
1 Bulan Kemudian...
Kendrick bersama istri dan anaknya akhirnya kembali ke New York setelah melakukan perjalanan ke Swiss. Kedatangan mereka disambut oleh Norah dan Carl. Mereka kemudian turun dari dalam mobil. Norah langsung menghampiri mereka karena tidak sabar untuk menggendong cucunya. Ia sangat merindukan cucunya yang kini menginjak usia 6 bulan.
"Sean... grandma sangat merindukan mu.." ucap Norah senang mengambil alih Sean dari gendongan Fiona kemudian memeluknya dengan erat melepas rasa rindunya setelah satu bulan tidak bertemu.
"Sayang.. cucu kita terlihat semakin besar saja. Padahal kita hanya tidak bertemu selama satu bulan saja," ucap Norah pada Carl suaminya.
"Kamu benar sayang..." balas Carl.
"Sayang.. ayo kita tunjukkan mainan yang kita beli untuk Sean.." ucap Carl senang. Suami istri itu membeli banyak mainan untuk cucu mereka selama Sean pergi ke Swiss.
"Tentu saja. Ayo... aku tidak sabar menunjukkannya," kata Norah. Mereka lalu masuk ke rumah mengabaikan pengantin baru yang menatap mereka dengan geleng-geleng kepala.
"Kamu lihat sayang.. mereka mengabaikan kita," kata Kendrick dengan tangan melingkar di pinggang Fiona. Fiona lalu terkekeh.
"Tapi itu bagus untuk kita. Dengan begitu kita punya banyak waktu untuk melakukan kegiatan panas kita," ucap Kendrick mengedipkan satu matanya.
"Bagus untuk mu saja.." ujar Fiona menyikut pinggang Kendrick lalu berjalan masuk ke dalam rumah. Selama di Swiss, Kendrick menggempurnya terus menerus hingga mereka tidak memiliki banyak waktu untuk menikmati destinasi wisata yang ada di Swiss.
Kendrick menghardik bahunya lalu membawa sebagian barang-barang mereka masuk ke dalam rumah.
"Astaga mom.. dad.." ucap Fiona saat melihat ada begitu banyak mainan anak-anak di ruang tengah.
"Sudahlah.. kami hanya ingin memanjakan cucu kami sekali-kali," ucap Norah.
"Itu benar sayang.." timpal Kendrick.
"Mom.. tapi ini banyak sekali. Dan ini sudah yang ke berapa kalinya. Mainan kemarin yang kalian beli saja belum di buka. Kan sayang mom. Lagian Sean belum bisa memainkan semua benda-benda itu," celoteh Fiona duduk di sofa. Norah hanya tersenyum saja.
"Iya.. iya... besok-besok tidak lagi," ujar Norah mencubit gemas wajah Fiona.
"Gimana bulan madunya?" tanya Norah.
"Lebih banyak di hotel daripada jalan-jalannya mom," ujar Fiona dengan wajah kesalnya. Norah lalu tertawa.
"Astaga.. anak itu," gumamnya.
"Akhir tahun nanti kita berdua pergi liburan bersama. Biarkan para suami tinggal di rumah sendirian," kata Norah.
"Aku setuju dengan mu mom," balas Fiona.
"Enak saja mom.. satu hari jauh dari istriku rasanya hampir mati. Gimana mau satu bulan coba," ujar Kendrick setelah mendengar pembicaraan Norah dan Fiona.
"Mommy pergi dengan daddy saja. Jangan mengajak istriku," lanjutnya.
"Dasar posesif.."
Malam harinya setelah Sean menidurkan Sean di dalam box nya. Pria itu kemudian naik ke atas tempat tidur.
"Sayang... jangan tidur dulu.." ujar Kendrick memeluk tubuh Fiona dari belakang.
"Aku sudah mengantuk Ken. Memangnya ada apa?" gumam Fiona.
"Aku menginginkan mu.." bisik Kendrick menggoda Fiona dengan menggigit telinga wanita itu.
"Dasar maniak.. " ucap Fiona.
"Sayang ayolah.. satu ronde saja," ujar Ken menggesekkan miliknya ke bokong Fiona. Wanita itu lalu memutar tubuhnya, menatap wajah Kendrick.
"Tidak Ken, besok saja. Aku lelah Ken," balas Fiona mengusap wajah Kendrick dengan lembut.
"Kalau begitu aku ingin memainkan mainan ku saja.." ujar Kendrick.
Fiona menghela nafasnya, sebelum ia mengangguk. Kendrick lalu menurunkan tali gaun tidur Fiona dan memainkan bukit kembar Fiona.