Forbidden Desire

Forbidden Desire
Bab 35: Menginginkan mu Lagi



"Tahan sayang... jangan keluarkan dulu," ucap Kendrick semakin mempercepat gerakannya.


"Ken.. aku tidak kuat lagihh.." rancau Fiona menatap wajah Kendrick yang mengerang kenikmatan. Fiona menyukainya. Bagaimana peluh di wajahnya mengalir di pelipisnya membuatnya terlihat semakin sexy.


"Bersama sayang.." ucap Kendrick menghentak kuat miliknya. Menyemburkan benihnya di dalam milik Fiona.


"Fiona.."


"Kendrick.." pekik keduanya bersamaan saat mereka mencapai puncak kenikmatan itu.


Kendrick ambruk di atas tubuh Fiona. Menenggelamkan wajahnya di ceruk leher Fiona. Nafas keduanya tersenggal-senggal setelah menyelesaikan kegiatan panas mereka. Kendrick sesekali menghentak, menyemprotkan sisa sisa cairan miliknya.


"Ini sangat luar biasa sayang," ucap Kendrick. Fiona mengangguk, mengusap lembut rambut kepala Kendrick. Keduanya cukup lama dengan posisi tersebut tanpa melepaskan penyatuan mereka.


Fiona mengusap lembut punggung Kendrick. Menyadari apa yang sudah mereka lakukan. Fiona tidak ingin menyalahkan Kendrick. Karena dirinya juga ikut berperan. Ia tidak menolak sentuhan pria itu. Entah mengapa, ia seperti dihipnotis menerima begitu saja sentuhan dari Kendrick. Ingin menyesal, rasanya sulit. Ia menikmatinya, Fiona tidak munafik. Mungkinkan ia akan setuju dengan perkataan Kendrick?. Menjalin hubungan dibelakang Shopie.


"Ken.." pekik Fiona saat merasakan milik pria itu mengeras di dalam miliknya.


Kendrick mengangkat kepalanya. Tersenyum menyeringai. "Aku menginginkan mu lagi," ucap Kendrick menggerakkan kembali pinggulnya.


Malam itu, suara-suara indah dari mulut mereka menggema di kamar itu. Tak hentinya menyebut nama satu sama lain pada setiap erangan mereka. Bunyi kecipak peraduan kedua tubuh insan itu memecah keheningan di dalam kamar.


******


Kendrick menggeliat, tidurnya begitu nyenyak. Ia membuka matanya dan melihat Fiona yang tidur di atas lengannya, memeluk tubuhnya. Sebuah senyuman tulus terpatri di wajahnya. Kendrick melirik jam di atas nakas yang menunjukkan angka 4.30.


"Sshh..." desis Kendrick saat merasakan tubuh Fiona menggeliat dan tak sengaja menyentuh miliknya.


"Satu ronde lagi sebelum aku pergi.." ucap Kendrick menindih tubuh Fiona tanpa aba-aba.


"Ken.. aku masih menga__" belum juga Fiona menyelesaikan perkataannya Kendrick sudah lebih dulu membungkam mulutnya.


"Ken... ahhh.." Fiona melenguh saat tangan besar pria itu memainkan bukit kembar miliknya.


Fiona membalas ciuman Kendrick dan melingkarkan kedua tangannya di leher pria itu. Keduanya saling menyesap, berperang lidah di dalam sana.


Kendrick melepaskan bibirnya, ciumannya turun ke bawah, mengecup leher Fiona. Bibir itu semakin turun hingga menemukan bukit kembar Fiona. Kendrick menggoda puncak dada itu dengan mencium dan menj.ilatnya seperti es krim. Fiona membusungkan dadanya. Menginginkan yang lebih lagi. Ia ingin pria itu mengulumnya.


"Ken nggghhh.." lenguh Fiona menekan kepala Kendrick ke dadanya.


Hentakan demi hentakan Kendrick berikan. Keduanya mengerang hebat menyebut nama masing-masing. Fiona melingkarkan kedua kakinya di pinggang Kendrick. Memeluk leher pria itu. Matanya terpejam menikmati setiap hentakan kuat yang diberikan Kendrick. Sungguh, Fiona sangat menikmatinya. Kendrick sangat hebat baginya. Mendengar suara pria itu mengerang membuatnya merona. Suaranya terdengar berat dan sexy.


"Shhh.. kamu sangat sempit sayang. Milikmu menjepitnya," rancau Kendrick mengerang. Ingin rasanya Kendrick menggempur Fiona satu harian ini mengingat selama kehamilan Shopie ia tidak pernah lagi melakukannya dengan Shopie.


"Ken.. aku.. akuhhh.. hampir sampai," ucap Fiona. Kendrick semakin mempercepat tempo gerakannya.


Hingga keduanya mencapai puncak kenikmatan itu.


"Akhh .. Fiona.. aku mencintai mu," pekik Kendrick mencapai puncaknya. Pria itu ambruk di atas tubuh Fiona. Nafas keduanya tersenggal-senggal. Fiona menyugarkan rambut kepala Kendrick ke belakang. Tangannya yang lain ia gunakan untuk mengusap punggung pria itu.


Kendrick mencabut miliknya, mengangkat kepalanya. Menatap wajah Fiona.


"Sayang.. bangunkan aku lima belas menit lagi," ujar Kendrick mengecup singkat bibir Fiona, menyusupkan kepalanya di ceruk leher Fiona lalu memeluk tubuh wanita itu.