Forbidden Desire

Forbidden Desire
Bab 48: Tidak Sebanding



Joyce hanya diam saja sejak tadi. Ia tidak tau apa yang harus dilakukannya. Robert sedang berbicara dengan teman-temannya. Sedangkan dirinya hanya duduk sendiri mengamati ruangan tersebut dan melihat semua barang-barang yang di pakai oleh tamu undangan. Tidak ada yang murah. Bahkan baju yang di pakainya juga barang mahal. Joyce kira gaun dan pernak-pernik yang di pakainya hanyalah pakaian dengan merk biasa-biasa saja. Namun beberapa kali beberapa tamu wanita menghampirinya dan mengatakan jika baju yang di pakainya sudah lama di incar nya. Barang yang tersedia hanya beberapa saja. Sehingga harganya mahal. Joyce beruntung malam ini bisa memakai gaun tersebut.


Sebenarnya mereka hanya memuji gaun yang di pakai Joyce. Saat mereka bertanya tentang pekerjaannya, semua orang menjauhinya. Mereka bahkan menghinanya dan mengatakan jika orang sepertinya tidak pantas ikut dalam acara itu. Beberapa dari mereka lalu mengatakan jika gaunnya bukanlah yang asli dan mereka juga mengatakan jika dia sengaja mendekati Robert untuk mendapatkan uangnya.


Segala hinaan dan cacian Joyce terima. Ia memilih diam karena tidak ingin membuat dirinya menjadi perhatian semua orang nanti. Kyle juga mengajak teman-temannya untuk berkenalan dengan Joyce. Wanita itu sengaja ingin mempermalukan Joyce. Kyle tidak suka melihat Joyce karena menganggapnya sebagai saingan untuk mendapatkan Robert.


Kyle kesal karena Joyce diam saja dan tetap tenang. Ia tidak tau jika Joyce hanya berpura-pura tenang saja. Sebenarnya ia ingin menumpahkan air matanya.


"Aku ke toilet sebentar.." ujar Joyce pergi ke toilet.


Setibanya di toilet Joyce menumpahkan air matanya. Sejak tadi ia ingin menangis. Mereka juga menghina kedua orang tuanya. Joyce tidak bisa berbuat apa-apa. Ia tidak bisa melawan orang-orang seperti mereka. Dia hanyalah orang miskin. Melawan juga akan membuat masalah semakin rumit. Dia tidak ingin berurusan lagi dengan orang-orang seperti mereka. Dulu, hanya karena dia miskin teman-temannya menjebaknya dengan memasukkan barang-barang mereka ke dalam tasnya dan menuduhnya mengambil barang tersebut. Tidak ada yang percaya padanya. Orang tuanya menjadi sasaran para orang tua. Mengatakan jika kedua orang tuanya tidak becus mendidiknya.


Cukup lama ia berada di dalam kamar mandi. Joyce akhirnya keluar setelah menghapus air matanya.


"Bugh...." Joyce terjatuh karena tersandung. Kyle sengaja menjulurkan kakinya agar Joyce terjatuh.


Kyle tertawa melihat Joyce yang jatuh ke lantai.


"Joyce.. Joyce.. sudah ku katakan jika kamu tidak pantas di samping Robert. Kalian tidak sebanding bodoh.." pungkas Kyle melipat kedua tanganannya.


"Sudah ku katakan jika aku tidak punya hubungan apa pun dengan Robert," tukas Joyce.


"Kalau kalian tidak punya hubungan apa pun, Robert tidak akan mengajak mu ke sini," balas Kyle melepas cengkramannya dengan kasar.


"Ini terakhir kalinya aku memperingati mu. Jauhi Robert atau kamu akan menyesal.." ancam Kyle menyiram Joyce. Kyle mengeluarkan gunting dari dalam tasnya.


"A.. apa yang kamu lakukan Kyle.." ucap Joyce ketakutan. Kyle menyeringai. Menunduk lalu menarik tali gaun Joyce dan mengguntingnya.


"Kyle.. apa yang kamu lakukan.. lepaskan aku.." ucap Joyce memberontak. Hampir saja Kyle menggunting tali gaunnya yang lain kalau saja Joyce tidak mendorongnya. Joyce bangkit lalu pergi dengan langkah kaki yang cepat dengan air mata yang membasahi wajahnya. Joyce ingin segera pulang, ia tidak peduli lagi dengan orang-orang yang melihatnya.


"Bruukk.." Joyce menabrak tubuh seseorang.


"Joyce.. ada apa," ucap Robert melepas Jasnya dan memakaikannya di tubuh Joyce.


Joyce mendongak menatap wajah Robert lalu menggelengkan kepalanya.


"Aku ingin pulang Robert.." gumam Joyce sesenggukan. Tanpa berpikir lama Robert mengangkat tubuh Joyce dan membawanya pergi dari sana. Kyle yang melihatnya semakin marah. Kyle mengepalkan kedua tangannya.