Forbidden Desire

Forbidden Desire
Bab 65: Fight



Rosaline merasa ada seseorang yang sedang mengikutinya. Ia menghentikan langkah kakinya, melihat kebelakang untuk memastikannya. Kosong. Mungkin hanya perasaannya saja. Ia lalu melangkahkan kakinya kembali menuju toilet.


"Brakk..." pintu tertutup dengan keras membuat Rosaline terkejut refleks melihat kebelakang.


"Senang bertemu dengan mu," ucap Shopie berjalan mendekati Rosaline dengan senyum menyeringainya.


"Sayangnya aku merasa terganggu bertemu dengan mu," balas Rosaline mengabaikan Shopie dengan memilih bercermin di kaca.


"Katakan berapa Mark membayar harga tubuh mu? aku akan membayar mu tiga kali lipat asalkan kamu meninggalkan Mark," ujar Shopie membuat Rosaline terkejut. Ia kemudian mengepalkan kedua tangannya karena marah.


"Aku bukan ja.lang seperti mu," ujar Rosaline menatap tajam Shopie.


"Tutup mulut mu sialan," Shopie mulai emosi mendengar perkataan Rosaline.


"Aku tidak ingin berurusan dengan wanita sepertimu. Asal kamu tau, aku juga tidak punya hubungan lagi dengan Mark. Terserah jika kalian berdua ingin bersama kembali. Aku tidak akan peduli," ujar Rosaline menyenggol bahu Shopie saat pergi.


"Akh... " pekik Rosaline saat Shopie menjambak rambutnya karena merasa kesal dengan Rosaline yang tidak takut dengannya.


"Sepertinya kamu tidak ada takut-takutnya..." ucap Shopie menarik rambut Rosaline dengan kuat.


"Apa kamu sudah tidak waras..." ujar Rosaline mendorong tubuh Shopie hingga wanita itu terjatuh di lantai. Rosaline hendak pergi namun salah satu kakinya ditahan oleh Shopie.


"Aku tidak akan melepaskan mu Rosaline.." ucap Shopie. Sebenci-bencinya ia dengan Fiona, Shopie lebih benci dengan Rosaline karena sejujurnya, ia lebih mencintai Mark dibandingkan dengan Kendrick.


"Dasar wanita gila.." pekik Rosaline.


"Sudah ku katakan jika kalian ingin kembali bersama aku tidak peduli," ucap Rosaline menghentak kakinya dengan kuat hingga tangan Shopie terlepas dari kakinya. Rosaline hendak pergi namun Shopie kembali menarik tubuh Rosaline dan mendorongnya ke dinding hingga kepalanya terbentur.


"Aku sangat membenci mu sialan. Kamu menggantikan posisi ku di hati Mark," ucap Shopie dengan kuat membenturkan kepala Rosaline ke dinding. Mark sangat mencintai Rosaline dan Shopie membenci itu.


"Aku bukan wanita lemah seperti yang kamu kira Shopie.." ucap Rosaline marah dan membalas perbuatan Shopie. Sebelumnya juga Shopie sudah pernah mengirimnya pesan mengancam. Namun Rosaline tidak peduli. Keduanya saling adu fisik. Rosaline membalas perbuatan Shopie dengan membenturkan kepala wanita itu ke dinding. Bukannya Rosaline tidak bisa membalas wanita itu sejak tadi. Hanya saja ia tidak ingin membuat keributan di kantor.


Shopie mendorong tubuh Rosaline hingga terjatuh di lantai. Ia lalu menaiki tubuh Rosaline dan menjambak rambut Rosaline.


"Hentikan sialan... " pekik Rosaline kesakitan. Ia kesulitan untuk membalas Shopie.


"Akhh.." pekik seorang karyawan yang terkejut melihat dua wanita yang sedang bergulat di depannya. Wanita itu lalu mencoba melerai keduanya. Niat hati membantu, karyawan wanita itu menjadi sasaran Shopie dan Rosaline. Wanita itu lalu pergi mencari bantuan.


Tak lama kemudian keadaan di toilet semakin ramai karena pertengkaran Shopie dan Rosaline. Beberapa pria mencoba melerai keduanya. Berita tersebut langsung sampai ke telinga Mark. Rosaline yang sedang bertengkar dengan seorang model. Ia segera menemui Rosaline karena takut terjadi sesuatu dengannya. Meskipun sebenarnya ia ragu jika Rosaline terluka. Mengingat wanita itu sangat garang.


"Apa-apaan ini..." ucap Mark dengan nada suara keras menarik perhatian mereka yang ada di sana. Tak terkecuali dua wanita yang sedang adu fisik tersebut.


"Siapa yang telah berani membuat keributan di kantor ku," ucap Mark masuk ke dalam toilet. Semua karyawan yang ada di sana diam membisu. Melihat atasan mereka yang sepertinya akan marah besar. Mark terkejut melihat betapa berantakannya dua wanita di depannya. Terlebih Shopie.


"Mark.. dia yang memulai duluan. Lihat apa yang dilakukannya pada ku," kata Shopie mengadu dan berjalan mendekati Mark. Pria itu melirik Rosaline yang juga menatapnya namun tidak ingin bicara. Mark tentu saja ingin mendengar penjelasan dari Rosaline meskipun ia sudah tau siapa yang memulainya.


Karyawan yang ada di sana terkejut melihat Shopie mengadu pada atasan mereka. Mereka mencoba menerka jika wanita itu pasti memiliki hubungan spesial dengan atasan mereka.


"Apa kamu baik-baik saja sweetheart," ucap Marka mendekati Rosaline dan memastikan keadaan wanitanya. Refleks Rosaline merona. Tidak ada yang mengetahui hubungannya dengan Mark sebelumnya saat di kantor. Dan sekarang mereka pasti akan bertanya-tanya. Ini akan menjadi gosip terbaru di perusahaan.


Shopie yang melihat itu lantas marah dan kesal. Ia menatap Rosaline dengan tatapan seolah ingin menghabisinya. Rosaline tentu saja membalas tatapan tajam dari Shopie.


"Aku baik-baik saja. Sebaiknya kamu urus dia saja. Aku takut otaknya bergeser karena terbentur dinding," ujar Rosaline mengejek Shopie.


"Baik-baik bagaimana? kening mu berdarah sweetheart," ujar Mark mengusap lembut kening Rosaline. Siapapun yang melihat itu akan mengatakannya romantis.


"Ayo.. aku akan mengobatinya," ucap Mark menggenggam tangan Rosaline dan mengajaknya pergi.


"Semuanya kembali bekerja," perintah Mark. Para karyawan itu kemudian bubar dan kembali bekerja.


"Shopie.. sebaiknya kamu pergi dari sini. Jangan sampai aku memanggil satpam untuk mengusir mu," ujar Mark. Rosaline tersenyum menatap Shopie seolah mengejek Shopie.


"Mark har__"


"Satu lagi, ini peringatan untuk mu. Jika kamu menyakitinya sekali lagi maka saat itu juga aku akan menghancurkan mu dengan cepat. Kali ini aku memaafkan mu. Tapi untuk kedepannya jangan harap," ucap Mark lalu mengajak Rosaline keluar dari toilet.


Rosaline menoleh ke belakang dan melihat Shopie yang menatap tajam padanya. Rosaline lalu mengedipkan sebelah matanya dan tersenyum mengejek.