GIVE ME YOUR LOVE

GIVE ME YOUR LOVE
Episode 34



Tidak ada percakapan yang mereka lakukan di dalam mobil. Hanya suara musik yang mengiringi perjalan mereka ke mansion Abraham. Justin yang fokus dengan jalan, untuk mengikuti arahan Aqila menuju ke mansion Abraham.


Sekarang mereka berada di gerbang depan mansion Aqila. Penjaga yang berada di depan segera waspada pada mobil asing yang ingin memasuki mansion Abraham.


"Siapa kamu?! Silahkan pergi dari sini!!" ucap salah satu penjaga dengan menodongkan sebuah pistol ke arah mobil Justin.


Justin segera menoleh ke arah Aqila. Aqila yang melihat tatapan Justin langsung keluar dari mobil. Melihat Aqila yang keluar dari mobil para penjaga sedikit menurunkan senjata yang berada di tangan mereka.


"Nona!! Apakah anda baik baik saja?!" ucap penjaga yang mendekat ke arahnya.


"Aku baik baik saja, paman." Aqila tersenyum saat melihat tatapan penjaga yang di berikan untuknya.


"Mobil ini adalah milik temanku. Jadi, bisakah kalian membuka gerbangnya?!" Terlihat penjaga itu sedikit ragu.


"Maaf, nona. Tapi sepertinya ini tidak bisa."penjaga itu menundukkan kepalanya sedikit usai menjawab pertanyaan dari Aqila.


"Paman, dia benar benar bukan orang jahat! Dia adalah temanku!!"


"Tapi nona, ini melanggar peraturan yang di buat oleh tuan Nikolas untuk tidak sembarangan memasukkan orang luar ke dalam mansionnya!"


Justin yang masih berada di dalam mobil, melihat semua tingkah laku yang di lakukan Aqila. Dia juga melihat Aqila yang masih berdebat dengan penjaga yang menghampirinya tadi.


Justin yang melihat Aqila kesulitan segera membuka pintu mobilnya untuk keluar dan menghampiri Aqila. Saat dia hampir mendekat ke arah Aqila, samar samar dia mendengar penjaga itu tidak dapat membiarkan dia memasuki mansion Abraham karena akan melanggar peraturan yang telah di buat oleh paman Nikolas.


Justin berdiri di samping Aqila yang langsung menghentikan pembicaraan yang di lakukan oleh Aqila dan penjaga itu. Semua penjaga yang berada di sana langsung waspada saat melihat Justin yang berada di dekat nona muda mereka.


Justin menghela napas pasrah melihat tatapan para penjaga yang di berikan untuknya. Memangnya wajahnya seperti wajah wajah penjahat gitu, hingga membuat mereka waspada!! Dia merasa sedikit tersinggung dengan perilaku para penjaga mansion Abraham.


"Aku tidak akan melakukan apapun pada kalian maupun Aqila!!" Justin berucap dengan nada tidak senangnya.


Dia menatap para penjaga satu persatu dengan santai. "Memangnya wajahku seperti wajah penjahat apa? Sehingga kalian menatapku seperti itu!!"


Dengan serempak para penjaga yang berada di sana semua mengangguk kepalanya. Hal itu membuat Justin tercengang dan kesal.


"Hah?!! Memangnya ada penjahat yang berwajah tampan seperti ku ini?!!!" ucap Justin dengan mengernyitkan keningnya, tidak suka.


"Banyak sekali penjahat yang berwajah sangat tampan jaman sekarang. Jadi, kita tidak dapat langsung membiarkan anda masuk!" perkataan penjaga yang berdiri di samping gerbang membuat Justin sedikit marah dan kesal, terbuktikan dari wajahnya yang mulai memerah.


Aqila yang berada di sana mendengarkan perkataan Justin dan penjaga mansionnya, tertawa pelan apa lagi saat melihat Justin yang berhasil di buat kesal oleh penjaganya. Ah, rasanya dia ingin tertawa terbahak bahak.


Jarang sekali bahkan bisa di katakan langka, bisa melihat wajah marah seorang Justin Kevano Alexander. Karena biasanya dia selalu menampilkan wajah tenang dan damai dalam segala situasi.


Wajah Justin hampir mirip dengan Aiden yang selalu menampilkan wajah datarnya. Tapi bedanya Justin lebih ceria dan dapat bergaul dengan baik, sehingga dia gampang untuk mendapatkan teman. Dia juga dapat mengekspresikan dirinya sendiri.


