Forbidden Desire

Forbidden Desire
Bab 69: Flashback



Flashback On


Setelah mengantar Sean dan Scarlett ke rumah orangtuanya, Kendrick dan Fiona lalu pergi mencari keberadaan Shopie. Kendrick juga memerintahkan orang untuk mencari Shopie di seluruh kota New York.


"Kita harus segera menemukan bibi Shopie. Jangan sampai ia melukai orang lain," kata Fiona.


"Kamu benar sayang," balas Kendrick.


"Aku akan menghubungi Mark kembali. Mungkin saja ada informasi terbaru," kata Kendrick merogoh kantung celananya. Ia lalu menghubungi nomor Mark. Tidak ada jawaban.


"Kemana pria itu? kenapa dia tidak mengangkat panggilan ku," ujar Kendrick kembali menghubungi nomor Mark.


Kendrick menyimpan kembali ponselnya karena Mark tidak mengangkat panggilannya. Tidak lama kemudian ponsel kendrick berdering. Kendrick mengambil ponselnya lalu mengangkatnya.


"Halo.."


"Apa?"


"Saya akan segera kesana," ucap Kendrick.


"Ada apa sayang?" tanya Fiona khawatir.


"Shopie sudah ditemukan dan Rosaline sedang dalam bahaya. Shopie melihat mereka dan membuatnya semakin mengamuk. Shopie ingin melukai mereka," kata Kendrick.


"Ya Tuhan.. bagaimana ini.. kita harus segera kesana dan membantu mereka," ucap Fiona mulai takut. Ia tidak ingin terjadi sesuatu dengan Rosaline.


Setibanya di rumah sakit Kendrick memarkirkan mobilnya. Ia dan Fiona kemudian turun dari mobil dan berjalan dengan langkah kaki yang cepat menuju halaman belakang rumah sakit.


"Sayang... itu mereka," ujar Fiona. Di sana terlihat Shopie yang sedang berteriak dengan satu tangan melingkar di leher Rosaline dan tangannya yang lain memegang sebuah batu besar.


"Sialan.. kedua polisi itu juga tidak berguna di sana," ujar Kendrick kesal.


"Tunggu dulu," intrupsi Kendrick saat Fiona hendak pergi.


"Kita lewat dari jalan lain agar Shopie tidak melihat kita. Ayo kita jalan dari sini.." ucap Kendrick. Fiona lalu mengangguk dan mengikuti Kendrick.


"Sayang.. kamu tunggu di sini. Jangan kemana-mana. Aku kan mencoba mengalihkan perhatian Shopie. Ingat, jangan pergi kemanapun," ucap Kendrick mengecup bibir Fiona. Setelah Fiona mengangguk, ia lalu pergi.


Kendrick berjalan dengan hati-hati, agar tidak mencuri perhatian Shopie. Mark yang melihatnya lalu seketika terkejut. Seperkian detik kemudian, Mark mengalihkan pandangannya dari Kendrick agar Shopie tidak curiga.


"Shopie awas dibelakang mu..." teriak ibu Shopie saat melihat Kendrick muncul dari belakang. Shopie refleks memutar tubuhnya tanpa melepaskan Rosaline.


"Apa kamu gila hah.." pekik Mark marah pada orang tua Shopie.


"Putri mu yang gila itu ingin mencelakai istriku dan kamu mendukungnya sialan.." ujar Mark marah ingin menghajar wanita tua itu.


"Putriku juga seperti ini karena kalian," balas wanita itu.


"Berhenti di sana.. sepertinya kamu ingin mempercepat kematian wanita sialan ini," ucap Shopie tertawa.


"Aku bilang berhenti.." pekik Shopie.


"Kendrick berhenti," teriak Mark. Ia tidak ingin membuat Shopie semakin marah.


Shopie tertawa, "lihatlah wajah kalian sekarang... aku sangat menyukainya. Wajah-wajah ketakutan ini," kata Shopie tertawa dengan kuat.


"Hentikan atau kami akan menembak mu sekarang juga," ucap polisi.


"Coba saja jika kalian berani," kata Shopie berlindung di balik tubuh Rosaline. Tiap kali polisi ingin menembaknya Shopie akan menjadikan tubuh Rosaline sebagai tamengnya.


Fiona tidak tahan lagi. Ia tidak bisa hanya berdiri di sana saja. Ia akan menolong Rosaline. Fiona mencari sesuatu di sekitarnya. Ia melihat sebuah kayu besar dan mengambilnya. Fiona berlari dengan cepat saat Shopie ingin memukul kepala Rosaline yang sepertinya sudah pasrah.


"Bughh..." secepat kilat Fiona memukul tangan Shopie dengan keras hingga batu ditangannya terjatuh. Dan disaat itu juga polisi menembak kaki Shopie. Kendrick lalu menahan Shopie.


"Sialan kalian...." teriak Shopie. Rosaline berlari dan menghampiri Mark. Ia kemudian memeluk Mark dan menangis.


"Mark..." gumam Rosaline memeluk erat tubuh Mark.


"Ya sayang.. aku di sini. Maafkan aku yang tidak bisa melindungi mu," kata Mark mengecup kepala Rosaline.


"Kali ini, aku pastikan semua ini tidak akan terulang lagi," kata Mark berjanji dengan dirinya.


"Lepaskan putri ku.." teriak wanita ibu Shopie. Dua orang dokter menahannya agar tidak membuat kekacauan. Polisi kemudian memborgol tangan Shopie.


"Sayang... untung saja Shopie tidak menyadari kehadiran mu," ucap Kendrick merangkul pinggang Fiona. Sebenarnya ia juga tidak menyadari kedatangan Fiona. Jantungnya hampir saja copot kalau saja tadi Fiona tidak berhasil.


"Ayo kita temui mereka," ucap Shopie. Kendrick lalu mengangguk.


"Terima kasih banyak Fiona. Kalau bukan karena kamu, istriku sudah terluka," ucap Mark. Rosaline lalu melepaskan pelukannya saat mendengar nama Fiona.


"Fiona... " ucap Rosaline memeluk Fiona.


"Kamu baik-baik saja kan?" tanya Fiona. Rosaline menganggukkan kepalanya.


"Terima kasih... kamu penyelamat ku," ucap Rosaline.


"Sama-sama Rosaline, kita berdua adalah teman. Sesama teman harus saling membantu bukan," ujar Fiona.


"Ayo kita lihat keadaan Shopie," ujar Kendrick.


"Kita harus memperketat pengawasannya untuk kedepannya," ucap Mark.


"Kamu benar Mark," kata Kendrick. Mereka lalu pergi menemui Shopie.


Flashback Off