Forbidden Desire

Forbidden Desire
Bab 33: Tidak Akan Menyesal



Author POV


Kendrick naik ke atas tempat tidur Fiona, setelah melepaskan pakaiannya dan menyisakan boxernya. Memeluk tubuh Fiona dari belakang. Mencari mainannya dan me.remasnya dengan lembut. Bibirnya mulai menjelajahi leher Fiona.


"Nghh.." Fiona melenguh. Merasakan lehernya yang basah dan dadanya yang dire.mas.


Fiona membuka kedua matanya dan melihat sebuah tangan bertengger di dadanya. Fiona memutar kepalanya dan melihat Kendrick.


"Ken.." gumam Fiona.


"Iya sayang. Aku merindukan mu.." ucap Kendrick serak mencium leher Fiona.


"Ken.. lepaskan aku," ucap Fiona meronta. Mendorong tubuh Kendrick.


"Tidak sayang... satu minggu berjauhan dari mu membuat ku gila," ucap Kendrick memutar tubuh Fiona lalu menindihnya.


"Ken mmmpppttthhh..." Kendrick mencium bibir Fiona. Kendrick menahan kepala Fiona dan melu.mat bibir Fiona dengan kasar. Tidak peduli dengan tangan Fiona yang memukul punggungnya.


Cukup lama mencium bibir Fiona, Kendrick lalu melepaskannya saat tau Fiona mulai kehabisan oksigen. Fiona lalu meraup udara sebanyak-banyaknya sembari menatap Kendrick yang memasang senyum seringainya. Nafas Fiona tersenggal-senggal.


"Aku menginginkan mu sayang..." gumam Kendrick menenggelamkan wajahnya di ceruk leher Fiona.


"Apa kamu tidak merasakannya," bisik Kendrick menjilat leher Fiona dan menekan miliknya yang sudah mengeras ke inti Fiona.


Fiona membulatkan kedua matanya saat merasakan milik Kendrick yang menekannya.


"Ken cukup sampai disini. Ini yang terakhir kalinya. Aku tidak bisa Ken. Aku tidak ingin menjadi perusak hubunganmu dengan Bibi Shopie," ucap Fiona tegas. Ia ingin mengakhiri semuanya.


"Kamu tega padaku?" tanya Kendrick mengangkat kepalanya dan menatap wajah Fiona.


"Ken.. bukan seperti itu. A__"


"Aku tau jika kamu juga mencintai ku Fiona. Kamu tidak bisa membohongi ku," ucap Kendrick menyusupkan tangannya ke dalam CD Fiona dan mengusap lembut milik Fiona.


"Ngghhh.. Ken.. berhentihh.." lenguh Fiona merasakan miliknya yang mulai berkedut. Fiona berusaha mencari kesadarannya.


"Bahkan tubuh mu tidak bisa menolak ku sayang," bisik Kendrick.


"Kalau kamu mau aku bisa menceraikan Shopie sekarang demi kamu," ucap Kendrick serius. Menarik tangannya dari CD wanita itu. Fiona terpaku. Membulatkan kedua matanya. Kendrick susah gila.


"Tidak Ken, jangan lakukan itu. Bibi Shopie adalah istrimu. Bibi sangat mencintai mu. Jangan pernah mengkhianati cintanya atau kamu akan menyesal," ucap Fiona membuat Kendrick seketika mengeratkan giginya. Rahangnya mulai mengeras dan tatapan yang tajam membuat Fiona merasa takut. Dia tidak salah bicara bukan?.


Kendrick mengubah raut wajahnya menjadi tenang saat melihat ketakutan di mata Fiona. Kendrick menjatuhkan kepalanya di atas dada empuk Fiona.


"Aku tidak akan menyesalinya Fiona. Ingat itu," ujar Kendrick tegas. Tangannya bergerak menurunkan satu tali gaun tidur Fiona. Namun langsung ditahan oleh Fiona.


"Yang terpenting bagi ku adalah, jangan pernah meninggalkan ku. Karena jika sampai itu terjadi aku mungkin akan menyakiti diri ku sendiri. Aku tidak bermain-main dengan kata-kata ku Fiona," kata Kendrick mengecup tulang selangka Fiona.


"Jika kamu ingin melihat bangkai ku besok maka pergilah sekarang. Aku akan melepaskan mu. Aku tidak ma__" Kendrick berhenti berbicara saat tangan Fiona tiba-tiba menutup mulutnya. Fiona menggelengkan kepalanya. Ia tidak akan sanggup jika Kendrick benar-benar menyakiti dirinya sendiri hanya karenanya.


"Lihat... hanya seperti itu saja kamu bahkan takut. Aku tau kamu mencintai ku sayang," batin Kendrick.


"Selama kita tidak mengatakan hubungan ini pada Shopie, maka dia tidak akan tau. Percayalah pada ku. Aku bahkan lebih memilih mu. Semua akan baik-baik saja," ujar Kendrick menatap Fiona.