Forbidden Desire

Forbidden Desire
Bab 29: Panggil Aku Mommy



"Bibi tau pasti rasanya sangat berat sekali kehilangan orang tua apalagi di usia muda," tukas Norah merangkul Fiona.


"Kalau kamu merindukan kedua orang tua mu, kamu bisa menganggap Bibi sebagai ibu mu. Kamu Bisa memanggilku mommy," ujar Norah menghapus air mata Fiona.


"Terima kasih Bibi Norah, anda baik sekali," ucap Fiona.


"Mulai sekarang kamu harus memanggilku mommy sayang," tukas Norah.


"Tapi aku se__"


"Ssstt.. kamu tidak perlu sungkan. Bibi senang jika kamu memanggil ku mommy. Ini juga permintaan ku sayang.." tukas Shopie memotong pembicaraan Fiona.


"Mommy akan meminta Kendrick untuk mencari tau siapa orang tua kandung mu sayang," ujar Norah. Fiona menggelengkan kepalanya.


"Tidak, aku tidak mau bertemu dengan mereka jika masih hidup. Mereka bahkan tega membuang darah dagingnya sendiri di depan panti asuhan," ucap Fiona dengan ekspresi marah dan suara yang sedikit meninggi. Seakan tersadar, Fiona kemudian menghela nafasnya.


"Maafkan aku Bibi," tukas Fiona menunduk.


"Tidak apa sayang. Aku mengerti perasaan mu," balas Norah memegang tangan Fiona.


Sean yang mendengar suara Fioana yang sedikit meninggi merasa terganggu. Anak itu menggeliat dan membuka matanya. Mulutnya melepaskan puncak dada Fiona.


"Ssttt... sayang... minum lagi ya. Maafkan kakak membangunkan mu," ucap Fiona menuntun puncak dadanya ke mulut mungil Sean. Tangannya mengusap lembut tubuh anak itu. Lagi-lagi Norah tertegun melihat Fiona. Entah mengapa terbesit dalam pikirannya kenapa tidak Fiona saja yang menjadi menantunya.


******


Dua hari kemudian, kedua orang tua Fiona dan Kendrick sudah pulang. Kendrick juga sudah kembali bekerja ke kantornya. Hanya saja ia pulang lebih cepat dari biasanya. Ia tidak ingin membuat Fiona kelelahan karena menjaga Sean terus.


"Sayang ayo kita makan malam dulu," ucap Shopie saat melihat Kendrick sudah selesai mandi.


"Bagaimana dengan Sean?" tanya Kendrick.


"Dia masih tidur, aku akan meminta Milly untuk menemaninya di sini sembari kita makan malam," jawab Shopie. Kendrick mengangguk. Keduanya lalu ke luar dari kamar mereka. Tak lupa juga Shopie memanggil Fiona dari kamarnya.


Shopie dan Kendrick berjalan menuruni tangga dengan saling menggenggam. Sementara Fiona mengikuti dari belakang.


Setibanya di ruang makan, Fiona membantu pelayan menyajikan makanan untuk mereka bertiga.


"Milly, tolong lihat Sean di kamarnya sebentar menunggu kami selesai makan malam," perintah Shopie. Milly lalu mengangguk dan pergi.


Ketiganya lalu makan malam bersama. Kendrick duduk diantara Shopie dan Fiona.


"Fio, Bibi sudah transfer gaji kamu untuk bulan lalu dan bulan ini ya. Kamu bisa mengeceknya nanti," ucap Shopie.


"Baik Bibi," balas Fiona.


Tak lama kemudian Shopie sudah menyelesaikan makan malamnya. Shopie hanya makan sedikit saja karena ia sedang tidak berselera untuk makan. Ia pergi lebih dahulu untuk melihat Sean. Meninggalkan Kendrick dan Fiona yang masih makan.


"Kamu harus banyak makan, sekarang yang kamu beri makan itu bukan kamu saja. Tapi ada Sean," ucap Kendrick menambahkan makanan ke piring Fiona. Wanita itu kemudian menoleh ke arah Kendrick. Niat pria itu memang baik, masalahnya makanan yang ditambahkannya begitu banyak.


"Ini terlalu banyak, aku sudah kenyang," tukas Fiona menghela nafasnya.


"Tidak bisa, kamu masih makan sedikit. Sean juga sangat kuat minum," kata Kendrick tegas.