
Saat mereka melihat kebelakang, di sana sudah ada Mila, David, Emily, Alina, Felix, dan Andra yang sedang menuju ke mari.
"Bukankah kalian akan datang siang nanti?" tanya Kanaya terkejut melihat kehadiran keluarganya secara tiba tiba.
"Kejutan!!" ucap Andra yang berada di gendongan Felix. Calvin Keandra Alesso merupakan anak dari Alina Beckham dan Felix Alesso. Alina sudah menikah saat triplets berumur dua tahun.
Andra turun dari gendongan Ayahnya dan berlari menuju Aiden. "Kakak!!" Aiden segera menangkap sepupunya yang berlari dengan semangat ke arahnya.
Andra memeluk Aiden erat. "Apa kau tidak merindukan kami?" tiba tiba ada suara yang mengganggu reuni mereka.
Andra melepaskan pelukannya dan melihat asal suara itu yang ternyata berasal dari Aulia. Andra segera memeluk dua sepupu lainnya. "Aku juga merindukan kalian"
Semua orang yang berada di sana tersenyum gembira saat melihat ke dekatan mereka. "Apa kalian tidak merindukan, Oma?" tanya Emily pada ke tiga cucu kembarnya.
"Rindu!!" ucap Aulia semangat yang di setujui oleh Aiden dan Aqila. Mereka berjalan ke arah Oma nya dan memeluknya.
"Cucu Oma udah besar sekarang" ucap Emily memeluk erat dan mencium satu persatu kening cucunya.
"Kalian tidak merindukan nenek?" ucap Mila, dia iri saat Emily bisa memeluk dan mencium mereka. Aiden segera melepaskan pelukannya di Oma nya di ikuti Aulia dan Aqila yang sekarang memeluk Mila. David pun ikut bergabung dalam pelukan itu.
Mila, David segera mengakhiri sesi pelukan mereka dan menuju ruang keluarga bersama, di sana sudah ada Emily, Alina dan Felix yang sedang mengobrol dengan Kanaya dan Nikolas.
Aiden, Andra, dan Aulia tengah bermain VR (Virtual Reality) di ruang bermain mansion Abraham. Aqila hanya menatap mereka saja dengan duduk di sofa yang berada di ruangan itu tanpa melakukan apa pun.
Di ruang keluarga, mereka terlihat sedang mengobrol.
"Sebenarnya ada apa kalian ke sini?" tanya Nikolas menatap dengan tajam ke arah semua orang yang berada di sana.
"Tidak ada alasan, kamu hanya ingin merayakan ulang tahun Andra di sini. Sekaligus kita akan pindah ke Indonesia." ucap Felix mengangkat bahu acuh.
"Apa?! Kalian akan ke Indonesia dan menetap di sana?" tanya Kanaya terkejut dengan menatap orang tuanya dan adiknya.
Alina mengangguk, dia berkata, "Bukan kita saja tapi kamu juga!" Kanaya melebarkan matanya terkejut dengan penuturan Alina lalu melihat ke arah Nikolas.
"Tidak, kami akan tetap di sini!!" tegas Nikolas.
"Kenapa? Bukankah akan lebih baik kita kumpul bersama?" ucap Emily. Mendengar itu Nikolas mengalihkan tatapannya pada Emily dengan mengerutkan keningnya.
"Mom kamu ikut?" tanya Nikolas pada Emily.
"Tentu saja, kenapa tidak?" Nikolas terdiam sejenak sebelum menganggukkan kepalanya.
"Apa kau setuju, Nik?" tanya Kanaya yang melihat suaminya menganggukkan kepalanya. Nikolas menatap Kanaya sebentar, lalu berkata, "Ya"
Kanaya tersenyum mendengar jawaban suaminya. "Kapan kita akan berangkat?" semua mengarahkan tatapannya pada David yang sedari tadi diam menatap laptop yang berada di pangkuannya.
"Setelah kita merayakan ulang tahun Andra" David berkata saat seluruh keluarganya menatap pada dirinya. Mereka semua mengangguk dan melanjutkan obrolan mereka.
Tak lama terdengar ketukan dari luar kamar. Aiden segera melepaskan VR box dari matanya dan membuka pintu. Pelayan yang mengetuk pintu segera membungkukkan badan saat melihat tuan mudanya keluar.
"Tuan muda nyonya menyuruh anda, tuan muda Andra, nona Aulia dan nona Aqila untuk turun, makan siang akan segera di mulai" Aiden hanya mengangguk dan melambaikan tangannya. Sekali lagi pelayan itu membungkukkan badannya dan segera pergi.
menutup pintu dia melihat Andra dan Aulia yang masih asik bermain tanpa memperdulikan apa pun dan Aqila yang tertidur dengan pulas nya di sandaran sofa membuatnya menggelengkan kepala.