Bibir Justin terbuka ingin membalas perkataan penjaga itu, tapi segera menutup kembali saat melihat mobil hitam yang melaju ke mari dari ujung matanya.


Aqila juga langsung menghentikan tawanya dan melihat ke arah mobil berwarna hitam itu. Dia sedikit menduga duga bahwa itu mungkin keluarganya yang telah kembali dari perjalanan liburan yang mereka lakukan.


Mobil hitam itu berhenti di sebelah mobil Justin. Pintu mobil perlahan terbuka menampilkan wajah Nikolas. Nikolas berjalan menuju ke arah mereka yang berdiri di depan gerbang, sehingga menghalangi jalan.


"Ada apa ini? Kenapa kalian berbicara di tengah jalan seperti ini?!!" Nikolas berkata dengan menatap Aqila dan penjaga itu datar. Dia menaikkan alisnya saat melihat Justin yang berada di sebelah Aqila.


"Apa dia pacarmu?!" pertanyaan Nikolas membuat Aqila diam sejenak, tercengang. Buru buru dia menggeleng kepalanya kuat kuat, menyangkal pertanyaan dari Daddy-nya.


Justin yang mendengar pertanyaan dari Nikolas membuatnya malu hingga telinganya sedikit memerah. Tapi dia langsung cemberut saat melihat respon Aqila. Memangnya dia jelek apa? Hingga dia harus menggelengkan kepalanya kuat seperti itu!! Padahal dia termasuk salah satu laki laki terpopuler saat dia berada di LA. Banyak sekali gadis dan wanita yang ingin menjadi pacarnya, tapi sekarang dia malah di tolak seperti ini oleh Aqila?! Sungguh memikirkan hal itu membuatnya kesal!!!


"Tidak!! Aku tidak mempunyai pacar!" ucap Aqila dengan pipi bersemu merah, malu. Nikolas sedikit tersenyum melihat respon yang Aqila berikan.


"Apa paman tidak mengenalku?!" Justin berkata dengan maju selangkah di hadapan Nikolas.


"Memangnya kamu siapa hingga aku harus mengenalmu?!" Nikolas berkata dengan nada angkuh seperti biasanya.


"Paman, ini aku Justin!! Kenapa tidak ada yang mengenaliku sama sekali di sini?!" gerutu Justin menatap Nikolas yang terdiam atas perkataan yang baru saja Justin ucapkan.


"Apa kamu Justin?" Nikolas bertanya lagi untuk memastikan perkataan pemuda yang berada di depannya sekarang.


"Tentu saja! Ini benar benar aku paman Nik!" Justin berkata dengan tersenyum cerah melihat Nikolas.


"Justin anaknya Evana dan Kevin Alexander?" Justin mengangguk dengan bersemangat. Dia bisa melihat tatapan terkejut dari wajah Nikolas tapi tetap mempertahankan wajah datarnya, sehingga tidak ada yang mengetahuinya.


Nikolas segera menenangkan dirinya sendiri. Dia merasa sangat antusias saat melihat anak dari sahabatnya ini.


"Lebih baik kamu masuk!. Kita akan bicara di dalam." Justin mengangguk. Aqila dan Justin langsung masuk ke dalam mobil kembali. Sebelum masuk Justin melihat ke arah penjaga yang tadi berdebat dengannya, dia menatap penjaga itu dengan ejekan, tapi penjaga itu hanya menampilkan wajah datarnya tanpa merubah ekspresi itu meski Justin mengejeknya.


Mobil Justin mengikuti di belakang mobil Nikolas yang sudah berada di depannya. Justin memarkirkan mobilnya di sebelah mobil Nikolas. Dia dan Aqila segera turun dari mobil usai mobil di matikan.


Di mobil yang di naiki Nikolas tidak hanya ada dia saja, tapi juga ada Kanaya, Aiden, Emily dan Anna. Setelah Anna turun ada satu mobil lagi yang datang. Mobil itu terparkir tepat di sebelah mobil Justin.


Mereka yang di sana memusatkan perhatian mereka pada mobil itu. Dengan perlahan pintu mobil itu terbuka. Dari sana terlihat David, Mila, Felix, Alina dan Andra dengan perlahan turun dari mobil.