Forbidden Desire

Forbidden Desire
Bab 39: Jangan Membohongi Ku



Fiona masuk ke dalam rumah dan mendengar suara Sean yang menangis. Dengan langkah yang terburu-buru, Fiona lalu menuju ruang keluarga dan melihat Shopie yang sedang dibantu oleh Milly untuk mendiamkan anak itu.


"Nona Fiona, anda sudah kembali," timpal Milly yang melihat Fiona datang menghampiri mereka. Fiona kemudian mengangguk.


"Berikan Sean pada ku Bibi," ucap Fiona mengulurkan tangannya. Shopie memberikan Sean yang menangis di gendongannya pada Fiona.


"Cup... Cup.. Cup.. anak tampan jangan menagis lagi ya, kakak sudah kembali," gumam Fiona mengayun-ayun tubuh anak itu dengan pelan kemudian mendaratkan bokongnya di lantai.


"Tadi Sean sempat menghabiskan susunya setengah botol dan setelah itu dia tidak mau lagi," ujar Shopie menaruh botol susu yang ada ditangannya di atas meja.


"Sepertinya tuan muda Sean memang tidak suka jika minum dari botol," tukas Milly. Fiona mengangguk membenarkan perkataan Milly.


Fiona melepas kancing atasannya dan mengeluarkan salah satu bukit kembarnya dan mengarahkan puncaknya pada mulut mungil bayi itu. Sean yang kehausan langsung menghisap sumber makanannya dengan cepat hingga menimbulkan bunyi decakan.


"Fio, Bibi tinggal sebentar. Bibi ingin istirahat," ujar Shopie.


"Baik Bibi," balas Fiona. Milly juga ikut pamit membawa botol susu Sean.


"Ya ampun sayang.. pelan pelan, nanti kamu tersedak gimana coba.." tukas Fiona mengecup gemas pipi anak itu. Sean mengemut puncak dadanya dengan rakus.


"Baby Sean lapar banget ya..." tukas Fiona menatap wajah Sean yang juga menatapnya.


"Maafkan mommy ya nak.. sudah meninggalkan mu cukup lama tadi," tukas Fiona tanpa sadar menyebut dirinya sebagai mommy.


"Sean minum yang banyak ya.. setelah ini Sean mandi dan tidur yang nyenyak," gumam Fiona mengusap lembut kepala Sean.


***


Saat malam tiba Kendrick masuk ke dalam kamar Fiona membawa Sean yang menangis. Fiona yang baru saja selesai mandi langsung mengambil Sean dari gendongan Kendrick.


"Aku akan kembali lagi nanti," ucap Kendrick mengecup leher jenjang Fiona. Wanita itu lalu terbelalak, pasalnya Kendrick tidak menutup pintunya. Bagaimana jika ada yang melihatnya.


Setelah kepergian Kendrick, tak lama kemudian Shopie datang.


"Fiona..." panggil Shopie masuk ke dalam kamar Fiona yang tidak tertutup.


Fiona menoleh dan melihat Shopie berjalan mendekatinya.


"Ada apa Bibi Shopie?" tanya Fiona.


"Tentu saja Bibi Shopie," balas Fiona.


"Kamu memang terbaik, terima kasih Fiona," tukas Shopie.


"Sean belum tidur ya?" tanya Shopie melihat putranya yang masih betah meny.usu.


"Sepertinya belum Bibi, kalau sudah tidur aku akan mengantarnya nanti," ujar Fiona. Shopie kemudian mengangguk.


Tengah malam, saat Fiona sedang tidur dengan nyenyak, Kendrick masuk ke dalam kamarnya dan menguncinya.


Kendrick melepas celananya dan menyisakan boxer hitam saja. Kendrick naik ke atas tempat tidur Fiona, berbaring di samping Fiona.


"Sayang.. sayang..." panggil Kendrick mengelus lengan Fiona, menatap wajah Fiona yang sedang tidur dengan pulas.


Fiona perlahan membuka matanya dan melihat Kendrick di depannya.


"Ken.. " gumam Fiona serak khas bangun tidur.


"Aku sudah bilang untuk menunggu ku," ujar Kendrick meremas bokong Fiona.


"Aku ketiduran tadi," balas Fiona.


"Apa sudah selesai? aku menginginkan mu. Satu minggu ini aku tidak melakukannya dengan mu," bisik Kendrick menyusupkan satu tangannya ke dalam gaun tidur Fiona. Dan memainkan benda bulat kesukaannya.


"Sshh.. Ken.. jangan kuat-kuat. ASI nya nanti keluar," desis Fiona menatap Kendrick.


"Sepertinya aku belum selesai," ucap Fiona berbohong. Wajah Kendrick berubah menjadi masam.


"Selama itu.." tukas Kendrick seolah tidak percaya menatap wajah Fiona yang sedang menahan tawa.


"Jangan membohongi ku sayang, aku tau pasti sudah selesai. Wajah mu tidak bisa berbohong pada ku," tukas Kendrick. Kendrick menurunkan tali gaun Fiona kemudian menyesap gundukan milik Fiona.


"Ahhh.. Ken..." lenguh Fiona saat Kendrick menggigit kecil puncak dadanya.


"Aku menginginkan mu sayang.." Kendrick mendorong tubuh Fiona lalu menindihnya.