
Kendrick dan Fiona sudah sama-sama dalam keadaan polos. Perlahan Kendrick menuntun miliknya yang sudah mengeras ke dalam liang hangat milik Fiona.
"Nghhh..." lenguh Fiona saat merasakan milik Kendrick yang besar di dalam miliknya. Rasanya penuh dan sesak. Kendrick mulai menggerakkan pinggulnya dengan gerakan maju mundur secara perlahan. Fiona mengerang kenikmatan, menutup kedua matanya dengan tangan me.re.mas rambut kepala Kendrick.
"Ouchh.. Ken..." rancau Fiona saat mulut nakal Kendrick memainkan puncak dadanya.
"Kamu suka sayang.." ucap Kendrick menatap wajah Fiona. Wanita itu lalu mengangguk.
"Sshhh.. kamu menjepit milik ku sayang," desis Kendrick merasakan milik Fiona berkedut dan menjepitnya di dalam.
"Ken.. ahh.. aku .. aku ingin sampai.." rancau Fiona mengerang.
"Keluarkan sayang.. keluarkan untuk ku.." ucap Kendrick mempercepat gerakannya.
"Akhh Ken.. akuhh.. Kendrick...." pekik Fiona memanggil nama Kendrick saat mencapai pelepasannya membuat nafasnya tersenggal-senggal. Kendrick memberi waktu sejenak agar Fiona bisa menikmati pelepasannya.
"Mari kita lanjut lagi," ucap Kendrick pelan. Menggerakkan kembali pinggulnya. Meraup bibir Fiona. Tangannya bergerak memainkan bukit kembar Fiona.
"Akhhh.. ssshhhh" de.sah Kendrick. Kedua tangan Fiona memeluk leher Kendrick.
"Ouchh.. Ken... " lenguh Fiona. Kendrick semakin bersemangat menggerakkan pinggulnya. Hentakan demi hentakan Kendrick berikan membuat Fiona mengerang, menyebut nama Kendrick.
Hingga akhirnya Kendrick merasakan jika Fiona akan meledak. Kendrick mempercepat gerakannya.
"Ahhh Ken.. aku hampir sampai.. " rancau Fiona.
"Tahan sayang... kita lakukan bersama.." balas Kendrick dengan suara beratnya.
"Ssshh... sayang.. kamu menjepit ku... " pungkas Kendrick.
"Kennnn.. a..akuhh... tidak kuat lagihhh..."
"Bersama sayang..." ucap Kendrick. Keduanya lalu meledak dalam kenikmatan.
"Akhh.. Fiona.." pekik Kendrick menyemburkan benihnya ke dalam rahim Fiona.
"Ahhhh..." lenguhan panjang keluar dari mulut Fiona saat merasakan cairan hangat milik Kendrick meledak di dalamnya.
Tubuh Kendrick ambruk di atas tubuh Fiona. Fiona menyugarkan rambut Kendrick.
"Aku mencintai mu sayang.." bisik Kendrick dengan nafas tersenggal-senggal mengecup leher Fiona.
"Tok... Tok... Tok... "
"Fio.. Fiona..." panggil Shopie dari luar mengetuk pintu kamar Fiona.
Fiona terkejut saat mendengar suara Shopie yang memanggilnya. Refleks ia mendorong tubuh Kendrick. Fiona panik tidak tau harus berbuat apa-apa. Sementara Kendrick hanya tertawa melihat wajah ketakutan Fiona.
"Ken.. kamu tertawa.." tukas Fiona kesal memungut pakaiannya dan memakainya dengan buru-buru.
"I.. ini bagaimana.. " gumam Fiona panik. Kendrick memakai celananya dan mendekati Fiona yang sedang panik.
"Cup.. aku akan sembunyi di kamar mandi, jangan takut.." ujar Kendrick mengecup bibir Fiona lalu berjalan menuju kamar mandi.
"Fio... Fiona.." panggil Shopie. Fiona meneguk ludahnya, melangkahkan kakinya menuju pintu.
"Ceklek.." pintu terbuka. Fiona melihat Shopie menggendong Sean yang sedang menangis.
"Sean menangis. Sepertinya dia haus," tukas Shopie memberikan Sean pada Fiona.
"Biasanya pintu mu tidak terkunci," lanjut Shopie. Fiona terbelalak.
"Ah.. itu, sepertinya tadi aku lupa Bibi," ucap Fiona mengayun-ayun tubuh Sean. Shopie lalu mengangguk.
"Apa kamu melihat Paman mu?" tanya Shopie.
Fiona meneguk ludah, tidak tau harus menjawab apa. "A.. aku tidak tau Bibi. Mungkin Paman Ken sedang keluar," tukas Fiona takut. Kenyataannya Kendrick sedang berada di kamar mandinya sekarang.
"Maafkan aku Bibi," batin Fiona.
"Baiklah Bibi kembali ke kamar dulu. Sean tidur dengan mu saja," ujar Shopie. Fiona lalu mengangguk.
Fiona lalu mengunci pintu kamarnya dan membawa Sean ke atas tempat tidurnya. Mulut Sean tampak mencari-cari sumber minumannya dari balik gaun tidur Fiona.