
Dengan sekuat tenaganya, Shopie membawa Mark menuju mobilnya. Pria itu sepertinya sudah mabuk Berat. Ia bahkan memuntahkan isi perutnya di parkiran.
"Mark.. kamu baik-baik saja?" tanya Shopie mengusap punggung Mark yang sedang muntah.
"Mark.."
Mark seketika menoleh saat mendengar suara yang tak asing baginya memanggilnya.
"Sayang..." gumam Mark melihat Rosaline sedang berdiri tak jauh dari tempatnya. Rosaline memang tidak mengangkat ponselnya saat pria itu menghubunginya beberapa kali. Rosaline tidak sengaja membuka pesan masuk dari nomor baru yang mengiriminya foto Mark yang sedang mabuk dan memintanya untuk datang. Awalnya Rosaline ragu namun pada akhirnya ia memilih untuk melihat Mark.
Mark berjalan mendekati Rosaline dengan tubuh sempoyongan. Pria itu bahkan hampir jatuh kalau saja Rosaline tidak menangkapnya.
"Aku akan membawanya pulang. Terima kasih.." ucap Rosaline menatap Shopie yang sepertinya sedang marah.
"Sayang.. aku tau kamu akan datang.." ucap Mark mengecup wajah Rosaline berkali-kali.
"Hentikan Mark, aku belum memaafkan mu," ucap Rosaline menjauhkan kepalanya dari wajah Mark. Ia kemudian membawa Mark masuk ke dalam mobilnya lalu pergi.
"Akhhh.. sial.." pekik Shopie kesal. Ia lalu masuk ke dalam mobilnya dan kembali ke rumahnya.
Di dalam mobil, Mark tak henti-hentinya mengganggu Rosaline yang sedang fokus membawa mobil. Ingin rasanya Rosaline mematahkan tangan Mark yang tidak bisa diam.
"Sayang.. Rosaline... kamu masih mencintaiku bukan," ucap Mark mendekatkan tubuhnya pada Rosaline dan ingin menciumnya.
"Mark, apa kamu tidak bisa diam. Aku sedang menyetir," ujar Rosaline memperingati Mark.
"Kalau kamu tidak mencintaiku, kamu tidak akan datang bukan.." ucap Mark memeluk tubuh Rosaline. Dengan cepat Rosaline mendorong tubuh Mark.
"Menjauh dariku... aku sedang mengemudi," balas Rosaline.
"Aku tidak mau..." ucap Mark merengek seperti anak kecil. Mark bahkan menghentak-hentakkan kakinya.
"Astaga.. pria ini sangat aneh. Apa dia masih waras.." batin Rosaline.
Rosaline memarkirkan mobilnya di depan rumah Mark. Ia kemudian membantu Mark turun dari mobil. Satpam datang menghampiri Rosaline untuk membantu Mark yang sedang mabuk berat.
"Sayang.. katakan padanya, untuk tidak menyentuh ku," ujar Mark mengadu pada Rosaline.
"Aku tidak bisa membawa mu sendiri bodoh.." balas Rosaline menarik tangan Mark.
Mark selalu menepis tangan satpam tersebut saat ingin membantunya.
"Pak, kamu kembali bekerja saja. Aku yang akan membawanya masuk ke dalam rumah" ujar Rosaline mengalah.
"Baik Nona Rosaline," balas satpam lalu pergi.
"Aku merindukan mu..." ucap Mark mengecup wajah dan kepala Rosaline sembari melangkahkan kakinya menuju rumah. Wanita itu sepertinya tidak peduli lagi. Yang paling penting adalah Mark tiba di kamar dan dia bisa pulang dengan tenang.
Sesampainya di kamar Mark. Rosaline menuntun Mark ke tempat tidur.
"Aku pergi dulu," ucap Rosaline hendak pergi.
"Akh.. " pekik Rosaline saat Mark menarik tangannya hingga membuat Rosaline terjatuh menimpa tubuh Mark. Pria itu lalu mengunci tubuh Rosaline agar tidak bisa pergi.
"Mark lepaskan..." ujar Rosaline memberontak.
"Tidak mau. Jangan tinggalkan aku," kata Mark mengeratkan pelukannya.
"Kamu jahat sekali," gumam Mark.
"Kata-kata itu cocok untuk mu, bukan untuk ku," ucap Rosaline.
"Kamu jahat Rose, kamu pergi tanpa mendengarkan penjelasan ku.." kata Mark menangis seperti anak kecil. Mark melepaskan pelukannya dan memutar tubuhnya hingga membelakangi Rosaline.
"Kamu jahat Rose," kata Mark merengek. Rosaline mengerutkan kedua alisnya melihat tingkah Mark.
"Ah... kamu berbeda sekali saat mabuk seperti ini Mark.." gumam Rosaline menggeleng-gelengkan kepalanya.