hanya menganggukkan kepalanya saja tanpa mau menjawab sapaan anaknya.


"Dad, apakah akan ada tamu?" tanya Aqila. Saat berjalan menuju ruang makan dia melihat para pelayan yang sibuk mondar mandir dengan banyak barang di tangan mereka. Jadi dia bertanya tanya apakah akan ada tamu di rumahnya? Biasanya mereka akan melakukan itu kalau ada sahabat dari Mommy dan Daddy-nya datang ke sini.


Nikolas menganggukkan kepalanya. "Nenek dan kakek mu akan kemari siang ini" jawabnya. Aiden dan Aqila terkejut mendengar pemberitahuan yang mendadak ini.


Aqila ingin bertanya lagi tapi tak jadi karena Nikolas sudah memulai sarapan pagi mereka, tidak boleh ada yang berbicara waktu makan itu peraturannya.


Seperti biasa dari ruangan itu hanya terdengar dentingan alat makan yang saling beradu.


Nikolas menyeka mulutnya dengan serbet napkin, menyelesaikan acara sarapan pagi mereka. Nikolas segera pergi dari meja makan menuju ruang keluarga. Aiden, Aulia dan Aqila menyeka mulutnya terlebih dahulu sebelum menyusul Nikolas, meninggalkan para pelayan yang sedang membersihkan meja makan mereka.


Kanaya menggelengkan kepalanya, lalu berlalu menuju dapur untuk membuatkan anak dan suaminya camilan.


"Daddy, benarkah kakek dan nenek akan ke sini?" tanya Aqila setelah duduk di sofa karena masih tak percaya dengan berita yang tadi dia dengar. Nikolas hanya mengangguk menjawab pertanyaan Aqila.


"Kenapa?" tanya Aiden. Nikolas menatapnya sebentar lalu menatap pada laptopnya lagi. "Hanya ingin berkunjung, sekalian merayakan ulang tahun Andra"


Aiden dan Aqila mengangguk mengerti mendengar penjelasan Nikolas. Aulia hanya menatap ke arah televisi menghiraukan percakapan yang terjadi antara Aiden, Aqila dan Nikolas.


"Kenapa menonton ini?!" seru Aiden saat melihat tayangan di televisi. Aulia menatap kesal. "Memangnya kenapa kalau menonton ini?"


"Kau masih bertanya? Lihatlah betapa bodohnya mereka!!" ucap Aiden dengan menatap Aulia sambil menunjuk televisi dengan jari telunjuknya.


Aulia merenggut kesal. "Tapi tetap saja lucu!!" ucap Aulia masih membela tayangan televisinya. Aiden berdecak kesal tapi akhirnya tidak berkomentar lagi. Kalau di teruskan pasti berakhir dengan Aulia yang menangis.


Tayangan di televisi memunculkan kartun spongebob squarepants, spon kuning di laut yang sangat di sukai oleh kembarannya. Betapa bodohnya mereka menyukai kartun seperti ini. Sungguh membuat Aiden kesal.


Nikolas mendengarkan perdebatan anaknya, membuatnya tersenyum tipis. Sungguh sangat menghibur melihat mereka seperti ini.


Suasana hening melingkupi ruangan itu, semuanya sibuk dengan kegiatan masing masing. Nikolas yang mengerjakan pekerjaan kantornya dari laptop, Aiden yang bersandar pada sandaran sofa dengan menutup matanya, dan Aulia serta Aqila yang sibuk menonton kartun spongebob squarepants, yang menurut Aiden tidak berguna.


Tak lama Kanaya ikut bergabung bersama mereka dengan membawa macaron di tangannya. Mata Aulia dan Aqila langsung berbinar melihat macaron di tangan Kanaya.


"Aku mau Mom!!" teriak Aulia semangat dan Aqila mengangguk dengan semangat juga, mendengar teriakkan saudaranya membuat Aiden membuka salah satu matanya yang tertutup untuk melihat Kanaya yang membawa macaron lalu menutup matanya kembali.


"Ini" Kanaya memberikan macaron itu kepada Aulia yang segera di terima senang hati oleh anak itu. Aulia memakannya dengan bersenandung senang.


Aqila melakukan hal yang sama. "Enak sekali macaron ini" ucap Aulia setelah menelan habis macaron yang ada di mulutnya.


