Forbidden Desire

Forbidden Desire
Bab 41: Belum Puas



Fiona lalu mengunci pintu kamarnya dan membawa Sean ke atas tempat tidurnya. Mulut Sean tampak mencari-cari sumber minumannya dari balik gaun tidur Fiona.


"Sabar sayang..." ucap Fiona mengeluarkan salah satu benda bulat miliknya, mengarahkan puncaknya ke mulut mungil Sean.


Kendrick keluar dari kamar mandi, berjalan mendekati Fiona yang sedang menyapih Sean. Kendrick naik ke atas tempat tidur, duduk di samping Fiona.


"Kenapa kamu bangun nak. Daddy belum puas dengan mommy Fiona tadi," ucap Kendrick menyandarkan kepalanya di bahu Fiona, menatap putranya yang sedang menyu.su. Fiona mencubit lengan Kendrick.


"Ken.. kamu harus kembali ke kamar mu dan Bibi Shopie. Bibi mencari mu tadi," ujar Fiona. Kendrick menggelengkan kepalanya.


"Aku ingin tidur di sini. Aku masih ingin ronde ke dua," ucap Kendrick manja menggambar pola acak di dada Fiona.


"Astaga.. apa kamu sudah gila Ken? ada Sean di sini. Dan aku takut jika Bibi Shopie datang lagi nanti," ujar Fiona menggeleng gelengkan kepalanya.


"Aku memang sudah gila karena mu Fiona. Satu minggu ini kita tidak melakukannya sayang, masa hanya satu ronde saja," balas Kendrick manja menyusupkan tangannya ke dalam gaun tidur Fiona dan me.remas dada Fiona dengan lembut. Fiona membiarkannya begitu saja. Sudah menjadi kebiasaan pria itu. Dilarang juga tidak ada artinya.


"Kenapa kamu akhir-akhir ini terlihat manja. Sean saja tidak seperti itu," tukas Fiona terkekeh menatap wajah Kendrick.


"Sean.. lihat itu daddy mu seperti anak kecil saja," tukas Fiona terkekeh.


"Habisnya mommy kamu pelit boy, masa daddy tidak dikasih jatah. Padahal kamu selalu dapat jatah minum dari mommy, bilangin sama mommy kamu ya.." adu Kendrick. Entah mengapa hati Fiona menghangat saat mendengar perkataan Kendrick. Mereka seperti satu keluarga bahagia saja.


"Ken.. kamu harus segera kembali ke kamar mu. Aku tidak ingin Bibi Shopie curiga," tukas Fiona mengusap lembut rambut kepala Kendrick. Inilah yang Kendrick suka dari Fiona. Wanitanya sangat lembut dan perhatian. Menyayanginya dan Sean. Kendrick sangat suka bermanja-manja dengan Fiona.


"Baiklah.. besok aku akan memakan mu lagi, aku akan menggempur mu habis-habisan," ujar Kendrick bangun.


"Cup..good night sayang," ujar Kendrick mengecup lembut bibir Fiona.


"Good night boy," Kendrick mencium pipi Sean. Ia kemudian pergi.


"Ken.. aku takut jika suatu saat hubungan ini akan berakhir," gumam Fiona setelah kepergian Kendrick. Terkadang ia berpikir egois. Ia ingin Kendrick hanya menjadi miliknya seorang. Tapi rasanya itu akan mungkin meskipun Kendrick selalu meyakinkannya. Ia tidak tau akan seperti apa akhir hubungan ini kedepannya. Tapi setidaknya ia bisa bersama Kendrick untuk sekarang.


Kendrick masuk ke dalam kamarnya.


"Sayang.. kamu darimana saja aku mencari mu," ucap Shopie bangun dan menyandarkan tubuhnya di kepala ranjang.


"Aku baru saja dari taman belakang mencari udara segar. Pekerjaan di kantor akhir-akhir ini sangat banyak," ujar Kendrick naik ke atas tempat tidur. Shopie mengangguk.


"Maafkan aku belum bisa melakukannya dengan mu. Aku belum pulih sepenuhnya. Mungkin 2 atau 3 minggu lagi," ujar Shopie memeluk tubuh Kendrick.


"Ya, aku tau itu.." balas Kendrick memejamkan matanya. Shopie menaruh kepalanya di atas dada Kendrick, memeluk erat tubuh Kendrick dan memejamkan matanya.