Forbidden Desire

Forbidden Desire
Bab 30: Mommy Fiona



Kendrick menunggu sampai Fiona menghabiskan makan malamnya. Pria itu duduk di kursi sembari memainkan ponselnya. Fiona merasakan sebuah tangan menjalar di pahanya. Fiona menatap ke bawah dan melihat tangan Kendrick ada di sana.


Kendrick mulai lagi. Satu minggu ini, Kendrick mendiaminya, ia pikir pria itu berubah. Dan lihat sekarang.


Fiona menjauhkan tangan Kendrick dari atas pahanya. Pria itu menaruh kembali tangannya di atas paha Fiona. Pandangan pria itu tetap mengarah ke ponselnya. Seolah tidak tau apa yang terjadi.


"Ken lepaskan tangan mu. Jangan mulai lagi," tukas Fiona menatap tajam Kendrick. Pria itu malah tertawa pelan, seolah mengejek Fiona.


"Tatapan mu membuat ku ingin membawa mu ke kamar sekarang," bisik Kendrick membuat Fiona melotot.


"Aku sudah kenyang," pungkas Fiona meninggalkan meja makan. Kendrick hanya diam menatap kepergian Fiona.


***


Kendrick terbangun saat mendengar suara tangisan baby Sean. Kendrick menoleh ke samping, melihat Shopie yang tidur nyenyak. Dengan berat hati, Kendrick bangkit dan turun dari atas tempat tidurnya.


Kendrick memeriksa popok Sean, bayi kecil itu sepertinya sudah kencing. Kendrick mengambil popok baru Sean dan menggantinya dengan telaten.


"Kamu haus ya.. sabar sebentar boy. Kita akan segera menemui mommy Fiona," ucap Kendrick mengangkat tubuh Sean dari box bayi. Kendrick lalu membawa Sean ke kamar Fiona.


"Tok.. tok.. tok.. Fio... Fiona... " panggil Kendrick mengetuk pintu Fiona. Karena tidak ada jawaban dari dalam, Kendrick membuka pintu Fiona yang tidak tertutup. Fiona sengaja tidak menguncinya agar lebih mudah, karena tengah malam Sean akan menangis dan Kendrick atau Shopie akan mengantarnya ke kamarnya.


"Fiona, Fio.. sayang.." panggil Kendrick menepuk pelan wajah Fiona yang tertidur pulas. Kendrick sepertinya sangat betah memanggil Fiona dengan kata sayang.


"Ngghhh.." lenguh Fiona. Matanya seketika terbuka saat mendengar suara tangisan Sean. Suara tangisan anak itu sepertinya sudah terekam dalam memorinya.


"Sean.." gumam Fiona bangun. Ia lalu menyandarkan punggungnya di kepala ranjang.


Fiona hendak mengeluarkan salah satu benda bulat miliknya namun ia ingat sesuatu. Fiona mendongak, menatap wajah Kendrick.


"Ck.. jadi kamu masih malu juga setelah beberapa hari ini aku sudah sering melihatnya," ucap Kendrick berdecak seolah tau isi pikiran Fiona.


Entah mendapat keberanian darimana, Fiona kemudian mengeluarkan benda bulat miliknya dari dalam gaun tidurnya dan meny.usui Sean mengabaikan Kendrick yang sedang menatapnya.


"Astaga sayang.. pelan-pelan. Kamu lapar sekali ya," ucap Fiona terkekeh menatap Sean yang meny.usu dengan rakus seolah tidak ada hari esok.


Dengan santainya Kendrick merangkak naik di atas tempat tidur Fiona dan merebahkan tubuhnya di sana.


"Aku mengantuk sekali. Bangunkan aku jika Sean sudah kenyang dan tidur lagi," ucap Kendrick.


"Kamu tidur di kamar mu saja. Aku akan mengantar Sean ke kamar mu nanti. Aku tidak ingin Bibi Shopie tiba-tiba datang dan melihat mu tidur di ranjang ku," tukas Fiona mengusir Kendrick dengan halus.


"Aku sudah mengunci pintu kamar mu, kalau Shopie datang, akan terdengar," balas Kendrick.


"Kau tau.. semakin kamu menolak ku semakin aku ingin cepat-cepat menaklukkan mu," tukas Kendrick membawa kepalanya ke atas paha Fiona.


"Ken.. apa yang kamu lakukan, jauhkan kepala mu dari sana," ujar Fiona menggoyang kakinya.


"Ken... bangun dari sana.." pungkas Fiona mendorong lengan berotot milik Kendrick. Ia sedikit kesusahan karena menggendong Sean.


"Sayang.. biarkan aku tidur seperti ini. Apa kamu tidak kasihan denganku yang satu harian ini bekerja di kantor sampai malam," gumam Kendrick dengan mata tertutup menarik selimut untuk menutupi tubuhnya. Fiona akhirnya pasrah saja. Ia juga tidak tega melihat Kendrick yang kelelahan karena bekerja satu harian ini.