
"Siapa pria yang mengantar mu kemarin sore?" tanya Kendrick mendorong miliknya ke dalam milik Fiona.
"Sshh.. pria yang mana?" tanya Fiona mendesis.
"Nona... Nona Fiona," panggil Milly mengetuk pintu kamar mandi Fiona.
"Ya.. Milly.. ada apahh... ngghh." lenguh Fiona. Bagaimana tidak, Kendrick sedang menghentak kuat miliknya. Tadi pagi Kendrick datang ke kamarnya setelah Shopie pergi. Pria itu tanpa aba-aba menerkam tubuh Fiona. Dan memberinya istirahat saat Sean menangis untuk minum. Dan setelahnya Kendrick menggempurnya lagi. Bahkan saat Fiona ingin mandi, Kendrick kembali memakannya.
"Nona.. apa anda baik-baik saja," ucap Milly khawatir.
"Ya Milly, aku baik-baik saja," jawab Fiona menahan dirinya agar tidak mengeluarkan suara desa.hannya. Hentakan Kendrick sangat kuat hingga tubuhnya menekan dinding. Fiona sudah takut namun Kendrick tetap menjalankan aksinya. Tidak peduli dengan Milly yang ada di luar. Ingin rasanya Fiona menghajar Kendrick yang dengan santainya menggempur dirinya.
"Saya hanya memanggil anda untuk sarapan. Ini sudah pukul 10 dan sejak tadi anda belum keluar," ujar Milly.
"Saya akan turun setelah ini," ucap Fiona menutup mulut Kendrick yang mengerang.
"Baik nona, saya pamit dulu," ucap Milly lalu pergi.
"Akhhh... " pekik Kendrick setelah mencapai pelepasannya.
"Huh.. huh...." terdengar deru nafas hangat Kendrick.
"Kenapa milikmu sangat nikmat," gumam Kendrick.
"Dasar maniak.." tukas Fiona memukul lengan Kendrick. Tubuhnya tetap berada di gendongan pria itu tanpa melepas penyatuan mereka.
"Siapa suruh kamu sangat nikmat," balas Kendrick.
"Diam lah, turunkan aku sekarang. Kita harus segera mandi dan turun ke bawah. Aku sudah lelah. Tidak sanggup lagi menghadapi milik mu yang tidak ada lelah-lelahnya itu," ujar Fiona. Kendrick mengangguk, dan menurunkan tubuh Fiona.
"Kita mandi bersama ya.." ucap Kendrick.
"Tidak.. tidak Ken. Aku tidak percaya dengan kata-kata mu," ucap Fiona menolak dengan tegas.
"Tidak akan sayang. Aku janji. Lagi pula masih ada waktu nanti malam untuk melakukannya," ucap Kendrick menggoda Fiona.
"APA? dasar gila, aku tidak mau," balas Fiona berjalan menuju shower.
"Kita lihat saja nanti malam apa kamu menolaknya atau tidak," ucap Kendrick berjalan mendekati Fiona.
*****
Fiona keluar dari kamarnya membawa Sean yang sudah bangun. Bersamaan dengan itu, Kendrick juga muncul dari belakang Fiona.
Milly yang melihat Fiona dan Kendrick datang bersama ke ruang makan membuat Milly mengerutkan alisnya. Ia pikir Kendrick sudah pergi, karena ia sudah beberapa kali mengetuk kamar tuannya namun tidak ada jawaban.
"Sudahlah, tidak usah pikirkan itu," balas Kendrick.
"Saya akan menyajikan sarapan untuk tuan," tukas Milly. Kendrick mengangkat tangannya, menginterupsi Milly.
"Tidak perlu, kamu sebaiknya kerjakan pekerjaan lain saja," pungkas Kendrick. Milly kemudian mengangguk lalu pamit dan pergi.
"Sayang kamu di sini dulu ya. Kakak sarapan dulu," ujar Fiona menaruh Sean di stroller.
"Ken.. apa kamu tidak ke kantor?" tanya Fiona.
"Tidak, hari ini aku ingin mengajakmu dan Sean keluar," tukas Kendrick mengambil sarapannya.
"Kamu serius?" tanya Fiona seolah tidak percaya.
"Sejak kapan perkataan ku main-main sayang," balas Kendrick. Fiona lalu mengangguk senang.
"Jadi siapa pria yang sudah mengantarmu kemarin sore? kamu belum menjawabnya tadi," ujar Kendrick.
"Dia Robert, anak pemilik Cafe tempatku bekerja saat di Alaska," balas Fiona.
"Apa dia sudah punya ke kasih?" tanya Kendrick. Fiona menggeleng. Kendrick mengepal tangannya.
"Jangan dekat-dekat dengannya sayang. Aku cemburu. Apalagi dia tidak punya pasangan. Kamu hanya milikku saja," ucap Kendrick menggenggam tangan Fiona.
"Robert hanya berkunjung selama beberapa hari saja untuk menjadi pembicara dalam seminar di Universitas. Lagi pula saat mengantar ku pulang, di dalam mobil juga ada teman ku Joyce yang baru saja datang dari Alaska," pungkas Fiona.
Menyebut nama Joyce, Fiona lalu teringat dengan sesuatu, "astaga... hari ini aku sudah ada janji bertemu dengan Joyce. Aku hampir melupakannya," tukas Fiona menepuk jidatnya.
"Ken, apa aku bisa membawa Sean keluar? takutnya Sean haus dan aku belum pulang. Aku janji kami akan pulang cepat," tukas Fiona
"Baiklah.. jangan terlalu lama. Karena setelah itu kita akan keluar juga," balas Kendrick.
"Terima kasih Ken," ucap Fiona senang.
"Aku minta imbalannya," timpal Kendrick membuat Fiona mengerutkan alisnya.
"Imbalan apa?" tanya Fiona.
"Nanti malam saja," jawab Kendrick mengedipkan salah satu matanya.
"Mesum..." tukas Fiona yang sudah tau apa yang ada dipikiran pria itu. Kendrick tersenyum menyeringai.