
Setelah tiga hari di Alaska, Fiona dan Kendrick kembali ke New York. Keduanya baru saja tiba di rumah Kendrick yang baru.
"Ken.. ini rumah siapa?" tanya Fiona menatap bangunan mewah di depannya.
Kendrick tersenyum, "Tentu saja rumah kita," ucap Kendrick.
"Aku membelinya satu bulan yang lalu. Lokasinya juga dekat dengan rumah mommy dan daddy. Kalian bisa kesana jika sedang bosan di rumah saat bekerja," lanjut Kendrick mengecup kening Fiona dengan lembut.
"Ayo masuk," ajak Kendrick. Fiona mengangguk lalu keduanya masuk ke dalam rumah yang ukurannya lebih besar dari rumah Kendrick yang pertama.
"Milly..." timpal Fiona saat melihat Milly ada disana.
"Aku meminta mereka untuk tetap bekerja di sini," ujar Kendrick.
"Ken.. akhirnya kalian sudah pulang. Aku merindukan cucu ku," timpal Norah yang baru saja tiba di rumah Kendrick. Fiona memutar tubuhnya, meneguk ludahnya karena perasaan takut yang menghampiri dirinya. Ia takut Norah akan marah dan kecewa padanya. Meskipun Kendrick sudah menjelaskan padanya. Namun Fiona masih ragu sebelum memastikannya sendiri.
"Ya ampun cucu ku.. grandma sangat merindukan mu," ujar Norah mengambil alih Sean dari gendongan Kendrick.
"Bi.. Bibi Norah.." ucap Fiona terbata. Norah menatap Fiona dengan alis yang berkerut membuat Fiona tidak nyaman.
"Fiona kenapa kamu memanggil ku Bibi?" tanya Norah. Fiona tersentak, mungkinkah ia salah panggil.
"I..itu, maksud saya mommy," balas Fiona terbata. Norah tidak marah. Itu artinya apa yang Kendrick katakan benar.
"Kapan pernikahan kalian dilaksanakan?" tanya Norah membuat Fiona terkejut.
"Aku ingin secepatnya mom, tapi aku tidak tau apakah Fiona akan setuju atau tidak. Semua tergantung padanya saja. Iya kan sayang..." ujar Kendrick menatap Fiona membuat wanita itu membulatkan kedua matanya. Wajahnya merona karena kalimat terakhir Kendrick.
"Iya mom.." balas Fiona lega. Akhirnya pikiran negatifnya terpatahkan setelah bertemu dengan Norah.
******
Shopie kembali menemui Mark, sepertinya ia tidak bisa menghilangkan perasaannya pada Mark, cinta pertamanya. Ia ingin hubungannya kembali lagi seperti sebelumnya. Setidaknya, jika tidak bisa bersama Kendrick lagi, ada Mark disisinya. Ia merasa Mark masih mencintainya.
Shopie memarkirkan mobilnya di depan rumah Mark. Ia lalu masuk ke dalam rumah Mark setelah pelayan mengizinkannya masuk.
"Dimana Mark?" tanya Shopie.
"Tuan Mark sudah pergi sejak tadi pagi menemui Nona Rosaline," balas pelayan.
"Sialan... apa hebatnya wanita itu," batin Shopie. Ia kemudian memilih pergi dari rumah Mark.
Shopie menghubungi nomor Mark berkali-kali namun tidak ada jawaban dari pria itu. Shopie lalu masuk ke dalam mobilnya dan pergi ke Bar yang biasa ia kunjungi bersama teman-temannya untuk menenangkan pikirannya.
Setibanya di Bar Shopie tidak sengaja bertemu dengan Mark yang sedang minun bersama teman-temannya.
"Mark..." panggil Shopie. Mark mendongak lalu berdecak kesal saat melihat Shopie.
"Kenapa dia yang datang. Bukankah kalian menghubungi Rosaline kekasih ku," ucap Mark yang sedang mabuk pada teman-temannya. Mark meminta temannya untuk menghubungi nomor Rosaline namun tidak ada jawaban dari wanita itu.
"Mark... kamu sedang mabuk. Ayo.. aku akan mengantar mu pulang," ucap Shopie.
"Ya, ide yang bagus Shopie, sejak tadi dia mengoceh terus. Entah berapa banyak yang sudah ia minum sejak tadi," ucap teman Mark yang mengenal Shopie. Karena beberapa kali Mark datang bersama Shopie ke Bar.