Forbidden Desire

Forbidden Desire
Bab 59: Candu



"Kamu candu ku sayang.." ucap Kendrick membawa tubuh Fiona ke atas pangkuannya. Kendrick kembali mencium bibir Fiona. Tangannya bergerak melepas kancing baju Fiona dan menurunkannya hingga sebatas pinggang wanita itu.


"Ngghh.. Ken.." lenguh Fiona saat tangan Kendrick memainkan bukit kembarnya. Refleks Fiona menggerakkan pinggulnya di atas pangkuan Kendrick.


"Ouch.." lenguh Fiona saat mulut basa Kendrick menyesap puncak dadanya membuat Fiona darahnya berdesir. Fiona tidak bisa menolak setiap kali kendrick menyentuhnya.


Kendrick menenggelamkan wajahnya di bukit kembar Fiona, kedua tangan Fiona me.remas rambut kepala Kendrick menyalurkan gairahnya.


"Fiona.. aku dat____" Joyce terbelalak saat tak sengaja melihat adegan panas di depannya. Suara Joyce membuat Fiona terkejut. Sementara Kendrick tidak peduli.


"Ma_ maaf. Aku tunggu di luar," ucap Joyce buru-buru. Ia kemudian keluar. Seketika gairah Fiona hilang saat kepergok oleh temannya sendiri.


Fiona menjauhkan tubuhnya dari Kendrick dan merapikan kembali pakaiannya.


"Aku akan menemui Joyce dulu," ucap Fiona menatap wajah kesal Kendrick yang sedang menahan gairahnya.


"Astaga aku tidak tau jika kalian sed__mmptt" Fiona menutup mulut Joyce dengan tangannya.


"Kecilkan suara mu Joyce.." ucap Fiona melepaskan tangannya dari mulut Joyce.


"Kapan paman tampan mu itu datang? bukankah kamu bilang kalian sudah berakhir?" tanya Joyce penasaran.


"Ceritanya cukup panjang. Kendrick dan Sean datang tadi malam," balas Fiona.


"Bisa-bisanya kalian melakukan itu lagi. Bagaimana jika Bibi mu melihatnya tadi," ujar Joyce.


"Mereka sudah bercerai Joyce," balas Fiona membuat Joyce terbelalak.


"Pantas saja kalian tidak takut melakukannya," ucap Joyce.


"Kenapa kamu tidak mengabari ku tadi pagi coba. Tau begini aku sudah jalan dengan Robert. Kamu jahat banget sih.." kata Joyce cemberut.


"Ya ampun... maafkan aku Joyce. Tadi pagi kami mengunjungi makam mommy dan daddy ku. Aku lupa mengabari mu," ucap Fiona mencubit wajah Joyce.


"Ya sudah.. aku membawa mu makan siang. Ku pikir kamu masih seperti kemarin. Hidup tapi seolah tak bernyawa. Aku senang kamu kembali seperti dulu," kata Joyce memberikan makanan yang dibawanya pada Fiona.


"Kamu memang yang terbaik Joyce. Terima kasih. Apa kamu tidak ingin singgah dulu," ujar Fiona menerima pemberian Joyce.


"Aku tidak ingin mengganggu kegiatan panas kalian. Kekasih mu itu pasti sedang kesakitan menahan gairahnya yang sudah di ujung tanduk. Aku pergi dulu. Bye Fiona.." ujar Joyce terkekeh lalu pergi.


"Awas saja kamu," pungkas Fiona lalu masuk ke dalam unitnya.


"Ken.. ayo kita makan siang dulu, Joyce membawa makanan," ucap Fiona menaruh makanan pemberian Joyce di atas sofa. Joyce menatap wajah cemberut Kendrick yang sedang duduk di sofa.


"Ada apa Ken?" tanya Fiona seolah tidak tau.


"Sayang.. yang tadi masih tanggung dan kamu mengajak ku makan siang. Bagaimana bisa aku makan siang sementara dia belum dijinakkan," tukas Kendrick mengarahkan telunjuknya pada miliknya yang mengeras di balik celananya.


"Tidurkan saja sendiri. Aku sudah lapar," balas Fiona mengeluarkan kotak makanan dari dalam paper bag.


"Akh.." pekik Fiona saat Kendrick mengangkat tubuhnya.


"Kamu harus tanggung jawab. Siapa suruh kamu sangat nikmat," ucap Kendrick membawa Fiona ke dalam kamar mandi. Dan setelah itu kalian pasti tau apa yang terjadi di antara mereka berdua. Kendrick benar-benar gila. Ia seperti maniak saat bersama dengan Fiona. Ia bahkan ingin mengurung Fiona seharian di kamar.