Forbidden Desire

Forbidden Desire
Bab 64: Profesional



Rosaline membawa berkas yang perlu ditandatangani oleh Mark ke ruang kerja pria itu. Selain menjadi kekasih Mark, Rosaline juga merupakan sekretaris Mark sejak 10 bulan yang lalu dan hubungan mereka baru berjalan 3 bulan dan Rosaline mengakhirinya secara sepihak setelah kejadian satu minggu lalu. Kalau saja ia punya banyak uang, ia sudah keluar dari perusahaan Mark dan membayar biaya pinaltinya.


"Tok..tok..tok.." Rosaline mengetuk pintu ruangan Mark. Sejak mereka pacaran, Mark memintanya untuk masuk ke ruangannya tanpa mengetuk pintunya.


"Masuk.." ucap Mark. Pria itu terkejut saat melihat orang yang masuk adalah Rosaline.


"Sweetheart.. kenapa kamu mengetuk pintunya," timpal Mark bangkit dari kursinya.


"Maaf Pak, saya hanya ingin bersikap profesional dalam pekerjaan ini. Saya pikir tidak ada hubungan lain diantara kita selain atasan dan bawahan," ujar Rosaline.


"Ck... kamu bercandanya tidak lucu," balas Mark.


"Saya hanya ingin mengantarkan berkas ini saja," ujar Rosaline menaruh berkas di tangannya ke atas meja Mark.


"Saya permisi Pak," kata Rosaline pergi.


"Aku tidak pernah memutuskan mu Rosaline. Jadi status kita masih sepasang kekasih. Ingat itu," ujar Mark menahan tangan Rosaline.


"Saya tidak perlu persetujuan dari anda Pak.." balas Rosaline datar melepaskan tangan Mark.


"Sepertinya kamu sedang lapar, wajah mu tidak cerah seperti biasa," ucap Mark menarik tangan Rosaline menuju sofa mengalihkan pembicaraan.


"Kebetulan aku membeli makan siang yang banyak. Bantu aku untuk menghabiskannya," ujar Mark.


"Ah tidak.. terima kasih, tapi saya masih kenyang Pak. Anda bisa memanggil yang lain untuk menemani anda makan siang, saya punya banyak pekerjaan yang harus diselesaikan secepatnya," ujar Rosaline menolak.


"Kalau begitu ini juga pekerjaan untuk mu," balas Mark menarik tangan Rosaline hingga wanita itu duduk di sofa.


"Tetap disini atau aku akan memotong setengah dari gaji mu bulan ini karena tidak melakukan pekerjaan yang ku minta," pungkas Mark saat Rosaline hendak berdiri. Kesal, Rosaline akhirnya duduk kembali dengan memasang wajah cemberutnya. Padahal Mark hanya bicara asal saja. Yang ada dia akan menambah gaji Rosaline.


"Jangan cemberut begitu, aku tidak tahan untuk tidak mencium mu," ujar Mark seketika membuat raut wajah Rosaline berubah.


"Kamu mau makan yang mana?" tanya Mark.


"Aku tidak lapar," balas Rosaline ketus. Mark tertawa di dalam hatinya.


"Benarkah.. kalau begitu tetap duduk di sini," balas Mark membuka kotak makanannya.


Mark mulai menyantap makan siangnya dengan penuh nikmat. Sesekali ia melirik Rosaline yang juga memperhatikan makanan di meja dengan mata berbinar. Mark tau jika Rosaline pasti menginginkannya. Hanya saja Rosaline terlalu gengsi.


"Lezat seperti biasanya.." gumam Mark.


"Sayang... apa kamu tidak ingin mencobanya?" tanya Mark.


"Kita sudah putus Mark. Jangan lupakan itu," jawab Rosaline ketus.


"Aku tidak menerima pernyataan putus dari mu. Kamu tetap kekasih ku," ujar Mark mengecup wajah Rosaline.


"Mark..." Rosaline menatap tajam Mark.


"Ya sayang.. apa masih kurang.." balas Mark mengedipkan matanya menggoda Rosaline


"Dasar sinting," ucap Rosaline membuang muka ke arah lain. Mark lalu tertawa.


"Apa kamu masih marah?" tanya Mark. Rosaline diam tidak menjawab pertanyaan dari Mark.


"Sudah ku bilang Shopie hanya masa lalu ku. Aku hanya mencintai mu saja," ujar Mark. Rosaline tetap diam. Mark menghela nafasnya dan kembali menyantap makan siangnya.


Sepuluh menit kemudian, Mark sudah menghabiskan seperempat makan siangnya. Dan selama itu, wanita disampingnya tidak berbicara sama sekali.


"Sayang.. aku tidak bisa menghabiskan sendirian. Apa kamu tidak ingin membantu ku? bukankah kamu tidak suka kalau aku membuang-buang makanan?" timpal Mark.


"Ya sudah buang saja.." balas Rosaline.


"Kamu serius? kamu tidak marah?" tanya Kendrick. Rosaline tidak menggubrisnya.


"Ya sudah, aku akan membuangnya..." ucap Mark hendak menutup makanannya. Rosaline diam-diam memperhatikannya.


"Makanya kalau tidak bisa makan banyak, jangan membeli dalam porsi yang banyak.." tukas Rosaline menarik kotak makanan dari tangan Mark. Pria itu menyeringai. Jurusnya manjur juga. Ia tau jika Rosaline paling anti dengan membuang-buang makanan. Rosaline kemudian memakannya.


"Aku mencintai mu sweetheart," ucap Mark mengecup pipi Rosaline dan kemudian mendapat tatapan tajam dari Rosaline.