
Tak terasa Shopie akan segera melahirkan, Fiona bersama pelayan yang lainnya sedang menyiapkan perlengkapan yang akan di bawa ke rumah sakit.
"Fio, hubungin Paman mu. Katakan padanya untuk segera kembali dari kantornya dan menyusul ke rumah sakit," tukas Shopie duduk di kursi roda memegang perutnya.
"Baik Bibi," balas Fiona mengambil ponselnya dan menghubungi Kendrick.
"Elvis, tolong bawa barang-barang Nyonya Shopie ke dalam mobil. Aku akan mendorong kursi Nyonya," pungkas Milly. Elvis lalu mengangguk. Mereka kemudian berjalan menuju mobil yang sudah di siapkan di halaman rumah.
Fiona menunggu Kendrick mengangkat panggilannya. Kedua kalinya ia menghubungi Kendrick namun belum diangkat juga. Fiona tampak sabar menunggu.
"Ah.. sudah diangkat," batin Fiona.
"Halo.." ucap Kendrick datar. Pria itu sepertinya masih marah padanya sejak kejadian di kantor Kendrick minggu lalu. Kendrick juga tidak pernah berbicara lagi padanya. Baru kali ini, Fiona mendengar suara pria itu lagi.
"Bibi Shopie akan melahirkan, kami akan segera berangkat ke rumah sakit," ucap Fiona.
"Aku akan ke sana 10 menit lagi," ucap Kendrick.
"Ba__" Fiona mengerutkan keningnya menatap layar ponselnya. Kendrick mematikan ponselnya. Sial, kenapa ia tidak suka Kendrick bersikap dingin padanya.
"Kenapa kamu merasa ada yang kurang saat Kendrick menjaga jarak dengan mu Fiona. Seharusnya kamu senang bukan?" batinnya.
"Nona, ayo.. " ajak Elvis membawa barang-barang yang lain. Fiona mengangguk dan berjalan mengikuti Elvis dari belakang.
Setibanya di rumah sakit, mereka langsung menuju ruang rawat Shopie. Dokter Heidi yang menangani Shopie datang menemui mereka untuk memeriksa keadaan Shopie.
"Milly, tolong hubungi orang tuaku dan Kendrick," ucap Shopie. Milly mengangguk. Sementara itu Fiona berdiri di samping brankar Shopie untuk menemaninya.
"Sudah pembukaan 4," ucap Heidi. Sambil menunggu pembukaan selanjutnya. Heidi mengajak Shopie bercerita untuk setidaknya bisa sedikit menghilangkan rasa sakit Shopie.
"Mungkin sebentar lagi Bibi," balas Fiona. Dan tidak lama kemudian, Kendrick muncul di ruang rawat Shopie.
"Sayang... " panggil Shopie menahan rasa sakit di perutnya dengan mata berkaca-kaca.
"Semuanya akan baik-baik saja," balas Kendrick mengecup kepala Shopie dan mengusap lembut perut besar Shopie. Fiona hanya diam saja mengamati bagaimana sikap Kendrick pada Shopie.
"Saya akan menyiapkan ruang persalinan dulu, nanti saya akan kembali lagi untuk melihat keadaan pasien," tukas Heidi kemudian pamit pergi.
5 jam berlalu, kedua orang tuan Kendrick sudah datang ke rumah sakit. Sementara orang tua Shopie sedang di luar kota. Dan mereka akan kembali sore nanti.
Dokter Heidi kembali untuk memeriksa Shopie, " kita harus segera ke ruang persalinan, pasien akan segera melahirkan," ucap Heidi. Kendrick ikut mendampingi Shopie di ruang persalinan. Sementara yang lainnya menunggu di luar.
Di dalam ruang persalinan, dr. Heidi dibantu oleh perawat. Dokter mengarahkan Shopie agar tenang.
"Sayang.. aku takut.." bisik Shopie menggenggam erat tangan Kendrick.
"Semuanya akan baik-baik saja. Kamu harus mengikuti instruksi dari dokter," balas Kendrick yang juga ketakutan melihat Shopie melahirkan. Ia mengusap rambut Shopie yang basah, memberinya kekuatan. Ini kali pertama dirinya masuk ke ruang persalinan dan menyaksikan sendiri Shopie akan melahirkan bayinya.
"Kamu pasti bisa," ucap Kendrick memberi semangat pada Shopie.
Dokter Heidi mulai memberi arahan pada Shopie.
"Tarik nafas dalam-dalam, buang dan dorong perlahan!" ucap Heidi. Shopie kemudian mengikuti apa yang Heidi katakan. Shopie mere.mas kuat tangan Kendrick menumpahkan semua rasa sakitnya pada Kendrick.
"Ya dorong lagi.. kepalanya mulai keluar," ucap Heidi. Shopie menarik nafas dalam-dalam dan mendorongnya lagi.
Suara tangis bayi berjenis kelamin laki-laki, mengisi seluruh ruang persalinan. Setelah memutus tali pusar. Dokter Heidi segera membersihkan tubuh bayi dan menempelkannya di dada si ibu.