Kanaya tertawa kecil melihat respon anaknya terhadap makanan yang dia buat, sungguh membuatnya senang. Imajiner mereka seperti anjing kecil yang menggoyang ekornya dengan penuh semangat saat mendapat apa yang dia inginkan.


Aqila dan Aulia memakannya dengan lahap. Aqila menatap Aiden yang sedang menutup matanya lalu memandang macaron yang ada di tangannya.


Aiden terkejut saat ada sesuatu yang menempel di mulutnya, membuka matanya dia melihat Aqila yang berada di dekatnya dengan tangan yang mengarahkan macaron ke mulutnya. Membuka mulutnya dia memakan macaron pemberian saudaranya.


Aulia dan Aqila memakan macaron sampai habis dengan sesekali Aqila akan menyuapi Aiden macaron nya. Kanaya senang saat melihat macaron buatannya telah habis.


"Oh ya, kenapa kalian bangun terlambat hari ini?" tanya Kanaya pada Aiden dan Aqila.


"Kami tidak bisa tidur, Mom. Jadi jam satu aku ke sini dan jam tiganya Aiden terbangun untuk minum tapi tidak sengaja melukai dahinya karena terbentur meja bar dapur" jelas Aqila.


Kanaya terkejut saat mendengar perkataan Aqila yang mengatakan dahi Aiden terbentur meja bar membuatnya khawatir tak terkecuali Nikolas dan Aulia yang juga sama terkejutnya.


"Apa mana lukanya? Apakah butuh ke rumah sakit?" tanya Kanaya dengan duduk di sebelah Aiden untuk mengecek lukanya. Nikolas dan Aulia segera mengarahkan pandangan ke arah Aiden.


Aiden berdecak saat Aqila membahas soal luka yang dia dapatkan kemarin malam. "Aku tidak papa, Mom. Aqila sudah mengobati dan lukanya akan segera mengering" ucapnya menenangkan sambil menyingkirkan rambut yang sengaja dia gunakan untuk menutupi lukanya yang berakhir sia dia saat Aqila mengungkapkannya.


Aulia yang tadinya terheran heran kenapa dia tidak melihat luka saudaranya saat membangunkan mereka pun akhirnya mendapatkan jawabannya. Karena setelah Aqila tertidur dia melepaskan plester yang menempel di dahinya dan menutupinya dengan rambutnya.


Kanaya menghela napas saat melihat benar luka anaknya yang mulai mengering. Nikolas melanjutkan pekerjaannya yang sempat terhenti setelah melihat kondisi Aiden yang baik baik saja.


"Bagaimana kamu bisa terluka, Aiden?" tanya Kanaya dengan mengelus kepala anaknya itu, membuat Aiden memejamkan matanya kembali.


"Jatuh, Mom. Aku lupa menyalakan lampu dapur dan tanpa sengaja menginjak penghulu adonan yang jatuh ke lantai, dan yah berakhir begini" jelasnya.


"Lain kali harusnya kamu menyalakan lampu terlebih dahulu, Aiden supaya kamu dapat melihat dengan jelas" Aiden hanya mengangguk mendengar ucapan Kanaya.


"Ya, Mom. Ini salahku karena ceroboh." balasnya dengan membuka mata menatap Kanaya.


"Baiklah, lain kali jangan kamu ulangi!! Kalian juga, jangan lupa menyalakan lampu dulu" peringat Kanaya kepada Aiden, Aulia dan Aqila menatap ketiganya yang menganggukkan kepalanya mengerti.


"Kenapa kamu bangun jam satu Qila?" tanya Kanaya dengan berpindah tempat duduk di samping Aqila.


"Tidak papa, Mom. Aku hanya tidak bisa tidur lagi" Kanaya sedikit tertegun saat melihat Aqila yang duduk sedikit menjauh darinya. Kanaya merasa hatinya sakit saat melihat anaknya menghindarinya.


"Lain kali jangan begitu, itu tidak akan baik untuk kesehatan mu" Kanaya mengabaikan perasaannya dan ingin mengelus kepala Aqila.


"Aku mengerti, Mom" ucap Aqila dengan menikmati elusan di kepalanya.


"Halo, apa kabar kalian?" tiba tiba ada suara yang berasal dari belakan mereka membuat semua orang termasuk Nikolas mengangkat kepalanya dan melihat asal suara itu.