
Satu Minggu Kemudian
Fiona dan Kendrick memutuskan akan melaksanakan pernikahan mereka minggu depan. Satu minggu ini Kendrick sudah menyiapkan semuanya dengan begitu cepat. Bahkan gaun pernikahannya sudah mereka beli tiga hari yang lalu. Kendrick sengaja pulang lebih lama dari kantornya. Kendrick ingin menyelesaikan semua pekerjaannya sebelum ia menikah minggu depan. Ia juga ingin absen dari kantornya selama dua bulan ke depan setelah pernikahannya, menghabiskan waktunya bersama anak dan istri tercintanya.
"Nyonya.. nyonya.." panggil Milly membawa Sean yang menangis di gendongannya. Milly juga sudah mengganti panggilannya pada Fiona atas permintaan Kendrick.
"Putra mommy kok nangis..." ucap Fiona yang baru saja selesai mandi berjalan menghampiri Milly.
"Kenapa sayang.. mommy hanya mandi sebentar saja.." kata Fiona menggendong Sean. Bayi kecil itu langsung berhenti menangis setelah berada digendongan ibunya.
"Milly.. tolong bantu saya menyiapkan perlengkapan Sean ya. Aku ingin mengajaknya jalan-jalan ke taman," ujar Fiona.
"Baik Nyonya," Milly kemudian bergegas untuk menyiapkan perlengkapan Sean.
"Boy... pakai jaket dulu ya.." ujar Fiona menaruh Sean di atas tempat tidur dan memakaikannya Jaket.
"Tampannya putra mommy ini.." Fiona mengecup seluruh wajah Sean membuat bayi kecil itu senang dan tertawa. Fiona mengambil ponsel miliknya dan membuka kamera ponselnya. Ia kemudian mengambil foto Sean dan mengirimnya pada Kendrick.
Beberapa menit kemudian Milly kembali membawa tas kecil berisi perlengkapan Sean.
"Nyonya semuanya sudah siap," ucap Milly.
"Terima kasih Milly, ayo.. kamu ikut dengan kami ke taman," ujar Fiona. Milly lalu mengangguk.
Setibanya di taman kota, Fiona membawa Sean berjalan mengelilingi taman menggunakan stroller. Milly mengikuti mereka dari belakang.
Saat Fiona sedang berbicara dengan Sean sembari menunjukkan burung merpati yang sedang terbang seorang wanita tampak berjalan mendekati mereka.
"Tinggalkan kami di sini," ucap Wanita itu. Milly lalu mengangguk.
"Fiona.." panggil wanita itu. Fiona lalu menoleh dan terkejut saat melihat wanita yang sedang berdiri di depannya.
"Aku ingin bertemu dengan putra ku.." ucap Shopie menatap rendah Fiona.
"Te..tentu saja Bibi Shopie.." ujar Fiona terbata.
"Berhenti memanggilku Bibi. Aku bukan Bibi mu lagi. Hubungan kita berakhir sejak kamu diam-diam menggoda Kendrick dibelakang ku," ucap Shopie datar.
"I.. itu tid__" Shopie mengangkat satu tangannya menginterupsi Fiona agar tidak berbicara lagi.
"Kau tau, aku menyesal pernah membantu mu," ucap Shopie mengambil Sean dari Stroller dan membawanya pergi menjauh dari Fiona.
"Bibi.. kemana kamu akan membawa Sean.." timpal Fiona berjalan mengikuti Shopie.
"Sean anak ku Fiona. Aku bebas membawanya kemanapun aku mau," balas Shopie berjalan menjauhi taman kota.
"Bibi.. apa yang Bibi lakukan..." ucap Fiona dengan mata terbelalak berlari mendekati Shopie yang sedang berdiri di tengah jalan.
"Berhenti Fiona atau aku akan menyakiti Sean," pekik Shopie. Refleks Fiona menghentikan langkah kakinya.
"Jika kamu ingin Sean baik-baik saja kamu harus meninggalkan Kendrick," ucap Shopie. Fiona tampak bingung untuk menjawabnya. Tentu saja ia tidak ingin berpisah dari Kendrick. Tapi dia juga tidak ingin Sean celaka. Fiona sangat menyayangi keduanya. Fiona dilema.
"Bibi, kemari.. kalian bisa celaka..." ucap Fiona saat melihat mobil mendekat ke arah mereka.
"Kamu harus menjawabnya dulu Fiona.." kata Shopie menyeringai melihat raut wajah ketakutan Fiona.
"Berhenti di sana Fiona atau Sean akan celaka.." hardik Shopie saat Fiona ingin mendekatinya. Fiona lalu berhenti.
"Baik... baik Bibi.. aku akan meninggalkan Kendrick.." ucap Fiona. Shopie lalu tersenyum dan berjalan mendekati Fiona.