Forbidden Desire

Forbidden Desire
Bab 47: Joyce Dan Robert



Alaska


Hari ini Joyce tidak masuk kerja karena Robert meminta pada ibunya untuk meliburkan Joyce. Joyce tidak tau kemana pria itu akan mengajaknya. Robert mengirimnya pesan tadi pagi untuk tidak masuk kerja karena pria itu mengajaknya untuk menemaninya menghadiri acara. Joyce juga tidak tau jika Robert sudah pulang dari Inggris. Robert mengirimnya pakaian dan sepatu untuk di pakai malam ini.


"Drrtt...drrrtt ..." ponsel Joyce bergetar. Wanita itu kemudian mengangkat ponselnya.


"Aku menunggu mu di bawah," ucap Robert mematikan ponselnya.


Joyce kemudian turun dari unitnya dengan riasan sederhana di wajahnya. Ia melihat mobil Robert terparkir di sana. Pria itu berdiri di samping mobilnya dengan stelan jas berwarna biru dongker, senada dengan warna gaun yang di kenakan nya sekarang.


"Ayo.." ucap Robert membuka pintu mobil untuk Joyce. Robert kemudian masuk ke dalam mobil, duduk di kursi pengemudi.


"Sebenarnya kita mau kemana?" tanya Joyce.


"Kamu juga akan tau nanti," ujar Robert. Joyce lalu mengangguk.


Setengah jam perjalanan, keduanya lalu tiba di sebuah gedung mewah. Robert memarkirkan mobilnya lalu mengajak Joyce masuk ke dalam.


"Robert ini acara apa?" tanya Joyce takjub melihat dekorasi tempat tersebut. Ia melihat semua orang yang berpenampilan mewah di ruangan tersebut.


"Ini adalah acara amal yang diadakan setahun sekali. Banyak artis dan kalangan atas yang di undang ke acara ini," pungkas Robert.


"Beberapa orang rela membeli tiketnya yang mahal agar bisa masuk ke sini," ucap Robert. Joyce membulatkan kedua matanya mendengar penuturan dari Robert.


"La.. lalu kenapa kamu membawa ku sini, aku tidak punya uang untuk membayarnya," tukas Joyce bingung.


"Jangan khawatir. Kita datang ke sini untuk menggantikan mommy dan daddy ku yang tidak bisa hadir," tukas Robert.


"Tapi aku tidak pernah mengikuti kegiatan seperti ini. Aku tidak tau apa pun Robert. Seharusnya anda tidak mengajak ku ke tempat ini."


"Sudahlah.. ada aku bersama mu," pungkas Robert lalu mengajak Joyce mencari tempat duduk mereka.


"Kamu bilang tidak akan hadir di acara ini. Kamu berbohong," tukas Kyle menatap Robert kesal. Kyle melirik sekilas ke arah Joyce sebelum ia beralih kembali pada Robert.


"Aku hanya menggantikan kedua orang tua ku saja Kyle," balas Robert.


"Lalu kenapa tidak mengajak ku hmm.." pungkas Kyle.


"Aku pikir kamu akan datang bersama kakak mu," balas Robert.


"Kyle.. ayo. Daddy mencari mu," ucap seorang pria yang merupakan kakak laki-laki Kyle.


"Nanti aku akan menemui mu lagi robert," ujar Kyle. Wanita itu lalu menatap joyce dengan tatapan tajam. Seolah megatakan jika Robert adalah miliknya.


"Ayo.." ajak Robert mengenggam tangan Joyce.


Joyce menatap kebawah, melihat tangan besar Robert menggenggamnya.


"Ada apa?" tanya Robert. Joyce mengangkat kepalanya, lalu menggeleng. Sebenarnya jantungnya sudah berdegup kencang.


"Robert... aku malu, mereka menatap ku," ucap Joyce pelan saat beberapa orang melihatnya.


"Sudah ku bilang, ada aku di samping mu. Abaikan saja. Mungkin mereka tersanjung karena kamu cantik," tukas Robert membuat Joyce terbelalak. Wajahnya memerah karena perkataan Robert.


"Ck.. kamu mengejek ku ya.." decak Joyce. Walau sebenarnya ia senang mendengar perkataan Robert. Meskipun ia tidak tau apakah Robert serius mengatakannya atau tidak.


"Hei.. kamu memang cantik. Aku bahkan ingin mencium mu sekarang," tukas Robert semakin membuat Joyce salah tingkah.


"Sebenarnya kita duduk dimana?" tanya Joyce mengalihkan pembicaraan. Robert tertawa pelan.


"Meja nomor 20," balas Robert.