"Ayo selesai!!" ucap Aiden memerintah kepada Aulia dan Andra. Aiden berjalan menuju sofa yang di tempati Aqila untuk membangunkannya.
"Qila bangun!! Sudah waktunya makan siang!" ucap Aiden dengan menggoyang tubuh kembarannya. Aqila menggeliat sebentar dan dengan perlahan membuka matanya, lalu menutupnya lagi untuk menyesuaikan pandangannya.
"Cuci mukamu sana!" Aqila segera bangun saat merasa pandangannya sudah normal dan mencuci mukanya sesuai perintah Aiden.
"Yah, lima menit lagi ya kak" ucap Aulia mencoba membujuk Aiden.
"Iya, lima menit lagi kak baru selesai ya" Andra ikut membujuk. Aiden menatap datar pada mereka berdua. "Oke, tapi kalau kalian di marahin kakek jangan salahkan aku!"
Aiden pergi dari sana dengan di ikuti Aqila yang telah mencuci wajahnya. Aulia dan Andra segera melepas peralatan VR mereka saat mendengar perkataan Aiden dan ikut turun bersama dengannya.
Semua orang telah duduk di kursi masing masing masing di ruang makan. Mereka sedang menunggu anak dan cucu mereka untuk makan bersama.
"Maaf kami terlambat" ucap Aiden saat sudah berada dekat dengan sang kakek yang sedang duduk, David menganggukkan kepalanya lalu menyuruh mereka duduk.
Makan siang kali ini sangat mewah menurut Aqila yang biasanya hanya makan chicken cordon bleu karena dia selalu menyukai makannya itu dan jarang memesan makan siang lainnya selain chicken cordon bleu. Kalaupun dia bosan dengan chicken cordon bleu dia akan memesan sandwich tuna kepada para koki.
Sedangkan makan siang hari ini berbagai macam makanan laut dan daging ada, Paella makanan nasi yang di campur dengan udang, kerang, cumi, dan lain sebagainya. Dengan rasa pedas dan segar karena penambahan irisan lemon. Selain itu, ada Foie Gras Soup, Fillet Steak With Foie Gras and Truffles, Oysters Kirkpatrick, Grilled Skirt Steak and Peaches dan masih banyak lagi makanan yang membuat orang mengeluarkan air liurnya.
Mereka makan dengan lahap terutama Aulia, Andra dan Aqila yang suka sekali makan. Dan hidangan penutup siang ini adalah Mango Sticky Rice Pudding, Pai Apple, Custard, dan Apple Strudel.
Aulia, Andra dan Aqila menjilat bibir mereka saat menatap hidangan penutup yang di bawa para pelayan. Mereka menatap lapar dessert yang berada di depan mereka. Mereka menatap berbinar ke arah kakek mereka, David terkekeh lalu memakan dessert itu dan di ikuti ke tiganya yang langsung menyantap dessert saat melihat David memakannya.
Setelah selesai mereka menyeka mulut dengan serbet napkin yang berada di meja. Tidak ada yang beranjak dari tempat duduk mereka. "Kalian akan pindah ke Indonesia. Apakah kalian mau?" tanya David dengan menatap Aqila, Aulia dan Aiden yang terdiam sejenak, terkejut dengan berita yang selalu tiba tiba hari ini.
"Dengan siapa?" tanya Aiden. "Kami" jawab Emily menatap Aiden dengan tersenyum.
"Apakah Mommy dan Daddy ikut?" tanya Aulia menatap orang tuanya. Kanaya dan Nikolas mengangguk menjawab pertanyaan Aulia.
"Benarkah?! Kalau begitu kami mau ke Indonesia!!" seru Aulia di setujui Aqila dan Aiden.
"Yey, kakak ikut kita ke Indonesia" ucap Andra dengan tersenyum lebar. Aulia yang berada di sampingnya tidak tahan dang mencubit pipi adik sepupunya pelan.
"Kapan kita akan berangkat?" tanya Aqila menatap kakeknya, David tersenyum dan berkata, "Setelah kita merayakan ulang tahun Andra." Aqila, Aulia, dan Aiden mengangguk mengerti.
"Ulang tahunku?! Yey!" ucap Andra gembira mendengar hari ulang tahun akan datang. Semua yang berada di sana tersenyum saat melihat Andra senang.
David bangkit dari tempat duduknya usai memberikan informasi kepada ke tiga cucunya dan pergi untuk mengerjakan pekerjaannya di ikuti semua orang yang juga pergi dari ruang makan untuk mengerjakan pekerjaan mereka masing masing.