Forbidden Desire

Forbidden Desire
Bab 43: Merindukan



3 Bulan Kemudian


Shopie mulai aktif dalam pekerjaannya. Ia beberapa kali pulang malam dan pergi ke luar kota untuk pemotretan. Waktunya untuk bersama Sean juga tidak banyak. Semua kebutuhan Sean akan di atur oleh Fiona.


Hari ini Kendrick pulang lebih cepat. Ia bekerja di kantor hanya setengah hari saja. Hatinya begitu merindukan Fiona. Padahal setiap hari mereka bertemu di rumah.


Kendrick mencari keberadaan Fiona, biasanya wanita itu ada di taman samping. Tapi hari ini ia tidak melihatnya. Kendrick menuju kamar Fiona. Ternyata dia ada di kamarnya. Fiona duduk bersandar di kepala ranjang dan Sean tidur di sampingnya.


"Ceklek..."


"Sayang.." panggil Kendrick mendekati Fiona.


"Sssttt, Sean sedang tidur," ucap Fiona pelan. Mengusap lembut rambut kepala Sean.


"Cup," Kendrick mengecup singkat bibir Fiona lalu sebelum merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur. Fiona


"Kenapa kamu pulang cepat?" tanya Fiona pelan.


"Aku merindukan mu.." jawab Kendrick mengedipkan satu matanya.


"Dasar gombal.." cibir Fiona.


"Aku serius sayang.." balas Kendrick menaruh bantal di atas paha Fiona. Ia kemudian tidur dengan posisi kepala di atas bantal.


"Apa Sean sudah tidur?" tanya Kendrick.


"Sepertinya.." jawab Fiona.


"Dia pasti rewel ya, aku tidak bisa membantu mu menjaga Sean akhir-akhir ini. Kamu pasti lelah sayang," ujar Kendrick menatap wajah Fiona.


"Itu sudah menjadi tugas ku Ken, itu sudah menjadi tugas ku," ucap Fiona mengusap rambut kepala Kendrick.


"Kamu memang yang terbaik..." ujar Kendrick mengecup bibir Fiona.


"Sayang pijat kepala ku seperti biasa ya.." pinta Kendrick memelas. Fiona lalu mengangguk. Ia kemudian mulai memijat pelan kepala Kendrick.


Satu tangan Kendrick bergerak membuka kancing teratas baju Fiona.


"Apa yang kamu lakukan Ken," tukas Fiona menahan tangan Kendrick.


"Aku merindukan mereka juga sayang," jawab Kendrick dengan wajah polosnya.


"Dasar mesum," ujar Fiona mencubit hidung mancung Kendrick.


"Astaga.. sekarang aku harus mengurus bayi besar juga," gumam Fiona menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Tok.. tok..tok.."


Refleks Fiona mendorong kepala Kendrick dari dadanya. Fiona turun dari atas ranjang sembari merapikan bajunya. Kendrick terlihat kesal saat kegiatannya di ganggu.


"Nona, Nyonya Norah ada di bawah.." ucap Milly dari balik pintu.


"Ceklek.."


"Milly, katakan pada mommy aku akan segera ke bawah," ucap Fiona. Milly kemudian mengangguk dan pergi.


"Mommy ada di bawah. Kita harus segera ke sana," ucap Fiona menutup pintu.


"Aishh... aku bahkan belum puas.." gumam Kendrick kesal.


"Cepatlah Ken, aku tidak ingin mommy datang ke sini," ujar Fiona.


"Ck.. menyebalkan.." decak Kendrick turun dari atas tempat tidur.


"Aku turun dulu," ucap Kendrick mere.mas dada Fiona membuat wanita itu mendesis.


"Ken.." ucap Fiona melotot pada Kendrick. Pria itu hanya terkekeh saja.


"Aku mencintaimu sayang.." ucap Kendrick mengecup bibi Fiona lalu pergi.


3 Menit setelah kepergian Kendrick, Fiona kemudian menemui Norah yang ada di ruang tamu.


"Fio.. bagaimana kabar mu nak?" tanya Norah.


"Aku baik mom," ucap Fiona duduk di sofa. Ia melirik Kendrick yang menatapnya dengan tatapan seolah menelanjangi dirinya.


"Sebenarnya mommy ingin mengajak mu untuk menemani mommy membeli sesuatu sayang, apa kamu tidak keberatan?" tanya Norah.


"Tentu saja, Fiona bisa mom," ujar Fiona mengangguk.


"Terima kasih sayang.." balas Norah.


"Kalau begitu, aku siap-siap dulu mom," ujar Fiona. Norah lalu mengangguk. Fiona kemudian pergi mengganti pakaiannya.