GIVE ME YOUR LOVE

GIVE ME YOUR LOVE
Episode 29



Aqila membaringkan tubuhnya sambil berpikir. Entah apa yang dia pikirkan hingga dia mengerutkan keningnya.


"Bukankah seharusnya tidak ada pelayan di sini?!" gumam Aqila dengan dahi berkerut sambil menatap langit langit kamarnya.


"Tidak, tidak, tidak mungkin dia hantu. Jelas jelas aku melihat kakinya menyentuh lantai tadi!." ucap Aqila sambil mengusap tangannya, merinding. Aqila segera menggelengkan kepalanya untuk menyangkal pikirannya tadi.


"Ah, mungkin akan ada pelayan yang membersihkan mansion ini. Yah mungkin begitu, dan mungkin tadi salah satu pelayan yang akan membersihkan mansion hari ini" pikir Aqila berusaha untuk positif thinking.


"Akh!! Gak tau lah. Lebih baik aku tidur saja. Cuaca mendung seperti hari ini cocok untuk kita tidur," ucap Aqila sembari menarik selimutnya untuk menutupi badannya hingga dada.


Paris, Ile-de-france, Prancis.


"Anna!! Jangan jauh jauh dari ku!" ucap Aiden yang melihat Anna ke sana kemari bagai burung yang terbang.


Sekarang mereka berada di menara Eiffel, Paris. Banyak kerumunan orang yang sedang berfoto dan bersantai. Anna yang baru pertama kali ke sini merasa sangat penasaran hingga dia hampir hilang di telan kerumunan orang orang.


"Iya, aku tau Aiden!" Aiden yang dari tadi geram pun merasa luluh saat melihat senyuman Anna yang terlihat sangat bahagia.


"Ayo, nanti Daddy mencari kita!" ucap Aiden dengan menggandeng tangan Anna menuju tempat keluarganya berada.


Di sana terlihat Aulia yang membaringkan di atas tikar. Sedangkan Kanaya dan Nikolas terlihat duduk berdua di bangku, sebelah tikar yang Aulia tempati. Entah kemana keluarganya yang lain pergi hingga hanya terlihat orang tuanya dan Aulia saja di sana.


"Mommy!!" Kanaya langsung menengok asal suara yang memanggilnya.


"Jangan berlari!!" peringat Kanaya saat mengetahui jika Anna yang memanggilnya sembari berlari menuju ke arahnya.


Di belakangnya Anna terlihat Aiden yang berjalan dengan santai sambil menggerutu melihat tingkah Anna.


"Kalian dari mana saja?" tanya Aulia pada Aiden yang berada di dekatnya. Anna terlihat duduk di tengah tengah Kanaya dan Nikolas.


"Hanya melihat lebih dekat ke menara Eiffel." jawab Aiden dengan mendudukkan dirinya di atas tikar yang di gunakan Aulia untuk berbaring.


"Kemana yang lainnya?"


Aulia menggelengkan kepalanya, dia berkata, "Entahlah, aku juga tidak tau mereka ada di mana!"


Aiden hanya mengangguk, dia sudah tau jika jawaban Aulia akan seperti itu. Kembarannya ini tidak terlalu memperhatikan sekitarnya, sehingga jika ada yang bertanya sesuatu padanya, dia pasti akan selalu menjawab tidak tau. Itu sedikit menyebalkan sebenarnya, apa lagi jika itu hal penting. Ugh!! Saat itu pasti ada yang ingin mencekiknya, karena jawaban yang dia berikan pada mereka.


Usai percakapan itu, suasana hening melanda mereka berdua. Mereka hanya diam, menikmati pemandangan yang mereka lihat masing masing. Lia duduk dengan menyenderkan punggungnya pada punggung Aiden.


Tanpa sengaja Aiden melihat triplets boy. Itu mengingatkan dia dengan saudara kembarnya, hanya saja bedanya dia satunya laki laki dan dua kembarannya perempuan.


"Lia, lihat mereka seperti kita!!" ucap Aiden menunjuk ke tiga kembar laki laki yang sedang memperebutkan sebuah waffel. Karena tidak tahan dengan ke dua kembarannya, akhirnya kembaran yang paling dia mengambil waffel itu, dan menjadikannya tiga untuk masing masing anak laki laki.


