
Melihat Aqila yang sudah tenang, dia melepaskan tangannya dari mulut Aqila. "Apa kau mengingatku sekarang?!" ucapnya sambil menaikkan sedikit topinya ke atas.
"Ini benar benar kamu? Kapan kamu pulang dari LA? Kenapa kamu ada di Indonesia, Justin?" Justin Kevano Alexander merupakan anak dari pasangan Evana Alexander dan Kevin Alexander. Dia termasuk teman masa kecil triplets, karena orang tua dari Justin adalah sahabat dari orang tuanya. Dia dan keluarganya ke LA karena ada masalah dengan perusahaan yang ada di sana.
Seharusnya dia berada di Canada, tapi kenapa dia ada di Indonesia? Justin memutar matanya dan membawa badan Aqila untuk duduk.
"Aku sudah pulang dari LA setahun yang lalu untuk melanjutkan sekolah di Canada. Tapi aku terkejut saat kalian tidak ada di mansion. Jadi, aku pulang dan bertanya pada Mommy, kata Mommy kalian pindah di Indonesia. Yah, aku sedikit kecewa saat mendengar hal itu."
Aqila mengangguk dengan mulut penuh dengan makanan. Dia menelan makanannya terlebih dahulu sebelum berkata, "Lalu bagaimana bisa kamu ada di sini?"
Justin mengangkat bahunya, "Nenek, ingin Daddy untuk tinggal di sini menemaninya. Jadi, Daddy memutuskan untuk tinggal bersama di mansion kakek dan nenek."
Yah, Daddy Justin atau Kevin Alexander merupakan keturunan Canada dan Indonesia. Ibu Kevin adalah orang Indonesia dan ayahnya adalah orang Canada. Tapi sejak dia berkeluarga, Kevin memutuskan untuk menetap di Canada.
"Oh!" Aqila mengangguk. "Lalu, kamu akan sekolah di mana sekarang?" Aqila menatap Justin dengan wajah penasaran.
"Entahlah, tapi ada sekolah swasta di dekat mansion kakek dan nenek. Jadi, mungkin aku akan bersekolah di sana." Aqila menghela napas, padahal dia ingin Justin bersekolah di sekolahnya. Dia mengangguk, dia membelalakkan matanya saat melihat Justin yang sedang meminum smoothies strawberry nya!!!
Aqila segera merebut minumannya dari tangan Justin. Justin yang sedang minum pun menjadi tersedak akibat terkejut.
"Apa yang kamu lakukan?!" Justin mendongak menatap Aqila kesal.
"Memangnya kamu pikir, apa yang kamu lakukan?? Bisa bisanya kamu meminum smoothies ku!!" Aqila merenggut kesal menatap Justin. Dia menggenggam erat erat gelas berisi smoothies strawberry nya.
"Aku kan haus, jadi aku minta minuman mu sedikit" bela Justin sedikit takut dengan tatapan kesal dari Aqila.
"Sedikit dari mananya?!!! Kamu meminum setengah gelas!!!" Justin menggaruk belakang kepalanya sambil tersenyum malu.
"Baiklah, aku minta maaf. Aku akan menggantinya!" Justin langsung memesan minuman yang sama dengan minuman Aqila tadi.
Melihat tatapan Aqila yang kesal dan marah padanya, membuat Justin merasa tidak nyaman. "Berhentilah menatapku seperti itu. Bukankah aku sudah minta maaf, aku bahkan mengganti minuman mu!"
Aqila hanya mendengus dan melanjutkan makan Jajangmyeon yang tinggal sedikit lagi akan habis. Justin menghela napas lega saat melihat Aqila yang sudah mengalihkan perhatian pada makanannya.
Tak lama waiters membawa smoothies strawberry pesanan Justin. Aqila langsung mengambilnya, dia memberikan gelas yang tadi di tangannya ke arah Justin.
Jadi, Aqila mendapatkan smoothies strawberry baru dan Justin mendapatkan minumannya yang tinggal setengah gelas.
"Ya" Aqila berkata dengan beranjak dari duduknya untuk ke kasir membayar makanannya.
Justin mengikuti Aqila dari belakang. "Apakah aku boleh ikut?"
Aqila berbalik badan untuk menatap Justin usai membayar makanannya. Dia mendongakkan kepalanya dan Justin yang sedikit menunduk untuk melihat Aqila.
Aqila terlihat berpikir sejenak, lalu dia menganggukkan kepalanya, "Baiklah"
Justin tersenyum senang mendengar keputusan Aqila. Dia bahkan membantu Aqila membawa tas tas belanjaannya yang sangat banyak.
"Apakah kamu membawa mobil?" Justin bertanya saat Aqila menghentikan langkahnya di depan pintu mall.
"Tidak, aku akan memesan mobil online untuk mengantarku pulang" Aqila berucap dengan mengambil handphonenya dari saku.
Justin terlihat terkejut dengan perkataan Aqila. Kenapa dia tidak memanggil supir pribadinya sendiri? Kenapa juga dia naik mobil online?
"Hah?! Kenapa kamu tidak memanggil supir mu saja?" Aqila menatap Justin sebentar sebelum mengalihkan pandangannya pada handphone kembali.
"Aku tidak memiliki supir pribadi!" Justin mengerutkan dahinya, tak mengerti. Kenapa dia tak memilikinya? Apakah paman Nikolas bangkrut?
Tapi segera Justin menggelengkan kepalanya saat melihat barang belanjaan Aqila yang banyak dengan harga jutaan. Tidak, tidak mungkin hal itu terjadi.
"Kalau begitu, kamu ikut naik mobilku saja!"
"Tidak perlu!" Justin tidak mendengar penolakan Aqila dan langsung menuju ke arah parkir mobilnya berada.
Aqila langsung mengikuti di belakangnya. Dia sebenarnya tidak ingin mengikuti Justin, tapi karena Justin membawa tas belanjaannya, dia harus mengambilnya kembali.
"Ayo masuk!!" Justin berkata setelah memasukkan barang bawaannya di bagasi mobil.
"Tidak perlu. Aku sudah terlanjur memesan mobil tadi"
Dengan entengnya Justin berkata, "Kalau begitu batalkan saja!"
Melihat Aqila yang akan menolaknya lagi Justin segera membuka pintu mobilnya dan memaksa Aqila untuk masuk. Justin segera masuk ke mobil setelah Aqila masuk. Dia segera pergi dari sana menuju mansion Abraham.