
Kendrick menghubungi Fiona berulang kali, namun tidak ada jawaban dari wanita itu.
"Sayang.. kenapa kamu tidak mengangkatnya.." gumam Kendrick kembali menghubungi Fiona.
"Aku akan menyusul mu setelah perceraian ku selesai dan membawamu kembali ke rumah kita yang baru," ucap Kendrick mematikan ponselnya karena Fiona tidak mengangkatnya. Satu bulan yang lalu, Kendrick sudah membeli rumah yang baru untuknya dan Fiona memulai kehidupan yang baru.
"Ken..." panggil Norah masuk ke dalam kamar Kendrick. Hari ini hingga persidangan selesai, Kendrick akan tinggal di rumah orang tuanya.
"Sepertinya Sean sudah tidur.." kata Norah menggendong Sean.
"Syukurlah mom.." balas Kendrick. Bayi kecil itu pasti sudah kelelahan.
Norah menidurkan Sean di atas tempat tidur Kendrick.
"Ssstt.... cucu grandma yang paling tampan tidur lagi ya..." bisik Norah saat melihat Sean menggeliat.
"Bagaimana dengan Fiona?" tanya Norah. Kendrick sudah menceritakan semuanya pada Norah mengenai perceraiannya dan sifat Shopie yang sebenarnya.
"Belum ada kabar hingga sekarang. Sepertinya aku harus menemuinya ke Alaska. Kemungkinan dia kembali ke sana mom.." balas Kendrick lesu. Rasanya hidupnya hampa saat Fiona jauh darinya.
"Mommy harap semuanya akan baik-baik saja. Sebaiknya kamu tidur saja. Ini sudah malam. Besok kita akan menghadiri sidang perceraian kalian," ujar Norah. Kendrick lalu mengangguk.
"Baiklah kalau begitu mommy pergi dulu," ucap Norah lalu pergi dari kamar Kendrick.
*****
Sebuah mobil parkir di depan sebuah gedung apartemen. Terlihat sepasang manusia keluar dari dalam mobil.
"Robert, sepertinya aku akan menginap di tempat Fiona malam ini. Kamu pulang saja. Terima kasih karena sudah mengantar ku," ujar Joyce pada Robert.
"Sudah tugas ku sebagai kekasih mu untuk mengantar mu sweetheart.." ucap Robert mengedipkan satu matanya membuat Joyce merona. Keduanya saat ini sedang menjalin hubungan. Joyce akhirnya menerima Robert sebagai kekasihnya.
"Jangan menggoda ku Robert.." ujar Joyce malu-malu membuat Robert tersenyum senang. Kekasihnya itu sangat pemalu. Robert sangat suka menggodanya.
"Robert...." kata Joyce melotot pada pria di depannya.
"Good night sweetheart..cup" lagi, Robert mengecup bibir Joyce. Hampir saja ia mendapat pukulan dari Joyce kalau ia tidak segera menghindar. Robert lalu tertawa melihat wajah kesal Joyce.
"Aku mencintai mu Joyce.." ucap Robert memeluk tubuh kekasihnya. Padahal malam ini, ia berencana untuk tidur di apartemen Joyce dan memeluk kekasihnya itu saat tidur, meskipun ia mendapat penolakan dari Joyce.
"Aku juga mencintai mu Robert.." balas Joyce memeluk Robert.
"Aku pergi dulu, bye sweetheart.." tukas Robert mengecup lembut kening Joyce. Robert kemudian masuk ke dalam mobilnya dan pergi.
Setibanya di depan unit kamar Fiona, Joyce menekan bel yang ada di sana.
"Ceklek.." pintu terbuka.
"Apa kamu sudah makan malam? aku membawa makanan untuk mu," ucap Joyce masuk ke dalam kamar Fiona.
"Terima kasih Joyce," ucap Fiona. Ia memang belum makan sejak tadi pagi, pikirannya hanya dipenuhi oleh Sean. Ia khawatir dengan anak itu.
"Apa kamu sudah berbicara dengan Kendrick?" tanya Joyce duduk di sofa kecil di kamar Fiona. Joyce sudah tau hubungan antara Fiona dan Kendrick sejak ia berkunjung ke New York beberapa bulan yang lalu.
"Aku tidak mengangkat panggilannya Joyce."
"Bibi Norah juga menghubungi ku beberapa kali. Dia pasti kecewa dengan ku Joyce. Bibi Norah sangat baik padaku. Dia bahkan menganggap ku sebagai anaknya. Tapi aku sudah mengkhianatinya.." ucap Fiona menangis. Joyce lalu memeluknya.
"Aku merindukan Sean Joyce, aku tidak tau seperti apa sekarang keadaan anak itu. Ku harap dia baik-baik saja," lanjut Fiona.
"Fio, aku rasa kamu harus berbicara dengan paman mu. Aku pikir dia akan mendukung mu seperti yang pernah dia katakan pada mu," ucap Joyce.
"Tidak Joyce, aku tidak yakin dengan itu. Aku sudah bertekad untuk tidak menganggu kehidupan mereka. Ini juga salah ku."