"Hahaha... Iya dia mirip dengan mu saat aku dan Qila sedang bertengkar!" ucap Aulia melihat interaksi ke tiga anak laki laki yang tadi di tunjuk oleh Aiden.


Aiden tersenyum melihat tingkah triplets boy yang mengingatkannya akan masa kecilnya dulu. "Bahkan Qila juga membuat ekspresi seperti itu dulu!" ucap Aiden bernostalgia.


Tiba tiba Aiden bangun dari duduknya, membuat Aulia yang masih menyenderkan kepalanya di bahu Aiden jatuh ke samping.


"Aduh!! Apa yang membuatmu tiba tiba berdiri seperti itu!!! Setidaknya jika kalau kamu ingin berdiri, bilang lah dulu supaya aku tidak terkejut dan jatuh!"


Aiden hanya menampakkan raut wajah santai, seolah olah Aulia memarahi orang lain dan bukan dirinya. Aulia yang geram melihat ekspresi wajah Aiden pun mengambil batu kerikil untuk melemparkannya pada sang kembaran.


"Ada apa?! Kenapa kalian ribut?" tanya Alina dari arah belakang Aulia. Hal itu membuat Aulia mengurungkan niatnya tadi untuk melemparkannya batu kerikil pada Aiden yang masih berdiri di sampingnya.


Ternyata semua keluarganya telah berkumpul. Dia melihat kakek, nenek, oma, Andra, papa Felix, Anna dan ke dua orang tuanya sedang menatap bingung ke arahnya dan Aiden.


"Kenapa?!" tanya Nikolas sambil mengangkat satu alisnya ke atas.


"Tad-"


"Qila Dad!!" perkataan Aulia terpotong karena seruan Aiden.


Nikolas mengernyit tak mengerti. Memangnya ada apa dengan Qila? Tapi tiba tiba Nikolas tersadar dan melihat seluruh keluarganya.


"Ada apa Nik? Kenapa wajahmu seperti itu?!" tanya Emily pada putranya.


"Kita melupakan Qila, Oma!" ucap Aiden, saat melihat keluarganya yang masih bingung tak mengerti apa yang dia dan Daddy-nya bicarakan.


"Apa?!!" Kanaya langsung melakukan hal yang sama dengan yang di lakukan oleh Nikolas.


Bagaimana pun juga dia juga orang tua, tentu saja dia akan khawatir dengan anak anaknya jika terjadi sesuatu. Bagaimana jika anaknya di serang oleh musuh suaminya? Apa lagi sekarang mansion sedang kosong tanpa pelayan dan bodyguard pun hanya sedikit yang di tinggalkan untuk keamanan mansion saja.


"Bagaimana ini Nik? Dia pasti sendirian di mansion, kita bahkan meliburkan seluruh pelayan!" ucap Kanaya yang terlihat sangat khawatir. Mungkin Aqila akan merasa senang jika melihat betapa keluarganya sangat mengkhawatirkannya.


"Baiklah, kita akan mengambil penerbangan pesawat paling cepat!" ucap David. Semua yang ada di sana mengangguk, kecuali satu orang.


"Tapi Daddy..., kita baru di sini tiga hari yang lalu. Daddy janjinya dua minggu!" ucap Anna menundukkan kepalanya, sedih.


"Sayang, Daddy janji kita akan ke sini lagi lain kali!" ucap Nikolas dengan mengarahkan pandangan Anna ke arahnya.


"Tapi Dad-"


"Mengerti lah Anna! Jangan egois, sekarang Qila bahkan sendirian di mansion tanpa adanya pelayan. Bagaimana jika terjadi hal yang tidak di inginkan padanya?! Apa kau ingin bertanggung jawab, Hah?!!" potong Aiden. Dia langsung pergi dari sana tanpa melihat Anna yang terlah menangis, akibat bentakan Aiden.


"Hiks... Aiden marah sama Anna hiks... Daddy!" Nikolas langsung memeluk putrinya ini.


"Tenanglah kak! Kak Aiden hanya dalam suasana hati yang buruk saja. Dia tidak akan bisa marah padamu." ucap Andra merasa kasihan dengan sepupunya ini.


Anna hanya mengangguk mendengar penuturan dari Andra. Aulia hanya terdiam, lalu menyusul ke arah Aiden pergi. Karena perhatian semua tertuju pada Anna hingga tidak ada yang melihat Aulia pergi kecuali Andra.