Forbidden Desire

Forbidden Desire
Bab 71: Joyce & Robert



Tak lama setelah pernikahan Fiona, Robert dan Joyce juga melangsungkan pernikahan mereka. Sepasang suami istri itu kini sudah memiliki seorang putri berusia 4 tahun. Dan kini, Joyce sedang mengandung anak kedua mereka. 1 bulan lagi Joyce akan melahirkan bayinya sesuai dengan perhitungan dokter kandungannya.


Sore hari yang cerah ini, Joyce sedang berkutat dengan rajutannya di kursi ayunan di taman samping rumah mereka. Akhir-akhir ini ia menghabiskan waktunya untuk merajut. Bahkan ia sudah menyelesaikan 4 sweater untuk mereka gunakan setelah bayi di dalam kandungannya lahir. Saat ini Joyce sedang merajut kaos kaki untuk bayinya.


Robert kembali ke rumah setelah menemani putrinya bermain ke taman kota. Ia dan Maggie putrinya berjalan menuju halaman samping rumah menemui Joyce.


"Mommy.." panggil Maggie seketika membuat fokus Joyce beralih ke sumber suara.


"Oh.. hai sayang.. kalian sudah kembali ya.." ujar Joyce tersenyum. Maggie mencoba naik ke atas ayunan namun ia kesulitan karena kedua tangannya sedang memegang ice cream. Robert yang melihat putrinya itu lalu membantunya untuk duduk di atas ayunan. Ia kemudian duduk di samping Joyce dan mengecup pipi Joyce.


"Pasti kamu mengiyakan semua permintaan putri kita bukan?".


"Lihat, aku tidak tau berapa banyak ice cream yang dimakannya satu hari ini," ujar Joyce. Robert lalu terkekeh.


"Maaf sayang.. aku tidak bisa menolak permintaan putri kita," balas Robert mengecup singkat bibir istrinya yang kesal padanya. Ia lalu mengusap perut buncit istrinya.


"Jangan terlalu memanjakannya sayang.." kata Joyce.


"Maggie mommy sudah sering mengatakan pada mu.. makan ice creamnya jangan terlalu sering sayang. Nanti perut mu sakit lagi," kata Joyce mengusap lembut rambut panjang Maggie. Anak itu mendongak menatap Joyce. Beberapa kali ia memang sakit perut karena terlalu banyak memakan ice cream. Namun Maggie tetap tidak jera.


"Ice cream sangat enak mom. Maggie tidak bisa menolaknya," balas Maggie tersenyum menampilkan gigi ompongnya.


"Mommy tidak melarang mu untuk memakan ice cream. Tapi kamu makan ice cream berlebihan sayang. Itu tidak baik untuk kesehatan mu," ucap Joyce.


"Berjanjilah pada mommy untuk tidak memakan ice cream berlebihan. Mommy juga tau jika kamu diam-diam memintanya pada daddy kan.." ucap Joyce menoel hidung Maggie.


"Hehehe... sorry mom. Maggie janji tidak akan sering makan ice cream," kata Maggie berdiri lalu mengecup pipi Joyce.


"Thanks sayang.." balas Joyce mencium pipi Maggie.


Seorang pelayang datang menghampiri mereka, "Tuan, Nyonya.. ada tamu yang datang," ucap pelayan tersebut.


"Siapa yang datang Chloe?" tanya Joyce.


"Mereka bilang ini suprise, saya tidak bisa menyebutkannya. Tuan dan Nyonya sebaiknya menemui mereka di ruang tamu," kata pelayan.


"Saya pamit tuan," ucap pelayan lalu pergi.


"Sayang... ayo kita lihat siapa yang datang," kata Robert. Joyce lalu mengangguk. Ia membantu Maggie turun dari kursi ayunan dan ketiganya lalu masuk ke dalam rumah.


"Oh astaga... Fiona..." ucap Joyce saat melihat siapa tamu mereka yang berkunjung. Joyce sangat senang.


"Hai Joyce... aku sangat merindukan mu.." ucap Fiona memeluk tubuh Joyce. Hampir dua tahun lamanya mereka tidak pernah bertemu. Biasanya mereka hanya melakukan panggilan vidio kalau sedang rindu.


"Aku juga sangat merindukan mu..." balas Joyce.


"Hai aunty Fio. Maggie sangat senang kalian datang," ucap Maggie.


"Aunty juga sangat senang sayang.." kata Fiona mengusap rambut kepala Maggie.


"Kakak Sean.." panggil Maggie senang. Ia lalu memberikan ice cream di tangannya pelayan dan mendekati Sean.


"Halo Maggie..." ucap Sean. Kedua anak itu langsung akrab. Maggie mengajak Sean untuk menunjukkan mainannya.


"Kenapa kalian tidak bilang akan datang.." kata Robert.


"Ini ide Fiona yang ingin membuat surprise,"


"Sebenarnya kami sudah tiba di sini sejak dua hari yang lalu. Kami ingin berkunjung ke makam kedua orang tua Fiona dan sekaligus berkunjung ke rumah kalian," kata Kendrick.


"Kamu ya.. katanya tahun ini tidak akan ke Alaska.." kata Joyce geram mencubit gemas wajah Fiona.


"Aku ingin bercerita dengan mu. Ayo biarkan anak-anak bersama ayahnya," ajak Joyce menarik tangan Fiona. Keduanya lalu berjalan taman belakang.


"Lihat.. entah apa yang mereka ceritakan.." kata Robert.


"Cerita mereka tidak pernah ada habisnya. Padahal hampir setiap minggu bertelepon.." ucap Kendrick terkekeh.