
Tiga hari kemudian, Shopie sudah kembali ke rumah bersama bayinya.
Mereka disambut meriah oleh para pelayan yang ada di sana. Kedua orang tua Shopie juga turut hadir di sana.
"Selamat datang di rumah Baby Sean.." ucap mereka bersamaan meniup terompet kecil membuat suasana semakin ramai menyambut tuan muda mereka.
Kendrick membantu Shopie masuk ke dalam rumah. Sementara Sean digendong oleh Norah.
Mereka lalu duduk di sofa sembari menikmati makanan yang sudah disajikan oleh para pelayan.
Sean yang sedang berada di gendongan Norah tiba-tiba menangis. Norah bangkit dari tempat duduknya mengayun-ayun tubuh Sean ke kanan dan kiri sembari bersenandung.
"Sepertinya cucu kita sedang haus Norah..." ucap Rebecca ibu Shopie.
"Ku rasa begitu. Dimana Fiona?" tanya Norah saat melihat Fiona tidak ada di sana.
"Fiona sedang di kamarnya mom. Sepertinya dia kelelahan karena 3 malam ini Sean rewel," tukas Kendrick. Pria itu menyuruh Fiona untuk istirahat. Ia tau jika Fiona sedang kelelahan mengurus Sean yang cengeng dalam 3 malam ini.
"Ya sudah.. mommy ke kamarnya saja," pungkas Norah membawa Sean menuju kamar Fiona.
Setibanya di depan kamar Fiona, Norah mengetuk pintu. "Fio.... Fiona.. ini Bibi Norah.." panggil Norah. Tak lama kemudian pintu terbuka.
"Fiona, maafkan Bibi sudah mengganggu istirahat mu, sepertinya Sean lapar," ucap Norah menggendong Sean yang sedang menangis.
"Tentu saja tidak Bibi Norah. Kemari, biar aku yang menggendongnya," ujar Fiona mengambil alih Sean dari gendongan Norah.
"Silahkan masuk Bibi," lanjutnya. Fiona lalu berjalan menuju sofa.
"Sabar sayang.. kakak duduk dulu," ucap Fiona mencoba menenangkan Sean yang menangis.
Setelah mendapat sumber makanannya Sean langsung diam. Norah yang memperhatikan bagaimana cara Fiona memperlakukan cucunya tersenyum. Wanita itu kemudian melangkahkan kakinya menuju sofa.
"Dasar cucu grandma yang rakus.." ucap Norah memegang tangan mungil cucunya saat mendengar suara decakan dari mulut Sean yang sedang meny.su dengan rakus.
"Dia seperti daddynya," pungkas Norah.
"Kamu tau Fio. Dulu saat masih bayi, Kendrick juga seperti Sean. Dia sangat kuat minum ASI. Kendrick juga tidak menyukai susu formula," ucap Norah. Wajah Fiona tampak memanas saat mendengar perkataan Norah. Pikirannya seketika teringat dengan Kendrick.
"Pantas saja Sean sangat rakus," batin Fiona menatap wajah Sean yang sedang menatapnya.
"Bibi sangat berterima kasih pada mu karena sudah mau menjadi ibu susu untuk Sean," kata Norah menatap Fiona dengan sudut bibir yang mengembang. Fiona lalue mengangguk.
"Sama-sama Bibi. Aku juga senang bisa membantu Bibi Shopie. Setidaknya aku bisa membalas kebaikan Bibi Shopie selama ini," balas Fiona tersenyum.
"Kamu baik sekali sayang. Titip salam untuk kedua orang tua mu."
"Sebenarnya kedua orangtuaku sudah meninggal sejak aku berusia 10 tahun Bibi Norah. Kami baru saja melewati waktu bersama selama 8 tahun sejak mereka membawa ku dari panti. Tapi kami harus berpisah dengan cepat," tukas Fiona menahan air matanya. Norah terkejut. Ia kemudian mengusap lengan Fiona.
"Maafkan Bibi sayang, Bibi bukan bermaksud untuk__"
"Tidak apa-apa Bibi. Bibi tidak perlu merasa bersalah," pungkas Fiona.
"Jadi selama ini kamu hidup sendirian?" tanya Norah. Fiona kemudian mengangguk.
"Untung saja ada Bibi Shopie yang membantu ku selama ini. Bibi Shopie merupakan keluarga jauh dari mommy," ucap Fiona. Norah sedih melihat Fiona yang ternyata tidak memiliki orang tua lagi.
#Jangan lupa beri like, vote, rate dan hadiahnya ya. Terima kasih☺️